Histoplasmosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi histoplasmosis

Histoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan karena menghirup spora dari jamur yang sering ditemukan di kotoran burung dan kelelawar. Penyakit ini sering kali menyebar ketika spora jamur mencemari udara, sering kali selama pembersihan atau pembongkaran proyek.

Tanah yang terkontaminasi oleh kotoran burung atau kelelawar juga dapat menyebarkan histoplasmosis, sehingga petani, tukang bangunan, dan pekerja lapangan berisiko tinggi untuk tertular penyakit ini.

Kebanyakan orang yang menderita kondisi ini tidak pernah mengalami gejala dan tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi.

Namun, untuk beberapa orang, terutama bayi dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, histoplasmosis bisa jadi kondisi serius. Pengobatan efektif tersedia bahkan untuk bentuk histoplasmosis yang paling parah.

Seberapa umumkah histoplasmosis?

Penyakit ini sangat umum terjadi dan bisa mengenai pasien pada usia berapa pun.

Histoplasmosis paling banyak ditemukan pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang bermasalah atau melemah, misalnya pada pasien pengidap HIV/AIDS.

Risiko tersebut semakin tinggi jika pasien HIV/AIDS tidak mendapatkan pengobatan antiretroviral (ART) yang baik, atau tinggal di daerah dengan fasilitas kesehatan yang kurang memadai.

Salah satu contohnya adalah di Amerika Latin. Histoplasmosis adalah penyakit infeksi yang paling umum ditemukan pada pengidap HIV/AIDS di sana. Menurut situs CDC, diperkirakan 30% pasien HIV dengan histoplasmosis meninggal karena penyakit ini.

Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala histoplasmosis

Ada beberapa jenis histoplasmosis. Bentuk yang paling ringan biasanya tidak menimbulkan tanda-tanda atau gejala apa pun, tetapi infeksi yang parah dapat mengancam nyawa.

Tanda-tanda dan gejala biasanya muncul 3-17 hari setelah pasien pertama kali terpapar spora jamur. Berikut adalah gejala-gejala infeksi parasit jamur yang mungkin muncul:

  • Demam
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Batuk kering
  • Dada tidak nyaman

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat menimbulkan nyeri sendi dan ruam. Orang yang pada dasarnya memiliki penyakit paru-paru, seperti emfisema, dapat terkena bentuk kronis dari kondisi ini.

Gejala histoplasmosis kronis dapat meliputi penurunan berat badan dan batuk berdarah. Bahkan, terkadang gejalanya juga dapat menyerupai gejala tuberkulosis.

Jenis penyakit ini yang paling parah biasanya terjadi pada bayi dan pada orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini disebut dengan histoplasmosis yang mewabah.

Jenis ini dapat memengaruhi hampir setiap bagian tubuh, termasuk mulut, hati, sistem saraf pusat, kulit, dan kelenjar adrenal. Jika tidak diobati, histoplasmosis mewabah ini biasanya berakibat fatal.

Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala seperti flu setelah terpapar kotoran burung atau kelelawar. Apalagi jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Tubuh masing-masing pasien mungkin akan mengalami tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Oleh karena itu, selalu konsultasikan apa pun masalah kesehatan yang Anda alami guna mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Penyebab histoplasmosis

Histoplasmosis disebabkan oleh sel-sel reproduktif jamur Histoplasma capsulatum. Spora ini sangat ringan dan bisa melayang ke udara ketika kotoran atau bahan terkontaminasi lainnya terganggu.

Bahkan jika pernah terkena penyakit ini sebelumnya, Anda masih bisa terkena infeksi ini lagi, dengan kemungkinan yang lebih ringan daripada infeksi pertama.

Jamur penyebab penyakit ini tumbuh subur di tanah yang kaya akan bahan organik, terutama di kotoran burung dan kelelawar.

Oleh karena itulah, jamur ini paling sering terdapat di kandang ayam dan merpati, lumbung tua, gua, dan taman. Penyakit ini bukan penyakit menular, sehingga tidak dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya.

Faktor risiko histoplasmosis

Semua orang bisa terkena histoplasmosis. Namun, kemungkinan untuk terkena penyakit ini meningkat seiring dengan jumlah spora yang dihirup.

Selain itu, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena infeksi jamur ini. Berikut adalah deretan faktor risiko yang ada:

1. Usia

Golongan yang paling berisiko untuk terinfeksi berat adalah anak-anak usia sangat dini dan lansia.

Keduanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, sehingga lebih mungkin untuk terkena histoplasmosis mewabah, yaitu bentuk yang paling serius dari penyakit ini.

2. Memiliki pekerjaan tertentu

Profesi dengan kemungkinan lebih tinggi untuk terpapar spora adalah:

  • Petani
  • Pekerja pest control
  • Penjaga unggas
  • Pekerja konstruksi
  • Tukang atap
  • Tukang bangunan dan tukang kebun
  • Penjelajah gua

3. Mengidap penyakit atau minum obat tertentu

Faktor lain yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan membuat Anda lebih rentan terkena penyakit ini adalah:

  • HIV atau AIDS
  • Kemoterapi kanker intensif
  • Obat-obatan kortokosteroid, seperti prednisone
  • TNF inhibitor, sering kali digunakan untuk mengendalikan rheumatoid arthritis (rematik)
  • Obat-obatan yang mencegah penolakan transplantasi (cangkok) organ

Komplikasi histoplasmosis

Histoplasmosis dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius, bahkan pada orang yang sehat.

Untuk bayi, lansia, dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, potensi masalahnya sering kali mengancam nyawa. Komplikasi dapat meliputi:

  • Sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS)
    Histoplasmosis bisa merusak paru-paru hingga ke titik kantung udara mulai terisi oleh cairan. Ini mencegah pertukaran udara yang efisien dan dapat sangat mengurangi kadar oksigen dalam darah.
  • Masalah jantung
    Komplikasi lain akibat gangguan ini adalah peradangan perikardium, kantung yang menyelimuti jantung, disebut perikarditis. Ketika cairan dalam kantung ini meningkat, hal ini dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah secara efisien.
  • Kekurangan adrenal
    Histoplasmosis dapat merusak kelenjar adrenal, yang memproduksi hormon yang memberikan instruksi kepada hampir setiap organ dan jaringan tubuh.
  • Meningitis
    Dalam beberapa kasus, histoplasmosis dapat menyebabkan meningitis, suatu infeksi dan radang selaput yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang.

Diagnosis dan pengobatan histoplasmosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Mendiagnosis penyakit ini mungkin agak rumit, tergantung pada area tubuh yang terinfeksi.

Tes medis biasanya tidak diperlukan untuk kasus histoplasmosis yang bersifat ringan. Namun, hal ini bisa jadi sangat berguna untuk membantu memilih pengobatan yang sesuai untuk kasus yang tergolong berat.

Tes yang tersedia untuk mendiagnosis penyakit ini memiliki batasan. Misalnya, bisa diperlukan hingga enam minggu untuk mendapatkan hasil dari beberapa tes.

Dokter dapat menganjurkan tes medis untuk mencari bukti adanya penyakit ini dari sampel:

  • Cairan paru-paru
  • Darah atau urine (air kencing)
  • Jaringan paru dari biopsi
  • Sumsum tulang

Para peneliti masih berusaha untuk mengembangkan teknologi yang lebih baik untuk mendiagnosis kondisi ini.

Bagaimana cara mengobati histoplasmosis?

Pengobatan biasanya tidak diperlukan jika kondisi yang Anda miliki Anda tergolong ringan.

Namun, jika gejala Anda parah atau jika memiliki bentuk kronis atau mewabah dari penyakit ini, Anda kemungkinan akan membutuhkan pengobatan dengan satu atau lebih obat antijamur.

Salah satu jenis obat antijamur yang sering diresepkan untuk histoplasmosis adalah itraconazole. Obat ini dapat tersedia dalam bentuk pil, tetapi bentuk yang paling kuat dapat diberikan lewat infus.

Apakah penyakit histoplasmosis bisa datang lagi di lain waktu?

Jika Anda sudah pernah terkena histoplasmosis dan sembuh setelah menjalani pengobatan, tidak menutup kemungkinan penyakit ini kembali menyerang di lain waktu.

Namun, biasanya tubuh sudah memiliki sistem kekebalan yang lebih baik setelah sembuh dari penyakit ini, sehingga Anda tidak akan merasakan gejala yang parah jika terserang lagi suatu saat.

Pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, histoplasmosis dapat “bersembunyi” di dalam tubuh selama beberapa bulan atau tahun, kemudian menimbulkan gejala-gejala setelahnya. Kondisi ini disebut juga dengan relaps infeksi.

Pencegahan histoplasmosis

Setelah mengetahui bahaya dari penyakit ini, Anda perlu memahami pula cara-cara mencegah terkena paparan spora jamur.

Langkah-langkah berikut ini dapat membantu Anda mencegah terjangkit histoplasmosis:

  • Hindari paparan
    Jika sistem kekebalan tubuh Anda terganggu, hindari proyek renovasi dan konstruksi bangunan yang dapat membuat Anda terpapar tanah yang terkontaminasi. Begitu juga dengan penjelajahan gua dan mengembangbiakkan burung, seperti merpati atau ayam, hal tersebut tidaklah dianjurkan.
  • Semprot tanah yang terkontaminasi
    Sebelum bekerja atau menggali di tanah yang kemungkinan mengandung jamur penyebab penyakit ini, semprot secara menyeluruh dengan air. Hal ini dapat mencegah jamur dilepaskan ke udara. Menyemprot kandang ayam dan kandang lain sebelum membersihkannya juga dapat mengurangi risiko Anda.
  • Pakai masker
    Salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari organisme yang terkandung dalam tanah adalah dengan menggunakan masker pernapasan

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Herpes Genital

Herpes genital adalah infeksi menular seksual akibat virus herpes simpleks. Apa penyebab dan seperti apa gejalanya? Cari tahu di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Seksual, Penyakit Menular Seksual 25 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Cantengan (Ingrown Toenail, Onychocryptosis)

Cantengan (ingrown toenail, onychocryptosis) adalah kondisi yang biasanya terjadi di jempol kaki, di mana ujung kuku tumbuh ke bawah kulit.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Jamur Kuku (Tinea Unguium)

Jamur kuku (tinea unguium) adalah kondisi kuku jari tangan atau kuku jari kaki terkena infeksi jamur. Kenali gejala dan penyebabnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
cara menjaga kebersihan makanan

5 Cara Menjaga Kebersihan Makanan agar Terhindar dari Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
trikomoniasis

Trikomoniasis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
Penyembuhan pasca kuret

3 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Penyembuhan Pasca Kuret agar Cepat Pulih

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit