Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia sepertinya masih belum akan berakhir dalam waktu dekat. Alih-alih berkurang, penyebaran virus ternyata masih terus meningkat. Hal ini tentunya menjadi peringatan bagi semua keluarga untuk semakin meningkatkan protokol kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih walau berada di rumah.

Klaster keluarga, unit sosial terkecil transmisi COVID-19

Apa Anda tahu bahwa sekarang ini terdapat klaster keluarga? Ya, tanpa disadari kelompok usia produktif dengan aktivitas banyak di luar rumah sering melupakan protokol kesehatan. Ketika tiba di rumah mereka merupakan sumber penularan terhadap orang yang tinggal serumah akibat kontak erat tanpa penggunaan masker dan menyebabkan sekeluarga semakin berisiko terinfeksi coronavirus.

Dilansir dari beberapa situs resmi pemerintahan, para relawan serta tentunya para petugas gugus COVID-19 menekankan bahwa kemunculan klaster keluarga membuat kedisiplinan protokol kesehatan harus semakin ditegakan. Hidup sehat dan bersih dapat menjadi salah satu langkah untuk melindungi keluarga di rumah.

Salah satu situs resmi pemerintah yaitu Jabarprov.go.id, menuturkan bahwa perlunya meningkatkan kepatuhan masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Tegakkan protokol kesehatan disertai prinsip hidup sehat dan bersih di rumah

Selama menghabiskan waktu di rumah, upayakan agar semua anggota keluarga membiasakan gaya hidup sehat dan bersih agar daya tahan tubuh tidak menurun. 

Menjaga dan memperbaiki pola makan

Pertama-tama, mulai dengan menjaga pola makan sehingga tidak mudah sakit. Perhatikan asupan makanan sehat yang mengandung karbohidrat, serat, dan protein agar tetap seimbang. Pastikan juga kebutuhan harian vitamin (A, C dan D) dan mineral  senantiasa terpenuhi dengan mengonsumsi buah seperti apel, jeruk, jambu biji atau pepaya, termasuk memperolehnya dari suplemen atau multivitamin.

Menegakkan protokol pencegahan COVID-19

Protokol kesehatan yang sudah sering disampaikan di berbagai media tentunya tidak boleh dilupakan. Sehat dan bersih di rumah dimulai dari sering mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun selama 20 detik, serta mandi teratur minimal dua kali sehari menggunakan sabun antibakteri. 

Ketika ke luar rumah pastikan menggunakan masker dengan benar, tidak memakai atau meminjamkan masker kepada orang lain serta selalu membawa masker cadangan untuk mengganti masker bila kotor dan basah. Hindari kerumunan dan jaga jarak minimal 2 meter, selalu membawa hand-sanitizer agar dapat digunakan sewaktu-waktu. 

Sesampainya di rumah, segera lepas sepatu dan simpan di tempat yang aman sebelum masuk ke dalam ruangan, lepas masker yang digunakan dan segera cuci tangan, ganti baju dan mandi, pisahkan baju kotor agar tidak tercampur.

Membersihkan diri atau mandi merupakan hal penting bagi Anda yang masih melakukan aktivitas di luar rumah. Pastikan untuk memilih sabun yang bisa memberikan perlindungan ekstra, misalnya yang memiliki kandungan Sanisol (Benzalkonium Chloride) dan IPMP (Isopropyl methylphenol), agar kulit tetap sehat dan bersih dari kuman.

Rutin olahraga dan istirahat yang cukup

Tidurlah minimal selama 8 jam sehari. Untuk membantu memudahkan tidur dan menerapkan prinsip hidup sehat, lakukan beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan di dalam ruangan misalnya senam atau yoga selama minimal 30 menit.

Anda sebenarnya tetap boleh melakukan olahraga luar rumah seperti jalan santai, jogging, atau bersepeda asalkan dilakukan secara individual sehingga mengurangi risiko tertular dengan orang lain. Upayakan untuk langsung mandi agar menjaga tubuh tetap sehat dan bersih bebas dari kuman dan bahkan virus  sesampainya di rumah.

Jangan lupa, selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, perhatikan cara memakai dan melepas masker yang benar dengan memegang bagian tali dan tidak memegang bagian muka masker.

Hindari stres dengan kegiatan positif

Ketika berada di rumah terus menerus tentunya akan membuat anda jenuh. Selain itu anak juga akan merasakan hal yang sama karena harus melakukan pembelajaran jarak jauh. Untuk itu, anda dapat  lakukan kegiatan positif bersama di rumah seperti berkebun, memasak, melukis atau membereskan rumah bersama. Perbanyak komunikasi dengan anak dengan menawarkan kegiatan apa yang mereka inginkan selama di rumah saja.

Penggunaan gadget juga harus diatur secara bijaksana. Sebaiknya, gunakan ketika saat pembelajaran jarak jauh atau sebagai media interaksi dengan keluarga yang tidak tinggal serumah. Anda dapat mendiskusikan dengan anak berapa lama penggunaan gadget dalam sehari misalnya untuk kebutuhan sekolah atau bersosialisasi bersama teman. Ditambah mungkin berapa tambahan jam penggunaan gadget di akhir pekan.

Menegakkan protokol kesehatan, menjaga kesehatan dengan asupan nutrisi seimbang, olahraga teratur serta tidur yang cukup, dan menekan kejenuhan, merupakan bagian dari hidup sehat dan bersih selama menghabiskan waktu di rumah. Jangan lupa untuk menjaga komunikasi tetap terjalin walau melalui sambungan telepon atau video call agar suasana hati tetap terjaga dan saling membagikan semangat kepada satu sama lain. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?
Sumber

Artikel dari ahli dr. Lucy Amelia, Sp. A, M.Kes

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Munculnya klaster keluarga transmisi Covid-19 dapat ditekan dengan menegakan protokol kesehatan serta menerapkan kebiasaan hidup sehat dan bersih di rumah.

Ditulis oleh: dr. Lucy Amelia, Sp. A, M.Kes
gerakan tangan abc untuk kesehatan anak di tengah adaptasi kebiasaan baru
COVID-19, Penyakit Infeksi 26 September 2020

Yang juga perlu Anda baca

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Meski belum terbukti ampuh mencegah COVID-19, jamu dan obat tradisional dapat membantu meningkatkan imun tubuh di masa pandemi. Apa saja contohnya?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Pengobatan Herbal dan Alternatif 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China sedang diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Bagaimana perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Pasien COVID-19 melaporkan gejala baru yang disebut parosmia, yakni mencium bau amis ikan dan beberapa bau tidak sedap lain yang tidak sesuai kenyataan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Semua tentang Vaksin COVID-19: Keamanan, Efek Samping, dan Lainnya

Berikut beberapa informasi umum seputar vaksin COVID-19, keamanan, efek samping, dan pelaksanaan imunisasinya di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksinasi covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
vitamin pasien covid-19

Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
psikotik covid-19

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit