Apa Saja Tahapan Terapi Wicara untuk Pasien dengan Bibir Sumbing?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menurut Pusat Data Kemenkes RI, persentase anak dengan celah bibir (bibir sumbing) dan langit-langit mencapai 20,4% dari tahun 2014-2018. Tidak hanya kesulitan untuk makan, anak dengan kondisi ini biasanya juga mengalami gangguan kemampuan berbicara. Lantas, bagaimana agar pasien dapat berbicara dengan normal? Simak ulasan mengenai terapi wicara yang harus dijalani pasien bibir sumbing berikut ini.

Pengaruh celah bibir pada kemampuan berbicara pasien

Celah bibir atau dikenal dengan bibir sumbing merupakan kondisi yang menggambarkan adanya celah di antara rongga mulut dan rongga hidung.

Kondisi ini terjadi akibat ketidaksempurnaan proses penyatuan mulut dan langit-langit selama di dalam kandungan.

Pasien bibir sumbing sangat memerlukan perawatan dokter, seperti prosedur pembedahan dan terapi wicara.

Pasalnya, pasien celah bibir tidak hanya kesulitan untuk makan. Mereka juga mengalami kesulitan untuk berbicara dengan baik.

Hal ini terjadi karena keterampilan berbicara membutuhkan kerja sama antara rongga hidung dan rongga mulut.

Terbentuknya celah di rongga mulut dan rongga hidung ini membuat aliran udara pada hidung jadi tidak normal. Akibatnya, suara yang dihasilkan pun sengau.

Kondisi tersebut menyebabkan pasien celah bibir kesulitan mengucapkan huruf mati (konsonan), seperti huruf B, D, G, dan K. Suara yang keluar pun tak terdengar jelas.

Prosedur yang harus dilakukan sebelum terapi wicara

Meningkatkan kemampuan berbicara pasien bibir sumbing, tidak hanya dilakukan dengan terapi wicara. Sebelum itu, pasien harus lebih dahulu menjalani operasi penyatuan celah bibir.

Letkol. Ckm. dr. Denny Irwansyah, SpBP-RE, dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, sekaligus Ketua Bidang  Pengabdian Masyarakat Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik (PERAPI), menuturkan pendapatnya ketika ditemui Tim Hello Sehat di Hotel Mercure Cikini, Jakarta, Senin (14/5).

“Operasi merupakan tindakan medis paling utama untuk menyatukan celah bibir. Dengan operasi, tidak hanya mengembalikan bentuk anatomi wajah mendekati normal, namun juga memperbaiki fungsi bicara, makan, dan psikologis anak serta keluarganya”, jelas dr. Denny Irwansyah.

Meski bertujuan untuk menyatukan celah bibir, jenis operasi yang diberikan bisa berbeda-beda.

Pasalnya, kondisi ini bisa jadi tak hanya celah bibir saja, melainkan juga celah langit. Pasien dengan kondisi ini, tergolong cukup parah dan memerlukan beberapa kali operasi.

Setelah operasi penyatuan celah bibir dan celah langit usai, barulah mereka bisa melanjutkannya dengan terapi wicara.

Tahapan terapi wicara untuk pasien bibir sumbing

anak hiperaktif adalah

Terapi wicara sangat dibutuhkan oleh anak-anak dengan celah bibir atau bibir sumbing.

Terapi ini akan membantu mereka melafalkan berbagai kata yang digunakan sehari-hari untuk berkomunikasi dan melatih anak untuk mengatur pernapasan ketika berbicara.

Terapi wicara sangat disarankan untuk diberikan pada anak-anak berusia 18 bulan hingga 5 tahun. Pasalnya, pada usia tersebut kemampuan bicara anak sedang berkembang sehingga lebih mudah untuk diperbaiki.

Berikut beberapa tahapan terapi wicara yang perlu dijalani pasien bibir sumbing, meliputi:

Penentuan waktu untuk memulai terapi wicara

Setelah melakukan operasi, biasanya perubahan suara akan terus terjadi dalam 6 minggu. Namun, terapi wicara pada pasien bibir sumbing bisa dilakukan lebih awal, yaitu 2 minggu pascaoperasi.

Akan tetapi, perlu diingat untuk memperhatikan kondisi anak, apakah sehat atau tidak. Pastikan pula Anda mendapatkan persetujuan dari ahli bedah.

Yang dipelajari anak ketika melakukan terapi wicara

Meningkatkan kemampuan berbicara pasien, tidak boleh dilakukan sembarangan. Untuk itu, pasien sangat perlu memerlukan bantuan terapis.

Latihan yang diterima selama terapi wicara juga akan disesuaikan dengan usia pasien. Berbagai hal yang dipelajari pasien celah bibir yang mengikuti terapi wicara, antara lain:

  • Mengembangkan keterampilan artikulasi
  • Mempelajari keterampilan bahasa ekspresif
  • Meningkatkan pengucapan variasi konsonan
  • Meningkatkan perbendaharaan kata

Terapi tambahan

Selain mengikuti terapi wicara dengan terapis yang ahli, orangtua juga berperan dalam perkembangan kemampuan berbicara anak.

Orangtua diharapkan dapat mendorong anak untuk berlatih dan membiasakan diri dengan latihan-latihan berbicara yang sudah dipelajari dengan menerapkannya di rumah.

Memantau perkembangan kesehatan dan peningkatan kemampuan bicara anak juga menjadi poin yang perlu diperhatikan oleh orangtua.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca