home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Histoplasmosis

Definisi histoplasmosis|Tanda dan gejala histoplasmosis|Penyebab histoplasmosis|Faktor risiko histoplasmosis|Komplikasi histoplasmosis|Diagnosis histoplasmosis|Pengobatan histoplasmosis|Pencegahan histoplasmosis
Histoplasmosis

Definisi histoplasmosis

Histoplasmosis adalah infeksi yang karena menghirup spora dari jamur yang sering ditemukan pada kotoran burung dan kelelawar.

Penyakit ini biasanya menyebar ketika spora jamur mencemari udara selama pembersihan atau pembongkaran proyek.

Tanah yang terkontaminasi oleh kotoran burung atau kelelawar juga dapat menyebarkan histoplasmosis.

Itu sebabnya, petani, tukang bangunan, dan pekerja lapangan berisiko tinggi untuk tertular penyakit ini.

Kebanyakan orang yang menderita kondisi ini tidak pernah mengalami gejala dan tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi.

Namun, untuk beberapa orang, terutama bayi dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, histoplasmosis bisa jadi kondisi serius. Pengobatan efektif tersedia bahkan untuk bentuk histoplasmosis yang paling parah.

Seberapa umumkah histoplasmosis?

Penyakit ini sangat umum terjadi dan bisa mengenai pasien pada usia berapa pun.

Histoplasmosis adalah penyakit yang paling banyak ditemukan pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya pada pasien pengidap HIV/AIDS.

Risiko tersebut semakin tinggi jika pasien HIV/AIDS tidak mendapatkan pengobatan antiretroviral (ART) yang baik, atau tinggal di daerah dengan fasilitas kesehatan yang kurang memadai.

Salah satu contohnya di Amerika Latin, histoplasmosis adalah penyakit infeksi yang paling umum ditemukan pada pengidap HIV/AIDS di sana.

Menurut situs CDC, diperkirakan 30% pasien HIV dengan histoplasmosis meninggal karena penyakit ini.

Penyakit ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala histoplasmosis

Ada beberapa jenis histoplasmosis. Bentuk yang paling ringan dari penyakit ini biasanya tidak menimbulkan tanda-tanda atau gejala apa pun.

Akan tetapi, infeksi yang parah dapat mengancam nyawa.

Tanda dan gejala histoplasmosis biasanya muncul 3-17 hari setelah pasien pertama kali terpapar spora jamur.

Berikut adalah gejala-gejala infeksi parasit jamur yang mungkin muncul.

  • demam,
  • menggigil,
  • sakit kepala,
  • nyeri otot,
  • batuk kering, dan
  • dada tidak nyaman.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat menimbulkan nyeri sendi dan ruam.

Orang yang pada dasarnya memiliki penyakit paru-paru, seperti emfisema, dapat terkena bentuk kronis dari kondisi ini.

Gejala histoplasmosis kronis dapat meliputi penurunan berat badan dan batuk berdarah. Bahkan, terkadang gejalanya juga dapat menyerupai gejala tuberkulosis.

Jenis penyakit ini yang paling parah biasanya terjadi pada bayi dan pada orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini disebut dengan histoplasmosis yang mewabah.

Jenis ini dapat memengaruhi hampir setiap bagian tubuh, termasuk mulut, hati, sistem saraf pusat, kulit, dan kelenjar adrenal.

Jika tidak diobati, histoplasmosis mewabah ini biasanya berakibat fatal.

Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala seperti flu setelah terpapar kotoran burung atau kelelawar, apalagi jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Tubuh masing-masing pasien mungkin akan mengalami tanda-tanda dan gejala yang bervariasi.

Oleh karena itu, selalu konsultasikan apa pun masalah kesehatan yang Anda alami guna mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Penyebab histoplasmosis

Penyebab histoplasmosis adalah sel-sel reproduktif jamur Histoplasma capsulatum.

Spora ini sangat ringan dan bisa melayang ke udara dari kotoran atau bahan lainnya yang sudah terkontaminasi.

Bahkan, jika pernah terkena penyakit ini sebelumnya, Anda masih bisa terkena infeksi ini lagi dengan kemungkinan yang lebih ringan daripada infeksi pertama.

Jamur penyebab penyakit ini tumbuh subur di tanah yang kaya akan bahan organik, terutama di kotoran burung dan kelelawar.

Oleh karena itulah, jamur ini paling sering terdapat di kandang ayam dan merpati, lumbung tua, gua, dan taman.

Penyakit ini bukan penyakit menular sehingga tidak dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya.

Faktor risiko histoplasmosis

Semua orang bisa terkena histoplasmosis. Namun, kemungkinan untuk terkena penyakit ini meningkat seiring dengan jumlah spora yang dihirup.

Selain itu, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena infeksi jamur ini. Berikut adalah deretan faktor risiko histoplasmosis.

1. Usia

Golongan yang paling berisiko untuk terinfeksi berat adalah anak-anak usia sangat dini dan lansia.

Keduanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah sehingga lebih mungkin untuk terkena histoplasmosis mewabah, yaitu bentuk yang paling serius dari penyakit ini.

2. Memiliki pekerjaan tertentu

Profesi dengan kemungkinan lebih tinggi untuk terpapar spora adalah:

  • petani,
  • pekerja pest control,
  • penjaga unggas,
  • pekerja konstruksi,
  • tukang atap,
  • tukang bangunan dan tukang kebun, dan
  • penjelajah gua.

3. Mengidap penyakit atau minum obat tertentu

Faktor lain yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan membuat Anda lebih rentan terkena penyakit ini adalah sebagai berikut.

  • HIV atau AIDS,
  • kemoterapi kanker intensif,
  • obat-obatan kortokosteroid, seperti prednisone,
  • TNF inhibitor, sering kali digunakan untuk mengendalikan rheumatoid arthritis (rematik), dan
  • Obat-obatan yang mencegah penolakan transplantasi (cangkok) organ.

Komplikasi histoplasmosis

Histoplasmosis dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius, bahkan pada orang yang sehat.

Untuk bayi, lansia, dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, potensi masalahnya sering kali mengancam nyawa.

Komplikasi histoplasmosis yakni sebagai berikut.

1. Sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS)

Histoplasmosis bisa merusak paru-paru hingga ke titik kantung udara mulai terisi oleh cairan.

Ini mencegah pertukaran udara yang efisien dan dapat sangat mengurangi kadar oksigen dalam darah.

2. Masalah jantung

Komplikasi lain akibat gangguan ini adalah peradangan perikardium, kantung yang menyelimuti jantung, disebut perikarditis.

Ketika cairan dalam kantung ini meningkat, hal ini dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah secara efisien.

3. Kekurangan adrenal

Histoplasmosis dapat merusak kelenjar adrenal. Kelenjar ini bertugas memproduksi hormon yang memberikan instruksi kepada hampir setiap organ dan jaringan tubuh.

4. Meningitis

Dalam beberapa kasus, histoplasmosis dapat menyebabkan meningitis.

Meningitis adalah peradangan pada selaput yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang.

Diagnosis histoplasmosis

Mendiagnosis penyakit ini mungkin agak rumit, tergantung pada area tubuh yang terinfeksi.

Tes medis biasanya tidak diperlukan untuk kasus histoplasmosis yang bersifat ringan.

Namun, hal ini bisa jadi sangat berguna untuk membantu memilih pengobatan yang sesuai untuk kasus yang tergolong berat.

Tes yang tersedia untuk mendiagnosis penyakit ini memiliki batasan, misalnya bisa diperlukan hingga enam minggu untuk mendapatkan hasil dari beberapa tes.

Dokter dapat menganjurkan tes medis untuk mencari bukti adanya penyakit ini dari sampel:

  • cairan paru-paru,
  • darah atau urine (air kencing),
  • jaringan paru dari biopsi, dan
  • sumsum tulang.

Para peneliti masih berusaha untuk mengembangkan teknologi yang lebih baik untuk mendiagnosis kondisi ini.

Pengobatan histoplasmosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Pengobatan histoplasmosis biasanya tidak diperlukan jika kondisi yang Anda miliki Anda tergolong ringan.

Namun, jika gejala Anda parah atau jika memiliki bentuk kronis atau mewabah dari penyakit ini, Anda kemungkinan akan membutuhkan pengobatan dengan satu atau lebih obat antijamur.

Salah satu jenis obat antijamur yang sering diresepkan untuk histoplasmosis adalah itraconazole.

Obat ini dapat tersedia dalam bentuk pil, tetapi bentuk yang paling kuat dapat diberikan lewat infus.

Apakah penyakit histoplasmosis bisa datang lagi di lain waktu?

Jika Anda sudah pernah terkena histoplasmosis dan sembuh setelah menjalani pengobatan, tidak menutup kemungkinan penyakit ini kembali menyerang di lain waktu.

Namun biasanya, tubuh sudah memiliki sistem kekebalan yang lebih baik setelah sembuh dari penyakit ini.

Dengan begitu, Anda tidak akan merasakan gejala yang parah jika terserang lagi suatu saat.

Pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, histoplasmosis dapat “bersembunyi” di dalam tubuh selama beberapa bulan atau tahun, kemudian menimbulkan gejala-gejala setelahnya.

Kondisi ini disebut juga dengan relaps infeksi.

Pencegahan histoplasmosis

Setelah mengetahui bahaya dari penyakit ini, Anda perlu memahami pula cara-cara mencegah terkena paparan spora jamur.

Langkah-langkah berikut ini dapat membantu Anda mencegah terjangkit histoplasmosis.

1. Hindari paparan

Jika sistem kekebalan tubuh Anda terganggu, hindari proyek renovasi dan konstruksi bangunan yang dapat membuat Anda terpapar tanah yang terkontaminasi.

Begitu juga dengan penjelajahan gua dan mengembangbiakkan burung, seperti merpati atau ayam, hal tersebut tidaklah dianjurkan.

2. Semprot tanah yang terkontaminasi

Sebelum bekerja atau menggali di tanah yang kemungkinan mengandung jamur penyebab penyakit ini, semprot secara menyeluruh dengan air.

Hal ini dapat membantu mencegah jamur dilepaskan ke udara. Menyemprot kandang ayam dan kandang lain sebelum membersihkannya juga dapat mengurangi risiko Anda.

3. Pakai masker

Salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari organisme yang terkandung dalam tanah adalah dengan menggunakan masker pernapasan.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Histoplasmosis – CDC. (2020). Retrieved December 23, 2020, from https://www.cdc.gov/fungal/diseases/histoplasmosis/

Histoplasmosis: Symptoms – CDC. (2020). Retrieved December 23, 2020, from https://www.cdc.gov/fungal/diseases/histoplasmosis/symptoms.html

Histoplasmosis: People at Risk & Prevention – CDC. (2020). Retrieved December 23, 2020, from https://www.cdc.gov/fungal/diseases/histoplasmosis/risk-prevention.html

Histoplasmosis: Diagnosis & Testing – CDC. (2020). Retrieved December 23, 2020, from https://www.cdc.gov/fungal/diseases/histoplasmosis/diagnosis.html

Histoplasmosis: Treatment & Outcomes – CDC. (2020). Retrieved December 23, 2020, from https://www.cdc.gov/fungal/diseases/histoplasmosis/treatment.html

Histoplasmosis – Mayo Clinic. (2020). Retrieved December 23, 2020, from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/histoplasmosis/basics/definition/con-20026585

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi pada 4 minggu lalu
x