Inilah Alasannya Sebuah Lagu Bisa Terus Terngiang di Kepala Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hampir setiap hari, Anda menyempatkan diri untuk mendengarkan musik. Contohnya, menyalakan radio selama perjalanan menuju ke kantor. Namun, pernahkah Anda merasakan ada lagu yang terus terngiang di kepala padahal Anda sedang tidak mendengarkannya? Meski sering terjadi, tak banyak yang tahu bahwa ada penjelasan ilmiah mengenai alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Penyebab kenapa sebuah lagu terus terngiang di kepala Anda

Tahukah Anda apa yang terjadi pada tubuh ketika sedang mendengarkan sebuah lagu? Bukan hanya telinga yang menerima sinyal suara, otak Anda juga turut bekerja dan menerjemahkan lagu tersebut.

Salah satu kerja otak yang bisa dilihat saat Anda mendengarkan lagu adalah adanya perubahan suasana hati.

Jenis lagu yang Anda dengar memengaruhi suasana hati dan perilaku. Contohnya, saat mendengarkan lagu sedih, perasaan Anda menjadi lebih sendu.

Sebaliknya, saat mendengar lagu riang, suasana hati menjadi lebih baik. Anda bahkan bisa terhanyut dengan alunan musik sambil mengentakkan kaki, kepala, atau jari Anda. Tak hanya itu, beberapa lagu tertentu juga bisa terngiang di kepala terus-menerus.

Rupanya, lagu yang terus terputar di otak ini bisa disebabkan oleh 2 kondisi, yakni:

1. Earworm

berpikir logis

Earworm bukan menandakan adanya parasit yang terjebak di dalam telinga. Akan tetapi, earworm adalah istilah yang digunakan ketika sebuah lagu terputar dengan sendirinya di otak.

Saat fenomena ini terjadi, ada yang meresponsnya dengan bersenandung. Namun, ada pula yang merasa terganggu dengan munculnya lagu tersebut. Earworm umumnya muncul setelah Anda mendengarkan lagu yang earcatchy. Akan tetapi, dapat juga muncul ketika seseorang sedang stres dan melamun.

Lagu yang terngiang di kepala secara tiba-tiba ini terjadi ketika otak Anda menangkap sebuah lagu. Semakin sering didengar, alunan lagu bisa terjebak di area otak, yakni auditory cortex (korteks pendengaran).

Munculnya fenomena earworm tidak berbahaya dan tidak dianggap mengganggu oleh sebagian besar orang. Earworm memberikan keuntungan pada otak sebagai hiburan agar tidak jenuh, membuat pikiran lebih jernih, dan kreatif.

Meski begitu, earworm juga dapat mengganggu. Menurut Harvard Health Publishing, orang dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD), epilepsi, dan migrain sering kali terngiang lagu di kepala mereka.

Bila lagu yang terngiang di kepala berlangsung lebih dari 24 jam, segeralah periksa ke dokter. Kemungkinan besar kondisi ini terjadi akibat adanya masalah medis lain.

Earworm dapat dihentikan. Namun, caranya bukanlah memaksa otak untuk menghentikan lagu tersebut. Melakukannya hanya membuat otak melakukan perintah sebaliknya, yakni memutar lagu tersebut berulang kali.

Kondisi ini bisa diatasi dengan mengalihkan konsentrasi otak pada hal yang lain. Bila tidak berhasil, kemungkinan dokter akan merekomendasikan terapi kognitif dan memberi obat sesuai dengan kondisi yang mendasarinya.

2. Musical ear syndrome

galau kepikiran terus

Selain earworm, lagu yang terputar tiba-tiba di otak ternyata juga bisa disebabkan oleh masalah medis, yakni music ear syndrome. Kondisi ini menyebabkan seseorang seperti mendengar alunan lagu, namun orang lain tidak mendengar suara tersebut.

Ear music syndrome sangat rentan terjadi pada orang yang memiliki gangguan pendengaran. Termasuk orang tua yang pendengarannya sudah tidak tajam, sering cemas, dan merasa tertekan.

Orang dengan kondisi ini melaporkan bahwa tak hanya lagu saja yang terdengar. Kadang suara yang muncul bisa berupa suara nyanyian atau musik instrumentalnya saja. Munculnya lagu yang terngiang di kepala tiba-tiba ini, kadang sangat mengganggu hingga membuat penderitanya tidak bisa tidur nyenyak.

Penyebab music ear syndrome tidak diketahui secara pasti. Namun, peneliti percaya bahwa kondisi ini terjadi akibat auditory cortex yang menjadi hipersensitif karena telinga kehilangan kemampuan untuk mendengar dengan baik.

Untuk mengatasinya, dokter akan memberikan alat bantu dengar dan mendorong pasien melakukan latihan pendengaran. Dengan begitu, area otak yang menerima sinyal pendengaran tidak lagi memberi celah dan memunculkan halusinasi suara.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Rentan Alami Gangguan Mental

Terobsesi untuk selalu update di media sosial? Hobi begadang? Hati-hati, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa mengganggu kesehatan mental Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Mengatasi Telinga Gatal yang Aman dan Efektif Selain Digaruk

Telinga termasuk salah satu bagian tubuh yang sensitif. Beberapa kondisi bisa membuatnya terasa gatal. Lantas bagaimana cara mengatasi telinga gatal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 3 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

5 Cara untuk Melupakan Sesuatu yang Tidak Ingin Anda Ingat

Ingatan buruk dan menyedihkan pasti ingin Anda lupakan. Namun, bagaimana cara melupakan sesuatu yang tidak ingin diingat seperti ini? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Jenis Game Mengasah Otak yang Bisa Anda Coba di Rumah

Game disebut dapat membantu mengasah dan meningkatkan fungsi otak Anda. Benarkah demikian? Berikut daftar game asah otak yang bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Infeksi Telinga pada Bayi

Infeksi Telinga Pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
belakang telinga bau

Berbagai Penyebab Telinga Bau dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara membersihkan telinga

Tak Bisa Sembarangan, Begini Cara Membersihkan Telinga yang Benar dan Aman

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
demensia frontotemporal dementia adalah

Demensia Frontotemporal (Frontotemporal Dementia)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit