Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Efek Berbagai Genre Musik Terhadap Mood Kita

    Efek Berbagai Genre Musik Terhadap Mood Kita

    Anda pasti setuju kalau mendengarkan musik bisa lebih mewarnai hari-hari Anda saat beraktivitas. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi saat ini, kita jadi lebih mudah mendengarkan musik lewat berbagai gawai di mana pun dan kapan pun. Namun, tahukah Anda, ternyata setiap genre musik juga dapat memberikan pengaruh yang berbeda pada mood, lho.

    Musik yang ceria dapat memperbaiki mood

    selera musik

    Banyak manusia yang tak bisa hidup tanpa musik. Musik sudah menjadi salah satu sumber hiburan yang paling mudah didapatkan.

    Kegiatan seperti berolahraga, bekerja, dan belajar rasanya kurang lengkap kalau tidak ditemani alunan lagu kesukaan. Anda sendiri mungkin saja pernah belajar sambil mendengarkan musik.

    Musik juga membantu Anda melampiaskan perasaan. Saat melalui masa-masa sulit, Anda cenderung lebih sering memainkan lagu sedih.

    Sementara bila Anda sedang senang hati, maka lagu-lagu bernada ceria yang menjadi pilihan. Terkadang, musik pun bisa memberikan ketenangan tersendiri.

    Faktanya, musik memang dapat memengaruhi mood Anda. Bahkan, hal ini telah banyak dibuktikan pada berbagai penelitian.

    Sebuah studi yang diterbitkan pada Journal of Positive Psychology menemukan bahwa orang-orang yang mendengarkan musik ceria merasa suasana hati mereka lebih baik dari sebelumnya. Kesimpulan ini dibuat berdasarkan eksperimen yang berlangsung selama dua minggu.

    Pada eksperimen tersebut, peserta penelitian diminta mendengarkan musik untuk memperbaiki mood mereka. Efek ini hanya berhasil ketika mereka mendengarkan musik dengan beat yang cepat seperti lagu-lagu dari Copeland.

    Sementara itu, peserta lain yang diminta mendengarkan musik tanpa tujuan mengubah mood tidak melaporkan peningkatan kebahagiaan.

    Bagaimana musik bisa memengaruhi mood?

    menjaga kesehatan mental

    Perasaan tertentu yang muncul saat mendengarkan musik tak lepas dari kerja otak. Ternyata, otak memproses musik di bagian-bagian yang berbeda. Setiap bagian otak merespons terhadap satu atau beberapa aspek dalam lagu, seperti ritme dan nada.

    Sebagai contoh, ketika seseorang mencari tahu ritme lagu dengan mengetuk jari kaki atau memukul drum, bagian otak yang terlibat ialah korteks motorik dan serebelum (otak kecil).

    Sementara untuk mengetahui melodi dan harmoni lagu, bagian otak yang berfungsi yakni serebelum dan korteks prefrontal.

    Nah, pada efek musik yang terkait dengan suasana hati, bagian otak yang merespons ialah yang juga mengatur emosi Anda, yaitu nukleus accumbens dan amigdala.

    Bagian nukleus accumbens berperan penting dalam menimbulkan emosi yang positif atau motivasi. Ia melepaskan dopamin, yakni neurotransmiter (zat kimia otak) yang berkaitan dengan kebahagiaan.

    Musik dapat meningkatkan jumlah dopamin di nukleus accumbens. Inilah yang membuat Anda merasa bahagia saat mendengarkan lagu yang menyenangkan.

    Di sisi lain, amigdala bertanggung jawab dalam meningkatkan kesadaran atau perasaan waspada. Bila Anda merinding setelah mendengarkan lagu tertentu, bisa jadi ini merupakan respons dari amigdala.

    Efek berbagai genre musik terhadap mood

    mendengarkan musik saat tidur

    Musik terdiri dari berbagai genre. Setiap orang memiliki selera musik masing-masing, ada yang lebih suka mendengarkan lagu pop, ada pula yang lebih suka dengan genre rock.

    Namun, terlepas dari genrenya, terkadang Anda hanya ingin mendengarkan lagu yang sesuai dengan perasaan saat itu. Mendengarkan genre lagu yang berbeda juga akan memberikan efek yang berbeda pada mood.

    Berikut efek tiap genre musik terhadap mood Anda.

    1. Klasik

    Musik klasik sering dimainkan di tempat-tempat yang membutuhkan ketenangan, misalnya perpustakaan. Faktanya, jenis musik ini bisa memberikan Anda rasa tenang dan nyaman.

    Hal ini terbukti pada penelitian yang dilakukan oleh tim dari Emporia State University. Setelah diperdengarkan dengan musik klasik, peserta penelitian melaporkan peningkatan perasaan tenang, relaksasi, serta berkurangnya rasa cemas.

    2. Heavy metal dan hard rock

    Berbeda dengan musik klasik, musik heavy metal dan hard rock sarat akan gebukan drum dan suara gitar yang agresif. Biasanya, lagu-lagu genre ini juga disertai dengan lirik penuh amarah atau kritik sosial.

    Dalam penelitian yang sama dengan sebelumnya, banyak orang juga mengalami peningkatan kegelisahan setelah mendengarkan musik heavy metal dan rock.

    Namun, bagi orang-orang yang menyukai genre ini, mendengarkan lagu-lagunya bisa membakar semangat dan membantu mereka saat menghadapi situasi stres.

    3. Pop

    Tempo yang menenangkan dan ritme yang mudah dicerna merupakan ciri khas musik pop. Genre musik ini sangat populer dan menjadi favorit banyak orang.

    Hampir serupa dengan musik klasik, genre musik pop juga dapat memberikan efek yang positif bagi mood, menenangkan, serta mengurangi rasa khawatir dan tegang.

    4. Jazz

    Selain musik klasik, musik jazz juga kerap dipilih untuk menemani orang-orang saat bekerja. Musik jazz dapat membuat Anda lebih fokus dan bahkan meningkatkan produktivitas di tempat kerja.

    Tak hanya itu, musik jazz juga dapat mengaktifkan gelombang teta di otak. Gelombang teta merupakan gelombang otak yang memicu sisi kreativitas manusia.

    Jadi, bila Anda ingin mendapatkan inspirasi untuk pekerjaan, mungkin mendengarkan musik jazz patut dicoba.

    5. Country

    Cara Membuat Suara Merdu

    Sebuah penelitian terdahulu pernah menunjukkan adanya kaitan musik country dengan jumlah kasus bunuh diri.

    Pada penelitian tersebut, terlihat bahwa kota-kota di Amerika Serikat yang lebih sering memainkan musik country memiliki tingkat bunuh diri yang lebih tinggi.

    Kemungkinan hal ini terjadi karena banyak lagu-lagu country yang liriknya berisi kesedihan sehingga menimbulkan perasaan depresi bagi yang mendengarkannya.

    Meski demikian, banyak juga lagu country yang bernuansa bahagia. Jadi, ini tergantung pada lagu apa yang Anda dengarkan.

    6. Rap/Hiphop

    Menurut sebuah penelitian terbitan jurnal Psychology of Music pada 2017, musik rap/hiphop yang energik dan berirama dikaitkan dengan meningkatnya semangat para pendengarnya.

    Barangkali inilah alasan mengapa banyak orang menjadikan rap/hiphop sebagai genre musik untuk berolahraga.

    Jadi, genre musik apa yang ingin Anda dengarkan hari ini?

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Ferguson, Y., & Sheldon, K. (2013). Trying to be happier really can work: Two experimental studies. The Journal Of Positive Psychology, 8(1), 23-33. Retrieved 18 February 2022.

    Cook, T., Roy, A., & Welker, K. (2017). Music as an emotion regulation strategy: An examination of genres of music and their roles in emotion regulation. Psychology Of Music, 47(1), 144-154. Retrieved 18 February 2022.

    Rea, C., Macdonald, A., & Carnes, G. (2010). Listening to classical, pop, and metal music: An investigation of mood. Emporia State Research Studies, Vol. 46, no. 1, p. 1-3. Retrieved 18 February 2022.

    The Link Between Country Music and Suicide. (2015). Science in Our World: Certainty and Controversy. Retrieved 18 February 2022, from https://sites.psu.edu/siowfa15/2015/10/19/the-link-between-country-music-and-suicide/

    Your Brain on Music: The Sound System Between Your Ears. (n.d.). The Kennedy Center 50. Retrieved 18 February 2022, from https://www.kennedy-center.org/education/resources-for-educators/classroom-resources/media-and-interactives/media/music/your-brain-on-music/your-brain-on-music/your-brain-on-music-the-sound-system-between-your-ears/

    Music and The Brain: What Happens When You’re Listening to Music. (n.d.). Pegasus University of Central Florida. Retrieved 188 February 2022, from https://www.ucf.edu/pegasus/your-brain-on-music/

    Mind, Body, and Jazz: How Jazz Can Improve Your Health. Retrieved 18 February 2022, from https://neworleansmusiciansclinic.org/wp-content/uploads/2015/11/20140620-Rhythms.pdf

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui Mar 15
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa