Operasi LASIK mata dapat menjadi pilihan bagi Anda yang kurang nyaman menggunakan kacamata atau lensa kontak. Namun selayaknya operasi mata lainnya, LASIK pun punya efek samping yang penting diketahui jika Anda ingin melakukannya.
Operasi LASIK mata dapat menjadi pilihan bagi Anda yang kurang nyaman menggunakan kacamata atau lensa kontak. Namun selayaknya operasi mata lainnya, LASIK pun punya efek samping yang penting diketahui jika Anda ingin melakukannya.

Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk menjalani LASIK, ketahui dulu berbagai fakta seputar prosedur ini melalui ulasan berikut.
LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis) adalah prosedur operasi atau bedah refraktif dengan teknologi laser untuk memperbaiki gangguan refraksi (pembiasan) mata.
Operasi LASIK mata dapat mengobati rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), dan mata silinder (astigmatisme).
Dilansir dari American Academy of Ophthalmology, prosedur LASIK mengandalkan teknologi laser untuk memperbaiki bentuk kelengkungan kornea, sehingga mata bisa memfokuskan cahaya ke retina dengan tepat.
Dalam prosedur ini, dokter bedah mata membuat flap, yaitu lapisan atau lipatan tipis di kornea.
Dokter bedah kemudian melipat kembali flap tersebut. Lalu dengan menggunakan laser, jaringan kornea yang terletak di bawah flap akan dikikis sampai kornea membentuk kelengkungan yang normal.
Bagi orang dengan rabun jauh, operasi LASIK digunakan untuk meratakan kornea yang melengkung terlalu tajam.
Namun, bagi orang yang memiliki rabun dekat, bedah refraktif dilakukan untuk menambahkan kelengkungan kornea yang terlalu datar.
LASIK mata juga dapat membenarkan kornea yang tidak teratur menjadi normal untuk penderita astigmatisme.

Meskipun banyak orang telah melakukan operasi LASIK mata, banyak juga yang tidak dapat melakukannya.
Bedah refraktif memang lebih diprioritaskan bagi orang yang memiliki kondisi mata rabun, baik rabun dekat, rabun jauh, maupun mata silinder, yang parah.
Misalnya memiliki mata minus di atas -4 dioptri atau jika penurunan penglihatan yang dialami terus bertambah setiap tahunnya.
Di samping itu, sekitar 30% pasien yang dievaluasi oleh dokter mata secara rutin ditolak untuk melakukan LASIK. Umumnya, pasien yang ditolak ini memiliki beberapa kondisi berikut.
Untuk kepastian serta kesesuaian dengan kondisi kesehatan Anda, konsultasikan pada dokter apakah operasi LASIK mata boleh dilakukan.
Sebelum melakukan operasi LASIK mata, sebaiknya Anda melakukan hal-hal sebagai berikut.
LASIK mata dilakukan dengan alat yang disebut dengan excimer laser pada ruang bedah rawat jalan. Begini kira-kira tahapan prosedurnya.

Pemulihan setelah operasi LASIK umumnya akan memakan waktu 2—3 bulan hingga mata dapat melihat dengan baik.
Selama masa pemulihan, pasien biasanya akan mengalami efek samping, seperti mata kering, pandangan kabur, dan lebih sensitif terhadap cahaya terang.
Untuk mengatasi efek samping ini, dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik dan tetes mata steroid.
Selain itu, beberapa perawatan mata pasca-operasi LASIK mata yang harus Anda lakukan, antara lain sebagai berikut.
Jangan lupa untuk menaati segala peraturan yang diberikan oleh dokter agar mata dapat pulih secara sempurna.
Anda akan menjalani kontrol rutin pasca-operasi dengan dokter untuk mengevaluasi hasil operasi.
Jangan lupa pula untuk menjaga kesehatan mata dengan sering mengistirahatkan mata saat bekerja dan makan makanan bernutrisi.
Ini perlu dilakukan agar manfaat operasi LASIK mata bisa bertahan lebih lama.
Meskipun pengobatan LASIK mata cukup aman, Anda tetap perlu mengetahui kemungkinan komplikasi dari prosedur bedah refraksi mata berikut ini.
Jika tidak dibuat dengan benar, flap tidak dapat menempel dengan tepat pada kornea dan striae (jaringan halus). Kerutan mikroskopik pun dapat muncul pada flap.
Ini menyebabkan berkurangnya kualitas penglihatan.
Hal ini dapat terjadi jika laser tidak terpusatkan dengan benar pada mata, sehingga membuat permukaan yang tidak rata pada bagian depan mata.
Ini dapat menyebabkan penglihatan ganda. Dalam kasus ini, pasien membutuhkan pengobatan LASIK mata ulang.
Ini adalah komplikasi bedah refraktif yang sangat langka tetapi serius. Ini adalah kondisi ketika kornea secara abnormal menonjol ke depan.
Ini terjadi jika kornea sebelum operasi terlalu lemah atau jika terlalu banyak jaringan diangkat dari kornea.
Undercorrection/overcorrection terjadi saat laser mengangkat terlalu sedikit atau terlalu banyak jaringan kornea.
Dalam kasus ini, pasien tidak akan mendapatkan penglihatan sejelas yang mereka harapkan dan masih harus menggunakan kacamata atau lensa kontak untuk beberapa atau semua aktivitas.

Banyak mitos yang beredar seputar operasi LASIK. Untuk mengetahui kebenarannya, simak berbagai fakta berikut ini.
Hingga saat ini belum ada kasus kebutaan akibat komplikasi operasi LASIK mata.
Risiko kebutaan dari operasi ini sama dengan risiko kebutaan dari pemakaian lensa kontak. Artinya risiko tersebut sangatlah kecil.
Tetes mata digunakan untuk membius mata dan membuat Anda tetap nyaman selama operasi. Prosedur ini sendiri umumnya hanya memakan waktu 15 menit untuk kedua mata.
Anda akan merasakan tekanan sebentar. Namun secara umum, proses laser mata bebas dari rasa sakit.
Jika Anda merasa gugup sebelum prosedur dimulai, dokter bedah akan memberikan obat penenang berdosis ringan untuk membuat Anda lebih relaks.
Konsultasikan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai prosedur ini.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Alternative Refractive Surgery Procedures. (2023). Retrieved 14 August 2023, from https://www.aao.org/eye-health/treatments/refractive-surgery-alternative-procedures
What Is Refractive Surgery?. (2023). Retrieved 14 August 2023, from https://www.aao.org/eye-health/treatments/what-is-refractive-surgery
Kim, T., Alió del Barrio, J. L., Wilkins, M., Cochener, B., & Ang, M. (2019). Refractive surgery. The Lancet, 393(10185), 2085–2098. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(18)33209-4
LASIK eye surgery – Mayo Clinic. (2023). Retrieved 14 August 2023, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lasik-eye-surgery/about/pac-20384774
LASIK — Laser Eye Surgery. (2023). Retrieved 14 August 2023, from https://www.aao.org/eye-health/treatments/lasik
LASIK Surgery Procedure: A Step-by-Step Guide. (2022). Retrieved 14 August 2023, from https://myvision.org/lasik/procedure/
LASIK eye surgery Information | Mount Sinai – New York. (2023). Retrieved 14 August 2023, from https://www.mountsinai.org/health-library/surgery/lasik-eye-surgery
What should I expect before, during, and after surgery?. (2019). Retrieved 14 August 2023, from https://www.fda.gov/medical-devices/lasik/what-should-i-expect-during-and-after-surgery
Surgery, L. (2023). LASIK Eye Surgery and Treatments & How It Works | Optical Express. Retrieved 14 August 2023, from https://www.opticalexpress.co.uk/laser-eye-surgery/lasik
A Beginner’s Guide to LASIK Surgery. (2023). Retrieved 14 August 2023, from https://www.pennmedicine.org/departments-and-centers/ophthalmology/about-us/news/department-news/lasik-surgery
LASIK Eye Surgery . (2023). Retrieved 14 August 2023, from https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21805-lasik-eye-surgery
Versi Terbaru
29/08/2023
Ditulis oleh Reikha Pratiwi
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Diperbarui oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditinjau secara medis oleh
dr. Carla Pramudita Susanto
General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita