7 Tips Aman Berolahraga Saat Musim Hujan yang Dingin dan Berangin

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kalau Anda sudah bisa rutin berolahraga, jangan jadikan musim hujan sebagai alasan untuk absen. Namun begitu, olahraga saat musim hujan juga riskan cedera. Jalanan yang licin dan becek tinggi risikonya membuat Anda jatuh terpeleset. Belum lagi risiko sakit setelah hujan-hujanan. Psstt… Tidak perlu khawatir jika Anda tahu tips amannya.

1. Pemanasan tetap wajib

pemanasan sebelum olahraga

Pemanasan adalah ritual yang tidak boleh terlewatkan setiap kali Anda mau berolahraga, baik pada cuaca panas maupun dingin berangin. Nyatanya, berolahraga tanpa pemanasan apalagi di cuaca dingin justru meningkatkan risiko Anda untuk keseleo atau cedera.

Namun, cara pemanasan Anda juga tidak boleh sembarangan. Para ahli menyarankan Anda untuk melakukan pemanasan minimal 15 menit di dalam ruangan terlebih dulu agar suhu tubuh bisa meningkat lebih cepat. Kemudian, ikuti dengan gerakan peregangan untuk mencegah cedera.

Jika kondisi tidak memungkinkan Anda untuk pemanasan di dalam ruangan, siasati dengan pemanasan dinamis (pemanasan yang dilakukan dengan berpindah tempat; tidak diam di satu tempat) sampai tubuh memanas.

Contohnya jika Anda akan berlari, pemanasan dinamis yang diperlukan adalah berjalan cepat atau jogging. Lalu senam di tempat untuk meregangkan otot paha, bokong, punggung bawah.

2. Gunakan baju berlapis

bahaya lari pakai jaket

Jika Anda tetap olahraga saat musim hujan, sebaiknya selalu gunakan pakaian berlapis. Mulai dari baju bahan sintetis yang paling tipis dulu sampai yang paling tebal serta bisa menahan terpaan angin kencang dan air hujan.

Hindari baju olahraga yang berbahan katun karena bisa menyerap keringat. Sebab, baju yang basah oleh keringat akan membuat suhu tubuh menurun dan meningkatkan risiko hipotermia.

Hipotermia ditandai dengan masalah kemampuan berpikir dan bergerak mudah, menggigil, kelelahan, mengantuk, denyut nadi lambat dan lemah, serta kolaps atau tidak sadarkan diri.

Namun perhatikan juga berapa tebal lapisan baju Anda. Di sisi lain, berpakaian terlalu tebal bisa membuat Anda berkeringat lebih banyak sehingga membuat Anda semakin menggigil kedinginan. Jika Anda sudah mulai berkeringat deras, sebaiknya kurangi lapisan baju Anda agar tak terkena hipotermia.

3. Tetap pakai sunblock

pelembap untuk kulit kering

Meski langit selalu mendung, bukan berarti Anda boleh membolos pakai sunblock atau tabir surya tiap kali akan olahraga di luar.

Awan menyaring sinar matahari tetapi tidak radiasi UV. The Skin Cancer Foundation mengatakan bahwa awan hanya menghalangi sedikitnya 20% dari sinar UV. Paparan sinar UV berlebihan adalah faktor risiko  yang menyebabkan penuaan dan kanker kulit.

Jadi kalau Anda mau olahraga saat musim hujan pun harus tetap mengoleskan pelembab kulit, lip balm dan sunscreen dengan minimal SPF 15-30.

4. Tetap minum

kebutuhan minum air putih untuk perokok

Udara dingin yang nyaman membuat kita tidak merasa haus sehingga jadi lupa untuk minum. Padahal, kita tetap berkeringat ketika olahraga saat musim hujan.

Maka itu, Anda harus tetap minum air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang agar tidak sampai dehidrasi. Agar tidak lupa, buat alarm untuk istirahat minum setiap 15-20 menit sekali.

Jika Anda tidak yakin apakah sudah cukup minum atau belum, coba cek warna urine sebelum dan sesudah olahraga. Semakin gelap warna urine, tandanya Anda butuh lebih banyak minum.

5. Gunakan sarung tangan dan topi

Untuk mempertahankan diri selama cuaca dingin, tubuh akan memusatkan aliran darah lebih banyak di inti tubuh. Kondisi ini membuat ujung-ujung tubuh, seperti kepala, tangan, dan kaki jadi rentan kedinginan.

Maka itu, gunakan sarung tangan dan topi saat berolahraga di suhu yang dingin. Topi juga bisa digunakan untuk menangkal gerimis yang mungkin muncul dadakan saat berolahraga.

7. Tetap pendinginan setelah olahraga

olahraga pagi hari olahraga setelah sahur

Meskipun Anda olahraga saat musim hujan, ini bukan berarti Anda harus meninggalkan tahapan cooling down atau pendinginan usai berolahraga.

Selalu sisakan waktu 5-10 menit untuk pendinginan. Misalnya dengan berjalan santai setelah lari. Ini akan melancarkan aliran darah dari otot-otot ke jantung.

Pendinginan membantu menurunkan suhu otot yang tadinya panas agar bisa pulih lebih cepat dan terhindar dari nyeri. Pendinginan juga sangat dibutuhkan guna mengurangi kekakuan otot yang rentan terjadi sehabis berolahraga.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca