Bagaimana Plak Bisa Terbentuk di Pembuluh Darah Anda?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kepada pasien dengan tekanan darah tinggi, seorang dokter sering memberikan nasihat untuk mengatur konsumsi makanan berlemak, yaitu kurangi lemak jahat dan tambahkan lemak baik. Tapi, apa sebenarnya lemak jahat dan lemak baik itu? Apa perbedaannya? Lalu bagaimana proses lemak yang kita konsumsi bisa menjadi sebuah plak di dalam pembuluh darah? Yuk, kita simak!

Mengenal lipoprotein

Kolesterol adalah lemak yang tidak larut dalam air, sehingga di dalam darah, lemak akan diikat oleh protein supaya lemak tersebut bisa larut dalam air. Protein itu disebut sebagai lipoprotein. Lemak yang berikatan dengan lipoprotein inilah yang memiliki andil dalam menyebabkan terjadinya plak pada pembuluh darah.

Lipoprotein bisa dibagi menjadi yang “jahat” dan yang “baik”. Yang termasuk lipoprotein yang jahat adalah low-densitiy lipoprotein (LDL) dan very-low-density lipoprotein (VLDL)  yang mana kandungan lemaknya lebih banyak dibandingkan dengan protein. Sebaliknya, yang termasuk lipoprotein baik adalah high-density lipoprotein (HDL) yang memiliki kandungan protein lebih banyak.

Lipoprotein jahat vs baik

LDL dan VLDL disebut sebagai lipoprotein jahat karena memiliki peran dalam membawa kolesterol ke dalam dinding pembuluh darah yang memicu terjadinya plak. Semakin tinggi kadar LDL dan VLDL, maka risiko untuk terjadinya plak pembuluh darah akan semakin meningkat.

Sebaliknya, HDL sebagai lipoprotein yang baik akan memindahkan kolesterol dari dalam dinding pembuluh darah dan membawanya ke hati untuk nanti dibuang, sehingga melindungi pembuluh darah dari terbentuknya plak. Semakin tinggi kadar HDL, maka reiiko terjadinya plak semakin rendah. Selain itu, ternyata HDL memiliki efek anti-radang sehingga semakin mengurangi risiko terbentuknya plak.

Proses terbentuknya plak di pembuluh darah

Adanya cedera pada pembuluh darah merupakan awal dari terbentuknya plak. Beberapa hal yang dapat menyebabkan cedera pada pembuluh darah adalah radikal bebas, tekanan darah tinggi, bakteri, dan virus. Cedera pembuluh darah memicu peradangan yang jika terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang panjang akan memicu terbentuknya plak.

Proses terbentuknya plak pembuluh darah diawali dengan adanya penumpukan kolesterol LDL di dalam dinding pembuluh darah. Semakin banyak yang menumpuk, maka kolesterol LDL akan mengalami proses oksidasi oleh radikal bebas. LDL yang teroksidasi ini ternyata menyebabkan iritasi pada dinding pembuluh darah sehingga memicu adanya respon peradangan.

Salah satu sel-sel radang yang berperan adalah monosit. Monosit masuk ke dalam dinding pembuluh darah dan akan berubah menjadi makrofag yang memiliki fungsi untuk “memakan” kolesterol LDL yang telah teroksidasi. Makrofag tersebut akan terus “memakan” kolesterol LDL dan jika dilihat dengan mikroskop, makrofag akan terlihat seperti “berbusa”, oleh karena itu pada akhirnya makrofag akan disebut sebagai foam cell.

Kumpulan foam cell ini dapat dilihat tanpa mikroskop berbentuk seperti massa berwarna kuning yang menempel pada dinding pembuluh darah yang disebut sebagai fatty streak. Fatty streak ini merupakan gambaran awal dari plak pembuluh darah.

Foam cell akan terus terbentuk jika proses peradangan terjadi berulang kali hingga suatu saat nanti foam cell akan menumpuk di dinding pembuluh darah yang memicu migrasi dan proliferasi sel otot polos pembuluh darah. Sel otot polos akan bermigrasi dari tunika media menuju ke arah tunika intima bertumpuk dengan kumpulan foam cell.

Di tempat yang baru ini, sel otot mengalami pembelahan dan jumlahnya semakin banyak dan ukurannya membesar. Tumpukan kolesterol dan otot polos yang menutupinya akan membentuk plak yang matur. Jika proses diatas terus terjadi, maka plak matur akan semakin menumpuk dan menonjol ke arah saluran pembuluh darah dan mempersempit diameter pembuluh darah.

Pembuluh darah dengan plak yang tebal juga lebih mudah mengalami kerusakan, selain itu juga menjadi lebih mudah terjadi penumpukan kalsium sehingga pembuluh darah menjadi keras dan tidak elastis sehingga memicu terjadinya tekanan darah tinggi.

Kesimpulan

Lemak memang memiliki kesan tidak baik untuk kesehatan kita, namun bukan berarti kita tidak boleh mengkonsumsinya sama sekali. Kita harus mengatur proporsi konsumsi lemak dengan meningkatkan lemak baik dan menghindari lemak jahat. Kenali apa saja makanan yang mengandung lemak baik dan lemak jahat supaya pembuluh darah Anda tidak cepat terbentuk plak pembuluh darah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

    Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

    Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Obat Herbal untuk Penyakit Jantung Koroner, Aman atau Tidak?

    Obat herbal untuk jantung koroner harus dilakukan dengan hati-hati. Apa saja obat herbal untuk penderita jantung koroner dan cara aman mengonsumsinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 22/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

    Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kelainan katup jantung bawaan pada bayi

    Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 7 menit
    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
    gagal jantung akut

    Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    endokarditis adalah

    Endokarditis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 11 menit