Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Trichinosis

Definisi trichinosis|Tanda dan gejala trichinosis|Penyebab trichinosis|Faktor-faktor risiko trichinosis|Komplikasi trichinosis|Diagnosis trichinosis|Pengobatan trichinosis|Pencegahan trichinosis
Trichinosis

Definisi trichinosis

Trichinosis, atau bisa disebut sebagai trichinellosis, adalah infeksi parasit yang disebabkan oleh cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Jenis cacing penyebab infeksi ini adalah cacing gelang bernama Trichinella. Cacing gelang banyak ditemukan pada hewan-hewan liar pemakan daging seperti babi, rubah, anjing, serigala, kuda, dan beruang.

Jika Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi daging hewan yang kurang matang, Anda harus lebih berhati-hati mulai sekarang.

Sebab bahaya infeksi trichinosis trichinellosis ini akan mengintai kesehatan tubuh bila gemar makan daging mentah atau kurang matang dari hewan yang terinfeksi trichinosis.

Pada manusia, kasus trichinosis yang banyak terjadi yakni disebabkan oleh konsumsi daging babi atau pemasakan dengan mencampurkan daging sapi dan daging babi yang terinfeksi cacing gelang.

Saat tubuh telah terinfeksi cacing Trichinella, Anda akan merasakan tanda dan gejala yang bervariasi tergantung dari seberapa banyak jumlah parasit yang menginfeksi tubuh.

Namun biasanya, infeksi parasit ini akan memengaruhi sistem pencernaan Anda terlebih dahulu.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Trichinosis adalah salah satu jenis penyakit yang cukup umum.

Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat atau CDC, diperkirakan terdapat 10.000 kasus trichinosis yang terjadi setiap tahunnya di seluruh dunia.

Jenis cacing Trichinella yang paling sering menyebabkan penyakit adalah T. spiralis yang banyak ditemukan di babi.

Infeksi akibat jenis Trichinella lainnya lebih jarang dilaporkan kasus kejadiannya. Kasus penyakit yang parah tergolong jarang ditemukan.

Namun, Anda harus tetap waspada karena penyakit ini masih memiliki potensi menimbulkan komplikasi kesehatan yang fatal.

Tanda dan gejala trichinosis

Tanda dan gejala dari penyakit trichinosis mungkin memiliki tingkat keparahan yang berbeda pada setiap orang.

Hal ini tergantung pada jumlah larva cacing yang masuk ke dalam tubuh Anda melalui daging yang Anda konsumsi.

Gejala awal trichinosis biasanya muncul dalam waktu 1-2 hari setelah tubuh terinfeksi cacing pertama kali. Selanjutnya, gejala lainnya menyusul setelah 2-8 minggu setelah tubuh terinfeksi.

Gejala trichinosis saat larva cacing gelang berada di usus adalah sebagai berikut:

  • kram perut,
  • diare,
  • mudah lelah,
  • mual, dan
  • muntah.

Sekitar 1 minggu setelah infeksi, cacing gelang betina dewasa akan menghasilkan larva yang bisa menembus dinding usus, memasuki peredaran darah, dan menyebar ke otot atau jaringan tubuh lainnya.

Hal ini akan menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • nyeri pada otot,
  • sakit kepala,
  • demam tinggi,
  • tubuh panas dingin,
  • ruam pada beberapa bagian tubuh,
  • mata merah (konjungtivitis), dan
  • lebih sensitif terhadap cahaya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami trichinosis ringan tanpa gejala, Anda mungkin tidak memerlukan tindakan medis.

Namun, apabila Anda mulai mengalami masalah pencernaan atau sakit otot seminggu setelah makan daging, segera periksakan diri ke dokter.

Tubuh masing-masing penderita mungkin akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi.

Oleh karena itu, pastikan Anda berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Penyebab trichinosis

Beberapa spesies parasit cacing gelang atau Trichinella yang menyebabkan infeksi pada tubuh manusia yaitu.

  • Trichinella spiralis: banyak ditemukan pada hewan karnivora dan omnivora.
  • Trichinella britovi: banyak ditemukan pada hewan karnivora.
  • Trichinella nativa: banyak terdapat pada beruang dan rubah.
  • Trichinella nelsoni: banyak terdapat pada mamalia seperti singa.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, trichinosis dibawa oleh daging hewan yang terinfeksi kemudian dikonsumsi oleh manusia.

Hewan dapat terinfeksi trichinosis ketika memakan hewan lain yang terinfeksi atau sampah yang mengandung sisa daging yang terinfeksi cacing.

Setelah daging yang terkontaminasi ini masuk ke dalam tubuh manusia, larva memasuki usus dan bereproduksi sehingga menghasilkan cacing dewasa.

Selanjutnya, cacing dewasa menyebarkan larva ke dalam aliran darah, sehingga memungkinkan cacing untuk berpindah melalui pembuluh darah dan masuk ke otot.

Setelah sampai di otot, cacing masuk ke dalam jaringan otot untuk dapat hidup lebih lama dalam tubuh manusia. Inilah yang kemudian mengakibatkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada tubuh.

Faktor-faktor risiko trichinosis

Trichinosis atau trichinellosis adalah penyakit yang bisa menyerang semua orang dari berbagai usia dengan beragam kondisi kesehatan.

Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terserang penyakit infeksi cacing gelang ini.

Berikut adalah sederet faktor risiko trichinosis.

1. Persiapan memasak daging yang kurang tepat

Cacing gelang dapat menginfeksi tubuh apabila Anda tidak memasak daging hingga matang sempurna. Alat masak yang terkontaminasi cacing, seperti pisau atau penggiling daging, juga meningkatkan risiko Anda terinfeksi.

2. Tinggal di pedesaan atau peternakan

Trichinosis banyak ditemukan di pedesaan, terutama pada daerah dengan peternakan babi.

3. Kebiasaan mengonsumsi daging hewan liar

Beberapa wilayah atau negara masih memiliki kebiasaan makan daging hewan liar, seperti beruang atau babi hutan.

Hewan-hewan ini yang paling mudah terinfeksi cacing gelang Trichinella, sehingga manusia yang memakannya pun rentan terkena infeksi pula.

Komplikasi trichinosis

Penyakit ini memang jarang menimbulkan komplikasi pada sebagian besar kasus.

Namun, jika jumlah cacing di dalam tubuh sudah terlalu banyak dan tersebar ke organ tubuh lainnya, trichinosis berpotensi mengakibatkan komplikasi yang fatal, seperti.

  • Miokarditis: peradangan pada miokardium, lapisan otot tebal di dinding jantung.
  • Ensefalitis: peradangan pada otak.
  • Meningitis: peradangan pada selaput dan cairan serebrospinal yang melapisi otak.
  • Pneumonia: peradangan pada paru-paru.

Diagnosis trichinosis

Saat proses mendiagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta menanyakan gejala-gejala yang Anda alami.

Pemeriksaan fisik tersebut termasuk menanyakan adanya gangguan pencernaan, pembengkakan di sekitar mata, peradangan otot, atau demam yang Anda alami.

Kebanyakan penyakit atau gejala cacingan dapat didiagnosis dengan tes feses. Namun, larva cacing pada penyakit trichinosis sulit ditemukan pada feses karena parasit ini cenderung bersembunyi di dalam jaringan otot setelah berpindah dari usus.

Oleh karena itu, ada pilihan lainnya untuk mendeteksi keberadaan cacing dalam proses diagnosis penyakit ini, yaitu:

Tes darah

Tim medis akan mengambil sampel darah Anda dan mengukur kadar sel darah putih atau antibodi yang biasanya menandakan adanya infeksi parasit.

Tes biopsi otot

Terkadang, dokter juga menyarankan Anda untuk menjalani tes biopsi otot. Proses ini dilakukan dengan cara mengambil sedikit jaringan otot Anda untuk diperiksa dengan mikroskop.

Pengobatan trichinosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Infeksi trichinosis tidak selalu memerlukan perawatan. Ini karena dalam beberapa kasus, infeksi akibat cacing ini bisa sembuh dalam hitungan bulan setelah pasien mengalami gejala-gejala.

Namun, bukan berarti Anda tidak perlu waspada dengan bahaya yang ditimbulkan dari penyakit ini.

Ketika menemukan gejala pada tubuh yang menyerupai infeksi cacing gelang, ada beberapa jenis obat yang dianjurkan:

Obat antiparasit

Obat cacing atau obat antiparasit adalah pengobatan pertama yang diberikan untuk mengatasi trichinosis.

Jenis obat yang biasanya diresepkan dokter adalah albendazole atau mebendazole.

Obat pereda nyeri

Apabila cacing telah memasuki jaringan otot, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri untuk meringankan rasa sakit di otot.

Kortikosteroid

Dalam beberapa kasus, trichinosis juga memicu reaksi alergi, terutama ketika cacing masuk ke dalam jaringan otot.

Dokter akan meresepkan obat kortikosteroid untuk mengendalikan peradangan pada otot.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jangan ragu melakukan konsultasi dengan dokter guna mendapat saran dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Pencegahan trichinosis

Salah satu cara terbaik untuk mencegah infeksi penyakit ini adalah dengan mempersiapkan masakan Anda dengan baik, terutama dalam proses pengolahan daging.

Berikut adalah beberapa tips mencegah trichinosis yang bisa Anda coba.

  • Pastikan Anda memasak daging hingga matang, lalu diamkan daging selama 3 menit setelah dimasak.
  • Apabila Anda mengonsumsi daging babi, simpan daging di lemari es atau freezer selama 3 minggu untuk membunuh parasit.
  • Bersihkan peralatan yang Anda gunakan untuk mengolah atau memasak daging, seperti pisau dan penggiling daging.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Trichinosis – Mayo Clinic. (2020). Retrieved December 22, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trichinosis/symptoms-causes/syc-20378583 

About Trichinellosis – CDC. (2020). Retrieved December 22, 2020, from https://www.cdc.gov/parasites/trichinellosis/gen_info/faqs.html 

Trichinellosis: Epidemiology & Risk Factors – CDC. (2020). Retrieved December 22, 2020, from https://www.cdc.gov/parasites/trichinellosis/epi.html 

Trichinosis – New York State Department of Health. (2016). Retrieved December 22, 2020, from https://www.health.ny.gov/diseases/communicable/trichinosis/fact_sheet.htm 

Furhad, S., & Bokhari, A. A. (2020). Trichinosis. In StatPearls. StatPearls Publishing.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 17/05/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus