Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi, baik di Indonesia maupun di dunia. Pilihan pengobatan yang bisa ditempuh untuk mengobati kanker pun tidak tanggung-tanggung, bisa melalui proses operasi, kemoterapi, serta terapi radiasi. Namun, pernahkah Anda mendengar bahwa ternyata terapi menggunakan musik disinyalir dapat mempercepat proses penyembuhan kanker? Simak jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Terapi musik terbukti baik bagi orang yang mengalami kanker

Musik adalah suatu bagian dari seni yang nampaknya tidak lepas dari kehidupan kita sehari-hari, dibuktikan dengan keberadaannya yang hampir selalu ada dimanapun.

Uniknya, musik tak hanya mampu menghipnotis pendengarnya hingga bisa meningkatkan mood dan membuat Anda lebih rileks. Di sisi lain, ternyata musik juga bermanfaat positif untuk digunakan sebagai terapi dalam mengobati kanker.

Menurut National Institute of Health, terapi seni bisa membantu pasien kanker untuk mengatasi perasaan cemas, depresi, bahkan rasa sakit, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup khususnya pada pasien perawatan paliatif.

Hal ini dibuktikan oleh sekitar 40 persen pasien kanker yang melengkapi pengobatan harian mereka dengan terapi musik, mengalami penurunan gejala psikologis dalam dirinya.

Dilansir dari laman Medical News Today, menurut penelitian yang dilakukan oleh Profesor Livitin dan Dr. Mona Lisa Chandra di tahun 2011 menunjukkan bahwa terapi musik mampu memberikan efek positif terhadap kesehatan penderita kanker.

Bagaimana musik bisa membantu mengobati kanker?

Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa orang yang mengalami kanker stadium lanjut merasa stres, cemas, dan depresi selama pengobatan. Tentu hal ini membuat pengobatan jadi terhambat. Maka itu, terapi musik akan membuat perasaan dan tubuh pasien jadi lebih rileks dan tenang.

Selain itu, dampak positif terhadap kesehatan mental pasien juga berpengaruh pada sistem kekebalan tubuhnya. Jadi, musik secara tidak langsung dapat meningkatkan antibodi (pelindung tubuh terhadap serangan virus dan bakteri penyebab penyakit) yang dikenal dengan nama imunoglobulin A, serta meningkatkan jumlah sel pembunuh alami (bekerja dalam membunuh sel kanker) dalam tubuh. Selain itu, terapi musik juga diyakini bisa menurunkan kadar hormon kortisol dalam tubuh, yang hormon stres.

Pada intinya, terapi musik tidak secara langsung berpengaruh dalam mengobati kanker. Namun, musik memiliki dampak yang besar pada suasana hati penderita kanker sehingga secara perlahan mampu memperbaiki suasana hati mereka dalam merasakan maupun mengatasi penyakit kanker itu sendiri.

Itu sebabnya, terapi musik lebih dirancang untuk membuat pasien kanker merasa lebih nyaman dengan dirinya sendiri, yakni dengan cara mengurangi stres, kecemasan, perasaan sakit, serta meningkatkan perasaan rileks dalam menjalani semua prosedur pengobatan.

Ternyata tak hanya pasien, keluarga juga bisa mendapatkan manfaat dari terapi musik

Faktanya, manfaat dari terapi pakai musik untuk mengobati kanker tidak hanya bisa dirasakan oleh penderita kanker saja. Namun, keluarga penderita kanker juga bisa mendapatkan efek positifnya.

Mengutip dari laman Very Well Health, kanker bisa dibilang sebagai “penyakit keluarga”. Pasalnya saat ada salah satu anggota keluarga yang terserang kanker, maka anggota keluarga yang lain cenderung seperti ikut merasakan rasa sakit yang sama.

Maka itu, sebuah penelitian mengamati secara khusus pemberian terapi musik pada keluarga serta perawat penderita kanker. Hasilnya menunjukkan bahwa terapi musik dapat memberikan manfaat ganda, baik bagi pasien maupun keluarganya, dengan cara meningkatkan perasaan bahagia dan rasa peduli untuk orang yang mereka cintai selama masih hidup.

Jenis musik apa yang paling tepat untuk terapi penyembuhan kanker?

Tidak semua jenis musik direkomendasikan untuk dijadikan alternatif pengobatan pada penderita kanker. Sebenarnya itu kembali lagi ke genre musik favorit pasien kanker, tapi biasanya aliran musik yang keras seperti heavy metal bukanlah salah satu pilihan yang baik.

Sebagai gantinya, sebuah studi lebih menyarankan jenis “musik alkalin” sebagai pilihan terapi, musik dalam kategori ini meliputi musik klasik, musik india timur, dan musik harpa.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca