Kenapa Bisa Muncul Lepuhan Darah dan Bagaimana Mengatasinya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ketika di kulit Anda tiba-tiba muncul lentingan atau bentol berisi cairan yang warnanya hitam atau keunguan, Anda mungkin jadi panik. Nah, kondisi ini dikenal dengan istilah lepuh darah atau blood blister. Lepuhan yaitu munculnya kantung kecil berisi cairan yang terbentuk di lapisan atas kulit yang rusak. Lepuhan ini bisa berkembang di mana saja, tapi paling sering terjadi pada tangan dan kaki.

Apa itu lepuh darah?

Lepuh darah adalah sejenis lecet di kulit yang berkembang menjadi kantung kecil berisi cairan darah dari pembuluh darah di bawah permukaan kulit yang lecet tersebut.

Lepuhan ini bisa muncul setelah dicubit atau mengalami memar yang tidak terlalu merusak kulit sehingga darah yang muncul dari dalam tidak bisa keluar. Darah malah masih terbungkus oleh lapisan tipis seperti gelembung di permukaan kulit.

Isi pada lepuhan sebenarnya bisa bermacam-macam. Misalnya darah atau nanah jika sudah terinfeksi. Nah, lepuh darah awalnya akan berwarna merah. Kemudian saat darah mulai mengering dan membeku, warnanya jadi ungu kehitaman. Cairan yang terkumpul di bawah jaringan kulit yang rusak ini jadi bantalan bagi jaringan kulit di bawahnya.

Apa yang menyebabkan terjadinya lepuhan ini?

Ada banyak hal yang bisa memicu munculnya lepuh darah. Berikut adalah berbagai kemungkinannya.

  • Gesekan pada kulit.
  • Paparan panas, misalnya terbakar sinar matahari, luka bakar, atau setelah menyentuh sesuatu yang sangat panas seperti panci.
  • Kontak bahan kimia, misalnya kontak dengan detergen.
  • Kondisi medis seperti cacar dan impetigo.
  • Obat-obatan yang dikonsumsi terkadang bisa menimbulkan reaksi di kulit berupa lepuh darah.

Pada kasus lepuhan berisi darah, pembuluh darah yang pecah di dekat permukaan kulit seringnya disebabkan oleh luka gesekan di kulit. Misalnya jari Anda habis terjepit pintu.

Lepuh darah juga bisa disebabkan oleh hantaman keras saat menendang sesuatu atau tersandung. Tekanan terus-menerus dari sepatu atau alas kaki yang tidak tepat juga bisa memicu lepuhan pada kulit.

Bagaimana cara mengatasi lepuh darah?

Sebenarnya, kebanyakan masalah ini bisa sembuh dengan sendirinya setelah seminggu atau dua minggu (bisa juga lebih cepat lagi). Cepat atau lambatnya proses penyembuhan secara alami tergantung pada seberapa banyak darah yang terjebak.

Penyembuhan juga tergantung pada apakah Anda mengurangi penekanan terhadap bagian kaki atau tangan yang mengalami lepuhan. Penekanan terus menerus membuat blood blister lama sembuhnya. Contohnya, jika mengalami lepuhan di bagian jari kaki, jangan paksakan kaki untuk terus menerus menggunakan sepatu yang tertutup dan menekan lepuhan tersebut.

Lepuhan ini umumnya tidak membutuhkan perawatan medis khusus. Pasalnya, jaringan kulit baru di bawah lepuhan itu akan tumbuh dengan sendirinya. Lama-lama jaringan kulit akan menyerap cairan pada lepuhan sampai mengering dan bisa terkelupas.

Akan tetapi, lepuhan yang muncul sebaiknya ditutup dengan penutup luka yang steril dan lepuhan harus dicuci secara rutin agar tetap bersih. Sangat penting juga untuk menjaga agar lepuhan tidak pecah. Sebab jika sampai pecah, ini bisa menyebabkan infeksi dan memperlambat proses penyembuhan. Jika lentingan darah pecah, jagalah agar area sekitarnya tetap bersih dan kering. Anda juga bisa memberikan antiseptik untuk mencegah infeksi.

Lepuhan darah ini sering kali menimbulkan rasa nyeri, apalagi jika sampai pecah. Untuk meredam rasa sakit, tempelkan kompres es pada lepuhan darah tersebut. Masukan es ke dalam handuk kecil untuk ditempelkan ke lepuhan, jangan langsung es yang ditempelkan ke kulit. Biarkan selama 10-30 menit dan ulangi beberapa kali sehari atau setiap nyeri terasa.

Kapan harus ke dokter?

Lepuh darah umumnya tidak berbahaya dan tidak membutuhkan penanganan medis dari dokter. Akan tetapi, ada juga saatnya di mana Anda perlu memeriksakan kondisi Anda. Ini dia tanda-tandanya.

  • Muncul infeksi. Tanda-tandanya adalah lentingan berisi nanah kuning atau hijau, terasa sangat nyeri, dan panas.
  • Lepuhan tidak hilang-hilang, selalu muncul lagi beberapa kali.
  • Berada di tempat yang tidak biasa, seperti di kelopak mata atau di dalam mulut.
  • Jika lepuhan timbul disebabkan oleh reaksi alergi, konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut dan ingat-ingat apa jenis obat yang menimbulkan efek ini.
  • Jika timbul gejala lain seperti menggigil, demam, sakit perut, muntah atau diare, serta nyeri otot atau sendi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 24, 2017 | Terakhir Diedit: November 21, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca