Siapa Saja Orang yang Perlu Suntik Meningitis?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Suntik atau vaksin meningitis merupakan salah satu cara pencegahan infeksi meningitis. Meski vaksin ini belum termasuk dalam jadwal imunisasi yang wajib, namun Anda tetap bisa mendapatkan vaksin meningitis di Indonesia. Ketahui siapa saja yang dianjurkan untuk melakukan suntik meningitis dalam artikel ini.

Sekilas tentang meningitis

Meningitis adalah infeksi pada selaput di sekitar otak dan saraf tulang belakang. Infeksi ini paling sering disebabkan oleh virus, tapi dalam beberapa kasus dapat juga disebabkan oleh bakteri dan jamur. Meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya dapat sembuh tanpa pengobatan. Sementara meningitis yang disebabkan oleh bakteri umumnya dapat berkembang menjadi serius sehingga membutuhkan pengobatan antibiotik segera untuk meningkatkan kemungkinan pemulihan.

Gejala khas dari penyakit ini adalah demam tinggi dan menggigil, sakit kepala akut, leher kaku, sering pingsan, sensitif terhadap cahaya, mual dan muntah, serta kejang. Diagnosis meningitis terbilang sulit dilakukan karena gejalanya sering muncul secara tiba-tiba dan mirip dengan penyakit lainnya. Tidak ada cara untuk mengetahui apa jenis meningitis yang Anda alami tanpa konsultasi ke dokter.

Orang-orang yang perlu melakukan suntik meningitis

Penyakit meningitis dapat menjadi ancaman bagi kehidupan dengan cepat, dan dalam banyak kasus remaja berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi penyakit ini. Pasalnya dari 1.000-2.600 orang yang menderita penyakit meningitis, sepertiganya adalah remaja dan dewasa muda.

Itulah sebabnya, badan kesehatan di seluruh dunia merekmondasikan vaksinasi meningitis untuk semua yang ingin melakukan perjalanan jauh ke daerah yang berisiko, terutama remaja dan dewasa muda. Dalam situasi tertentu, anak-anak dan orang dewasa lainnya juga dapat direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin ini.

Secara umum, beberapa orang yang sangat dianjurkan untuk melakukan suntik meningitis, di antaranya:

  • Orang yang akan bepergian atau tinggal di negara di mana penyakit meningitis mewabah, seperti Arab Saudi dan sebagian negara-negara di Afrika. Oleh karenanya, pemerintah Indonesia mewajibkan calon peserta umroh dan ibadah haji menerima vaksin meningitis terlebih dahulu sebelum berangkat.
  • Mengalami kerusakan limpa atau sudah tidak memiliki limpa.
  • Memiliki gangguan sistem imun, misalnya HIV.
  • Memiliki jenis gangguan langka tertentu (complement component deficiency).
  • Sedang mengonsumsi obat Soliris.
  • Pernah mengalami meningitis sebelumnya.
  • Bekerja di labolatorium yang rutin bersinggungan langsung dengan bakteri Neisseria meningitidis.

Orang-orang yang tidak dianjurkan untuk suntik meningitis

Berikut ini beberapa orang yang tidak dianjurkan untuk melakukan suntik meningitis, di antaranya:

  • Memiliki reaksi alergi yang parah dan mengancam nyawa terhadap vaksin meningitis atau pada salah satu komponen vaksin lainnya.
  • Sedang sakit atau sedang memiliki sistem imun yang lemah.
  • Pernah mengalami sindrom Guillain-Barre.
  • Wanita hamil bisa menerima vaksin meningitis, tapi hanya direkomendasikan untuk mereka yang memiliki masalah kekebalan tertentu atau mereka yang berisiko tinggi terkena meningitis.

Memahami efek samping setelah suntik meningitis

Efek samping vaksin meningitis sebenarnya sama dengan vaksinasi pada umumnya, seperti kemerahan, memar, gatal, bengkak, nyeri, atau sakit kepala. Efek samping ini umumnya bersifat ringan dan dapat hilang tanpa perawatan khusus.

Efek samping yang serius jarang terjadi. Jika terjadi, gejala yang sering muncul termasuk demam tinggi, lemah dan lesu, serta perubahan perilaku. Selain itu, reaksi alergi yang parah juga bisa terjadi dalam hitungan menit atau jam setelah vaksinasi selesai dilakukan. Beberapa tanda reaksi alergi ini di antaranya:

  • Kesulitan bernapas
  • Suara serak atau mengi (napas berbunyi seperti siulan atau ngik-ngik)
  • Detak jantung cepat atau jantung berdebar-debar
  • Pusing
  • Mual dan muntah

Beberapa orang mungkin akan memunculkan gejala yang tidak disebutkan di atas. Namun, jika Anda mengalami beberapa tanda-tanda di atas, Anda harus segera ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit