home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Mata Bisa Minus Lagi Setelah LASIK?

Apakah Mata Bisa Minus Lagi Setelah LASIK?

Sebagian dari Anda yang bermata minus mungkin merasa tidak percaya diri menggunakan kaca mata. Memasang lensa kontak setiap hari juga terkadang terasa sedikit merepotkan. Operasi lasik pun menjadi jalan keluar dari masalah mata minus Anda. Namun, apakah mata bisa minus lagi setelah lasik?

Apa itu LASIK?

minus lagi setelah lasik
Sumber : Williamson Eye Institute

LASIK atau laser-assisted in situ keratomileusis, merupakan sebuah prosedur yang digunakan untuk memperbaiki kelainan pada penglihatan mata. Prosedur ini menangani kelainan refraksi yang menyebabkan terganggunya pembiasan cahaya di mata.

Kornea mata adalah bagian paling penting yang akan membantu mata menangkap cahaya. Kornea bantu memfokuskan cahaya untuk membuat gambar pada retina. Hal ini sama dengan cara kerja lensa kamera saat memfokuskan cahaya untuk membuat gambar pada film.

Pada penglihatan yang sehat, bias cahaya akan jatuh tepat pada retina mata. Namun pada myopia (mata minus), hyperopia (mata plus), dan astigmatisme (mata silinder), bias cahaya jatuh di titik yang lain sehingga berakibat pada penglihatan mata yang kabur.

Operasi LASIK akan menangani masalah ini dengan membentuk ulang lapisan kornea menggunakan sinar laser atau pisau bedah kecil.

Hasilnya, penglihatan mata akan lebih jelas baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh. Anda pun tidak perlu menggunakan kacamata dan lensa kontak.

Sayangnya, masih banyak orang yang meragukan bahwa mata masih bisa minus lagi setelah operasi LASIK.

Apakah mata bisa minus lagi setelah operasi LASIK?

Nyatanya, Anda tidak akan minus lagi setelah melalui operasi LASIK, karena prosedur yang dilakukan sudah merekonstruksi kornea mata secara permanen. Penglihatan yang telah diperbaiki akan bertahan selama bertahun-tahun lamanya.

Kebanyakan pasien merasakan hasil yang memuaskan. Operasi LASIK dianggap sangat membantu efektivitas dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Selain itu, komplikasi seperti kehilangan penglihatan juga sangat jarang terjadi. LASIK sudah dipercaya menjadi metode pilihan yang aman bagi pasien dengan mata minus. Pasien pun tidak perlu khawatir mata jadi minus lagi setelah melakukan LASIK.

Mungkin beberapa efek samping seperti mata kering dan gangguan visual akan muncul, tapi kebanyakan pasien hanya mengalami hal ini selama beberapa minggu sampai penglihatan pulih kembali.

Namun, bukan berarti penglihatan kita akan tetap optimal untuk seterusnya. Walau minus tidak akan muncul lagi setelah LASIK, tubuh tentu mengalami perubahan termasuk penglihatan mata seiring berjalannya waktu. Sebuah kondisi bernama presbiopi umumnya akan muncul saat kita mulai memasuki usia lanjut.

Presbyopia adalah fenomena natural pada mata yang menyebabkan berkurangnya fokus pada penglihatan. Fleksibilitas penglihatan juga akan menurun seiring dengan mengerasnya lensa mata.

Jika mata Anda sudah mulai minus lagi setelah mengalami kondisi tersebut, operasi LASIK pun tidak bisa menjadi solusi. Kacamata tetap akan dibutuhkan saat melakukan beberapa kegiatan seperti membaca.

Selain itu, tingkat keberhasilan operasi juga bergantung pada kondisi mata Anda. Prosedur LASIK cenderung lebih sukses pada pasien dengan masalah mata minus yang masih ringan. Mata dengan kondisi minus yang berat mungkin membutuhkan penanganan lebih.

Hal yang harus diperhatikan sebelum LASIK

minus lagi setelah lasik
Sumber : BGR

Minus memang tidak akan kembali lagi setelah LASIK. Tapi, beberapa hal perlu menjadi pertimbangan Anda sebelum memutuskan untuk menjalani operasi.

Pastikan Anda sudah memenuhi syarat untuk dioperasi

Selain memilih dokter yang tepat dan terpercaya, mengetahui kondisi penglihatan mata Anda merupakan salah satu hal yang penting. Konsultasikan dahulu dengan dokter jika Anda ingin melakukan operasi LASIK. Beri tahu informasi terkait kesehatan penglihatan Anda dengan akurat.

Lebih awal lebih baik

Anda tentu ingin merasakan indera penglihatan Anda bekerja dengan sempurna dalam waktu yang lama. Meski LASIK bersifat permanen dan tidak akan membuat mata minus lagi setelah prosedur, ada baiknya Anda tidak menunda waktu sebelum mata memiliki risiko yang lebih besar pada presbiopi.

LASIK tidak dapat mengatasi kelainan penglihatan terkait usia

Seperti yang sudah dijelaskan, kondisi mata yang disebabkan oleh bertambahnya usia seperti presbiopi dan katarak tidak dapat ditangani melalui LASIK. Prosedur perbaikan penglihatan yang lainnya mungkin bisa menjadi solusi seperti implan kornea, operasi penggantian lensa mata, atau perawatan LASIK monovision.

Untuk merasakan efek tidak minus lagi setelah LASIK yang lebih lama, Anda juga harus menjalani hidup sehat untuk tetap menjaga mata agar bekerja dengan baik seperti memakan makanan dengan nutrisi vitamin A yang menyehatkan mata dan mengurangi paparan sinar biru dari layar gawai.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is LASIK Forever? https://www.drkerrysolomon.com/blog/lasik/does-lasik-last-forever/ Diakses 5 Desember 2019.

LASIK: How Long Does It Last? https://www.healthline.com/health/eye-health/how-long-does-lasik-last#outlook Diakses 5 Desember 2019.

LASIK Surgery: Is it right for you? https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lasik-eye-surgery/in-depth/lasik-surgery/art-20045751 Diakses 5 Desember 2019.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 29/07/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x