Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Rencana Vaksinasi COVID-19 di Indonesia?

Bagaimana Rencana Vaksinasi COVID-19 di Indonesia?

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Rencana vaksinasi COVID-19 di Indonesia semakin dekat. Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan imunisasi COVID-19 dilakukan dengan dua jalur yakni peserta program pemerintah dan peserta mandiri.

Vaksin buatan mana yang digunakan? Bagaimana efektivitasnya? Bagaimana alur pendaftarannya? Simak ulasan berikut ini.

Bagaimana proses vaksinasi COVID-19 di Indonesia

alur pendaftaran program imunisasi vaksin COVID-19 di Indonesia

Pemerintah Indonesia menetapkan hanya 6 vaksin COVID-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi masyarakat Indonesia.

Keenam vaksin tersebut adalah vaksin COVID-19 buatan PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, Moderna, Pfizer dan BioNTech, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), dan Sinovac Biotech Ltd.

Keenam vaksin itu disebut sebagai kandidat vaksin COVID-19 yang paling menjanjikan keefektifannya. Dua diantaranya, yakni Moderna dan Pfizer telah mengeluarkan hasil sementara uji klinis tahap akhir yang menunjukkan keefektifan lebih dari 90 persen.

Sementara itu untuk vaksin Sinovac yang diproduksi oleh perusahaan biofarmasi asal China masih menjalani uji klinis tahap 3. Belum ada hasil pengujian yang dapat membuktikan efektivitas vaksin ini. Namun berdasarkan uji klinis fase 1 dan 2, vaksin ini mampu memicu produksi antibodi dalam kurun waktu 14 hari. Meski begitu antibodi yang dihasilkan masih lebih rendah ketimbang antibodi alami yang terbentuk dalam tubuh pasien yang sembuh dari COVID-19.

Hasil uji klinis fase 3 vaksin ini diprediksi baru akan diketahui pada Mei 2021. Namun Pemerintah Indonesia telah berani membeli 3 juta dosis vaksin Sinovac. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin tersebut telah tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Minggu (6/12), sisanya akan dikirim pada Januari 2021.

Kapan masyarakat bisa melakukan vaksinasi COVID-19?

rencana vaksinasi covid-19 di Indonesia

Walaupun vaksin Sinovac buatan China telah tiba di Indonesia, tapi vaksin tersebut belum bisa didistribusikan karena belum mendapatkan izin edar dari BPOM.

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia akan dimulai setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dan fatwa halal dari MUI. Kepala BPOM memperkirakan izin tersebut akan dikeluarkan pada minggu ketiga atau keempat bulan Januari 2021. Sedangkan izin edar resmi, yang bukan EUA, baru bisa dikeluarkan setelah hasil uji klinis tahap 3 selesai dan dipublikasi secara resmi.

Cara mendapatkan vaksin

Rencana program vaksinasi COVID-19 di Indonesia akan dilakukan dengan dua jalur, yakni jalur program pemerintah dan peserta mandiri. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor HK.01.07/ Menkes/ 9860/ 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disesase 2019 (COVID-19).

Targetnya pemerintah akan melakukan vaksinasi kepada 67% dari 160 juta penduduk yang berusia 18-59 tahun, atau sekitar 107.206.544 orang. Sekitar 30% akan diikutkan dalam program pemerintah, sementara 70% sisanya ditargetkan untuk mengikuti vaksin mandiri.

Program pemerintah adalah vaksinasi COVID-19 yang diberikan secara gratis. Ini dikhususkan bagi mereka yang masuk dalam kategori kelompok prioritas, tenaga kesehatan, aparat hukum, tokoh agama, dan aparatur pemerintah pusat sampai daerah.

Pelaksanaan imunisasi vaksin COVID-19 jalur ini akan dikerjakan langsung oleh Kementerian Kesehatan. Sedangkan vaksinasi mandiri akan dikerjakan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Berbeda dengan vaksin pemerintah yang didapatkan dengan gratis, vaksin mandiri ini berbayar dari uang pribadi. Namun belum diketahui berapa harga untuk dua kali suntik vaksin tersebut.

“Vaksin mandiri tahap awal memang ditugaskan untuk yang saat ini ekonominya baik, yang mampu,” kata Menteri BUMN, dalam webinar bertema Kesiapan Infrastruktur Data Vaksinasi COVID-19, Selasa (24/11).

Setelah berbagai protes, Jokowi akhirnya memutuskan untuk menggratiskan vaksin COVID-19 bagi semua. “Jadi setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan setelah melakukan kalkulasi ulang, melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan negara, dapat saya sampaikan bahwa vaksin Covid-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi gratis, tidak dikenakan biaya sama sekali,” kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, pada Rabu (16/12)

Cara mendaftar untuk mendapatkan vaksin

Saat ini orang yang bisa mendapatkan vaksin COVID-19 hanya kelompok usia 18-59 tahun tanpa komorbid berbahaya. Jadi orang di luar kelompok usia tersebut belum bisa mendaftar karena vaksinnya belum tersedia.

Bagi yang memenuhi syarat berikut bisa mendaftarkan diri dalam program vaksinasi COVID-19 mandiri melalui aplikasi atau website. Dalam hal ini Kementerian BUMN menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) dan PT Bio Farma untuk membangun aplikasi dan website termasuk keseluruhan infrastruktur pendistribusian vaksin.

Pendaftaran vaksin COVID-19 jalur mandiri bisa dilakukan melalui aplikasi atau website, sedangkan bagi mereka yang berada di daerah minim internet akan dibantu oleh petugas setempat seperti babinsa.

Pendaftaran ini dilakukan dengan memesan lebih dulu atau pre-order vaksin. Data yang dibutuhkan untuk reservasi vaksinasi COVID-19:

  1. No. KTP
  2. Nomor handphone
  3. Nama lengkap
  4. Tempat dan tanggal lahir
  5. Alamat tinggal
  6. Jenis Kelamin
  7. Status perkawinan
  8. Pekerjaan
  9. Foto KTP atau foto kartu keluarga untuk pendaftaran satu keluarga.

Setelah melakukan pembayaran pasien akan menerima QR code bukti pembayaran yang nantinya akan digunakan untuk validasi di tempat vaksinasi. Informasi-informasi lanjutan terkait jadwal penyuntikan dosis pertama dan dosis kedua akan terus diberikan melalui aplikasi tersebut.

Nantinya orang yang telah melakukan vaksinasi dengan dosis lengkap ini akan mendapatkan sertifikat tanda telah divaksin. Sertifikat ini bisa digunakan salah satunya untuk keperluan bepergian.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/9860/2020 Tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). 3 Desember 2020.
  • Webinar Kementerian BUMN bertema Kesiapan Infrastruktur Data Vaksinasi COVID-19, Selasa (24/11).
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 31/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x