Pentingnya Minum Cairan Elektrolit Saat Kena DBD

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hingga saat ini, penyakit demam berdarah dengue alias DBD masih terus menghantui masyarakat Indonesia. Diperkirakan setiap harinya, ada 2 orang yang kehilangan nyawa akibat penyakit ini. Untuk, itu pasien DBD perlu mendapatkan perawatan yang tepat, salah satunya memperbanyak cairan elektrolit.

Cairan elektrolit bukan hanya mengandung air, tapi juga natrium, kalium, klorin, magnesium, kalsium, dan mineral lainnya. Minuman ini umumnya sering diminum setelah berolahraga. Sebenarnya, kenapa pasien demam berdarah butuh banyak cairan ini? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Alasan pasien DBD butuh cairan elektrolit

Penyakit demam berdarah atau dengue hemorrhage fever disebabkan oleh virus Den-1, Den-2, Den-3, dan Den-4 yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini menimbulkan gejala demam tinggi mendadak lebih dari 39 derajat Celcius, sakit kepala atau nyeri di bagian belakang mata, dan ruam kemerahan di kulit.

Pasien yang terinfeksi virus bisa mengalami gejala ringan yang dapat disembuhkan dengan rawat jalan. Namun, ada juga yang mengalami gejala parah sehingga butuh rawat inap. Nah, kunci utama penanganan untuk penyakit ini adalah meningkatkan asupan cairan, salah satunya cairan elektrolit.

Cairan elektrolit dapat membantu tubuh untuk melancarkan metabolisme, menyeimbangkan kadar air, memastikan organ tubuh bekerja secara normal, dan membawa nutrisi ke dalam sel. Termasuk meringankan kondisi pasein DBD.

Saat virus masuk ke tubuh, sistem imun secara otomatis akan mengeliminasi virus tersebut dari tubuh dengan memproduksi antibodi. Sayangnya, pada penyakit demam berdarah, sistem imun tidak mampu melawan virus. Padahal, sistem imun sudah mengaktifkan sel endotel, yaitu lapisan tunggal yang membungkus pembuluh darah.

“Awalnya, celah pada sel endotel sangatlah kecil. Namun semakin sering diaktifkan oleh sistem imun, celahnya akan semakin besar. Akibatnya, plasma darah yang terdiri dari 91% air, glukosa, dan nutrisi lainnya bisa keluar dari pembuluh darah”, jelas Dr. dr. Leonard Nainggolan, Sp.PD-KPTI, dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Saat ditemui tim Hello Sehat di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/11), dr. Leonard memaparkan bahwa kebocoran plasma akibat penyakit demam berdarah bisa menyebabkan aliran darah jadi lebih lambat. Jika tidak segera ditangani, sel-sel dalam tubuh tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga fungsi tubuh bisa terganggu. Bahkan, bisa menyebabkan kematian jika kondisinya semakin parah.

Jadi, cairan tubuh yang hilang akibat kebocoran plasma harus segera diganti dengan cairan yang komponennya yang hampir sama dengan plasma darah, misalnya cairan elektrolit. Sebuah studi menunjukkan bahwa pasien DBD yang mendapatkan cairan elektrolit lebih banyak, memiliki risiko rawat inap lebih rendah. Itu artinya, pasien kemungkinan besar terhindar dari kondisi yang lebih parah.

Apakah cuma cairan elektrolit yang bisa diminum pasien DBD?

Cairan yang hampir sama komponennya dengan plasma darah bukan hanya cairan elektrolit. Pasien bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan minuman elektrolit dari susu, minuman bergula, air cucian beras, oralit, dan jus buah.

Yang terpenting, jangan biarkan pasien hanya memeroleh cairan dari air putih saja. Air putih mengandung sangat sedikit mineral dibanding cairan elekrolit atau minuman lain yang dianjurkan sehingga tidak akan cukup menggantikan plasma darah yang hilang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pentingnya Asupan Vitamin C untuk Bantu Lawan Demam Berdarah

Tindakan untuk mencegah demam berdarah tak hanya menjaga kebersihan ingkungan saja tetapi Anda juga perlu memenuhi nutrisi seperti asupan vitamin C harian.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
vitamin untuk mencegah demam berdarah
Nutrisi, Hidup Sehat 8 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Tubuh Terasa Lemas Setelah Pengobatan DBD Selesai?

Tubuh lemas setelah pasien DBD menjalani pengobatan, ini wajar adanya. Untuk memulihkan tubuh kembali seperti semula, ada hal yang perlu diperhatikan.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Penyakit Infeksi, Demam Berdarah 8 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Semua Pasien DBD Perlu Transfusi Ketika Trombosit Turun?

Dalam kondisi tertentu, pasien DBD memerlukan transfusi darah karena trombosit turun. Adapun cara untuk meningkatkan trombosit dengan cara yang alami.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Penyakit Infeksi, Demam Berdarah 7 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Beragam Hal yang Harus Diperhatikan Agar Tidak Terkena DBD Lagi

Meski pernah mengalami DBD, seseorang tetap rentan mengalami DBD berulang, akibat dari tipe virus penyebab DBD yang berbeda dan tidak melakukan pencegahan.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Penyakit Infeksi, Demam Berdarah 7 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala demam

Jangan Disepelekan, 3 Gejala Demam Ini Perlu Perawatan Serius

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
trombositopenia adalah

Trombositopenia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab trombosit turun dan cara menaikkan trombosit

Berbagai Penyebab Trombosit Turun dan Cara Menaikkan Jumlahnya Normal Kembali

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 8 menit
kebutuhan cairan anak balita

Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 14 April 2020 . Waktu baca 7 menit