Mengenal Albumin, Protein yang Penting bagi Tubuh Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Albumin adalah protein dalam darah manusia yang diproduksi oleh hati dan punya fungsi penting untuk kelangsungan hidup Anda. Ketika kadarnya berada di atas atau di bawah normal, Anda mungkin tengah mengalami kondisi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengenal lebih dekat tentang protein dalam darah yang satu ini dan memahami fungsinya. 

Apa itu albumin?

tes serum albumin

Albumin adalah protein paling banyak yang ditemukan di plasma darah, yaitu 3,4-5,4 gram per desiliter (34 hingga 54 gram per liter) darah pada orang dewasa yang sehat. Protein ini terbentuk di hati dan akan dipindahkan ke aliran darah. 

Albumin berfungsi untuk menjaga cairan dalam aliran darah agar tidak bocor ke jaringan lain. Protein ini juga membawa berbagai zat ke seluruh tubuh Anda, termasuk hormon, vitamin, dan enzim. 

Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan di National Center for Biotechnology Information, protein ini juga dapat mengangkut berbagai obat-obatan, termasuk:

  • Metadon
  • Propranolol
  • Thiopental
  • Furosemide
  • Warfarin
  • Methotrexate
  • Alfentanil

Albumin dapat ditemukan di aliran darah, ruang interstisial (celah di antara sel), serta cairan lainnya. Jika protein ini ditemukan dalam cairan tubuh lainnya dalam jumlah yang besar, seperti di rongga perut atau urine, artinya Anda sedang mengalami penyakit tertentu. 

Kadar protein penting dalam tubuh ini dapat dideteksi dengan tes yang dilakukan bersamaan dengan tes lain, seperti panel metabolik komprehensif atau comprehensive metabolic panel (CMP). 

Bagaimana jika kadarnya abnormal?

Jumlah abnormal kadar protein ini bisa jadi menandakan Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu. Orang dengan penyakit hati dan ginjal merupakan orang yang paling berisiko memiliki kadar albumin yang abnormal.

Orang yang sistem pencernaannya tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik dan mereka yang mengalami diare berkepanjangan juga berisiko mengalami kondisi ini. Hasil yang abnormal menandakan perlunya pengujian lebih lanjut. Berikut penjelasan lengkapnya.

Kadar albumin rendah

penyebab penyakit ginjal, konsumsi protein berlebih

Kadar albumin yang rendah dalam darah menandakan kondisi yang disebut dengan hipoalbuminemia. Kondisi ini terjadi karena produksinya menurun atau terlalu banyak albumin yang hilang melalui ginjal (urine), saluran pencernaan (gastrointestinal), kulit, atau ruang ekstravaskuler. 

Tubuh yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi juga bisa membuat protein dalam darah ini menjadi rendah. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang menyebabkan kadar albumin menurun, yaitu:

  • Usai menjalani operasi penurunan berat badan
  • Penyakit Crohn (radang saluran pencernaan)
  • Diet rendah protein
  • Penyakit celiac (kerusakan selaput usus kecil akibat makan gluten)
  • Penyakit Whipple (kondisi yang dapat mencegah usus memberikan nutrisi ke seluruh tubuh)

Rendahnya albumin mungkin juga menandakan Anda mengalami kondisi di bawah ini:

Pengobatan untuk kondisi ini tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika Anda mengalami penyakit kritis, seperti luka bakar, Anda mungkin akan diberikan albumin tambahan dalam bentuk infus. 

Kadar albumin tinggi

dehidrasi saat puasa

Tak hanya rendah, kadar yang tinggi juga mungkin menandakan kondisi kesehatan tertentu. Berikut kondisi yang dapat menyebabkan kadar albumin meningkat:

  • Dehidrasi
  • Diet tinggi protein
  • Diare parah
  • Infeksi akut
  • Luka bakar
  • Serangan jantung
  • Menggunakan tourniquet (alat untuk menghentikan perdarahan) dalam waktu yang lama

Albuminuria

gejala kanker ginjal

Albuminuria atau yang disebut juga dengan proteinuria adalah tanda penyakit ginjal yang berarti urine Anda mengandung terlalu banyak protein ini. 

Ginjal berfungsi menyaring darah. Ginjal yang sehat seharusnya tidak akan meloloskan albumin yang berada di aliran darah untuk dibuang melalui urine. Namun, kerusakan ginjal memungkinkan hal ini terjadi. Jadi, semakin sedikit jumlahnya dalam urine Anda, semakin baik. 

Jika Anda mengalami gejala penyakit ginjal atau liver, dokter mungkin akan merekomendasikan tes albumin. 

Berikut adalah tanda dan gejala penyakit hati yang mungkin menjadi penyebab kadar albumin abnormal:

  • Penyakit kuning, ditandai dengan kulit dan mata yang menguning
  • Kelelahan  
  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan selera makan
  • Urine berwarna gelap
  • Feses berwarna pucat

Sementara itu, berikut ini adalah tanda dan gejala penyakit ginjal yang menjadi penyebab kadar protein tubuh satu ini abnormal:

  • Bengkak di sekitar perut, paha, atau wajah
  • Lebih sering buang air kecil terutama pada malam hari
  • Urine berbusa, berdarah, atau berwarna kopi
  • Mual
  • Kulit yang gatal

Kadar albumin yang berada di atas atau di bawah kadar normal tidak selalu menandakan Anda memiliki kondisi yang kondisi tertentu yang membutuhkan perawatan. Obat-obatan tertentu, seperti steroid, insulin, dan hormon, juga bisa meningkatkan kadarnya. Sementara itu, obat lain, seperti pil KB, dapat menurunkan kadar albumin Anda. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

hipoalbuminemia (hipoalbumin) kekurangan albumin rendah

Mengenal Hipoalbuminemia, Saat Tubuh Kekurangan Albumin

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
cek dan pemeriksaan asam urat

Pemeriksaan Albumin

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
plasbumin

Plasbumin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2019 . Waktu baca 9 menit
manfaat ikan gabus

5 Manfaat Ikan Gabus yang Mengejutkan Bagi Kesehatan

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2017 . Waktu baca 3 menit