6 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat LASIK

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

LASIK, atau laser in-situ keratomileusis, adalah operasi efektif untuk memperbaiki penglihatan pada orang yang rabun jauh, rabun dekat, atau silinder. Meskipun pengobatan ini cukup aman, pasien perlu untuk tahu kemungkinan komplikasi sebelum menjalani operasi LASIK.

Beberapa komplikasi LASIK yang mungkin terjadi setelah operasi mata

1. Mata kering

Mata kering adalah salah satu komplikasi LASIK yang paling umum. Selama pemotongan lapisan luar (flap) kornea, beberapa bagian kornea yang bertanggung jawab memproduksi air mata bisa mengalami kerusakan. Ini menyebabkan penurunan produksi air mata dan membuat pasien LASIK terkena sindrom mata kering.

Gejala mata kering dapat meliputi nyeri, sakit, iritasi mata, kelopak mata menempel pada bola mata, penglihatan kabur. Mata kering akibat LASIK biasanya bersifat sementara. Kondisi ini sering bertahan selama 6 bulan pertama pasca operasi LASIK dan menghilang ketika mata sepenuhnya sembuh. Obat tetes mata dan cara lainnya dapat digunakan untuk mengobati gejala ini dengan efektif selama jangka waktu tersebut.

Namun, website FDA telah memperingatkan bahwa mata kering akibat LASIK bisa menjadi permanen dalam beberapa kasus. Orang yang pada dasarnya memiliki mata kering sering tidak dianjurkan untuk menjalani LASIK.

2. Komplikasi flap

Selama operasi, flap pada bagian depan mata diangkat supaya laser dapat membentuk ulang kornea mata. Mengangkat flap ini dapat menyebabkan komplikasi, termasuk infeksi, peradangan, dan air mata berlebihan.

Flap kemudian diganti dan berperan sebagai perban alami sampai menempel kembali pada kornea. Jika flap tidak dibuat dengan benar, ia tidak dapat menempel dengan benar pada kornea dan striae, dan kerutan mikroskopik dapat muncul pada flap. Ini menyebabkan berkurangnya kualitas penglihatan.

Memilih dokter mata yang berpengalaman dapat mengurangi risiko komplikasi LASIK.

3. Silinder tidak teratur

Dapat terjadi akibat kesembuhan yang tidak teratur atau jika laser tidak terpusatkan dengan benar pada mata, membuat permukaan yang tidak rata pada bagian depan mata. Ini dapat menyebabkan penglihatan ganda. Dalam kasus ini, pasien membutuhkan pengobatan ulang.

4. Keratektasia

Ini adalah komplikasi LASIK yang sangat langka tetapi serius. Ini adalah kondisi di mana kornea secara abnormal menonjol ke depan. Ini terjadi jika kornea sebelum LASIK terlalu lemah atau jika terlalu banyak jaringan diangkat dari kornea.

5. Sensitif pada cahaya

Pasien dapat mengalami kehilangan sensitivitas terhadap kontras dan kesulitan melihat dengan jelas di malam hari. Mereka mungkin tidak bisa melihat sejelas atau setajam sebelumnya dan juga melihat lingkaran berpendar di sekitar cahaya, silau, dan penglihatan kabur. Untungnya, dalam kebanyakan kasus, masalah ini bersifat sementara dan akan menghilang dalam 3 sampai 6 bulan.

6. Undercorrection, overcorrection, regression

Undercorrection/overcorrection terjadi saat laser mengangkat terlalu sedikit/terlalu banyak jaringan kornea. Dalam kasus ini, pasien tidak akan mendapatkan penglihatan sejelas yang mereka harapkan dan masih harus menggunakan kacamata atau lensa kontak untuk beberapa atau semua aktivitas.

Penyebab lain untuk hasil yang kurang sempurna adalah mata Anda tidak merespon terhadap pengobatan seperti yang diharapkan atau mata mengalami kemunduran dari waktu ke waktu akibat kesembuhan yang berlebihan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit