Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mencegah Infeksi Penyakit Cat Scratch Disease

Mencegah Infeksi Penyakit Cat Scratch Disease

Bermain dengan kucing kesayangan adalah aktivitas yang sangat menyenangkan dan dapat menjadi pelepas stres. Namun, Anda tetap perlu berhati-hati agar tidak tercakar. Cakaran kucing bisa membuat Anda tertular penyakit seperti cat scratch disease. Lantas, bagaimana cara mencegah cat scratch disease?

Cara mencegah cat scratch disease

Banyak orang yang menganggap remeh cakaran atau gigitan kucing. Padahal, cakaran dan gigitan kucing juga bisa menimbulkan penyakit cat scratch disease.

Bagian mulut dan cakar kucing dapat menjadi tempat tinggal banyak bakteri, salah satunya adalah Bartonella henselae. Diperkirakan hampir setengah dari total populasi kucing pernah terinfeksi atau memiliki bakteri ini.

Bila terlanjur terinfeksi, maka Anda akan mengalami berbagai gejala seperti demam, sakit kepala, mual, dan muntah.

Meski kebanyakan kasusnya ringan, tentunya akan lebih baik bila Anda mencegah cat scratch disease dengan cara seperti di bawah ini.

1. Cuci tangan setelah bermain dengan kucing

Walau tidak tercakar atau tergigit, Anda tetap harus cuci tangan setiap usai bermain dengan kucing. Sebab, Anda tak pernah tau akan adanya bakteri, kuman, atau kotoran lainnya yang dapat berpindah ke tangan Anda.

Cucilah tangan Anda menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jangkau seluruh bagian tangan, termasuk jari-jari Anda. Bila perlu, pakai hand sanitizer untuk perlindungan ekstra.

2. Segera obati luka cakaran atau gigitan kucing

Setelah tergigit atau tercakar oleh kucing, banyak orang yang membiarkannya sampai sembuh sendiri. Padahal, mengobati lukanya segera sangatlah penting dalam mencegah cat scratch disease.

Segera lakukan penanganan bila dicakar kucing dengan langsung membilas area yang terkena cakaran atau gigitan di bawah air mengalir. Selanjutnya bersihkan luka menggunakan sabun, lalu oleskan obat luka dengan lembut.

Biasanya, luka yang ringan tidak perlu ditutup dan lebih baik dibiarkan terbuka guna mempercepat penyembuhan. Namun bila lukanya lebih dalam, Anda mungkin perlu mengoleskan krim antibiotik untuk mencegah infeksi.

3. Hindari jilatan kucing pada luka

Hal ini harus Anda waspadai bila Anda masih dalam pemulihan luka. Seperti yang telah disebutkan, bakteri bisa berkumpul di dalam area mulut kucing. Bila luka terjilat oleh kucing, maka bakteri dapat masuk ke dalam luka dan menimbulkan infeksi.

Oleh karena itu, kurangi waktu bermain Anda bersama kucing setidaknya sampai luka sembuh. Anda juga bisa menutup luka dengan perban.

4. Menjaga kebersihan kucing

Selain melindungi diri, Anda juga harus memastikan kucing kesayangan Anda bersih dari kuman bila ingin terhindar dari cat scratch disease. Lakukan perawatan pada kucing secara teratur, seperti memotong cakar atau membersihkan bulunya.

Memotong cakar kucing bisa Anda lakukan setiap sepuluh hari atau dua minggu sekali. Anda cukup memotong cakarnya hingga sekitar 2 milimeter. Pastikan tidak sampai memotong garis merah muda di dasar kuku, sebab kucing bisa terluka. Bila kesulitan, mintalah bantuan dokter hewan atau groomer.

Sebenarnya, kucing tidak perlu mandi. Banyak kucing yang tidak suka dimandikan karena hal ini dapat membuat mereka stres. Mandi baru disarankan bila kucing Anda memiliki penyakit atau masalah pada kulitnya. Jika Anda tetap ingin memandikan si kucing, cukup lakukan sekitar 4-6 minggu sekali.

5. Periksakan kucing ke dokter hewan secara berkala

Untuk mencegah cat scratch disease, salah satu hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah menghindari kucing Anda sendiri dari infeksi.

Pastikan kucing kesayangan Anda mendapatkan vaksinasi untuk melindungi mereka dari bakteri dan virus. Biasanya dokter akan memberikan informasi mengenai vaksin apa saja yang harus didapatkan kucing Anda di tahun pertamanya.

Setelah itu, kucing Anda mungkin masih membutuhkan vaksin setiap setahun sekali, terutama bila kucing banyak menghabiskan waktu di luar rumah atau bermain dengan kucing jalanan. Pemeriksaan tahunan juga penting untuk menjaga kucing agar selalu sehat.

Pada intinya, dalam mencegah cat scratch disease, Anda harus senantiasa memperhatikan kebersihan diri sendiri, kucing Anda, dan lingkungan sekitar.

Terkadang, kucing yang telah terinfeksi tidak memperlihatkan gejala. Kendati demikian, pada beberapa kasus, infeksi dapat menimbulkan masalah yang bisa membuat mereka sulit bernapas.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter bila Anda khawatir akan kemungkinan infeksi bakteri pada kucing.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cat-Scratch Disease: Causes, Prevention, and Treatment. (2020). Family Doctor. Retrieved 6 October 2021, from https://familydoctor.org/condition/cat-scratch-disease/

Proper Hygiene When Around Animals. (2016). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 6 October 2021, from https://www.cdc.gov/healthywater/hygiene/etiquette/around_animals.html

What You Should Do for a Cat bite or Scratch. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 6 October 2021, from https://health.clevelandclinic.org/cat-bites-scratches/

How Often Do I Need to Groom My Cat? (2019). RSPCA Knowledgebase. Retrieved 6 October 2021, from https://kb.rspca.org.au/knowledge-base/how-often-do-i-need-to-groom-my-cat/

Clipping Your Cat’s Claws. (n.d.). Washington State University College of Veterinary Medicine. Retrieved 6 October 2021, from https://www.vetmed.wsu.edu/outreach/Pet-Health-Topics/categories/procedures/cats/clipping-your-cat%27s-claws

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri