Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Perut begah lantaran makan kebanyakan dapat membuat perut baru terasa begah dan sangat tidak nyaman. Rasanya mau bernapas atau berjalan saja susah sekali. Perut dan dada juga terasa sesak seperti mau meledak. Untuk mengatasi perut begah karena makan kekenyangan, Anda butuh cara yang tepat. Baca terus informasi berikut ini untuk mencari tahu tips-tips meredakan perut begah.

Mengatasi perut begah karena makan kekenyangan

Untuk mengatasi perut begah, perhatikan hal-hal yang harus dilakukan dan yang harus dihindari berikut ini.

1. Jangan langsungĀ tiduran

Makan kekenyangan memang bisa bikin badan tidak enak. Rasanya mungkin ingin tiduran saja sambil menunggu rasa begahnya hilang. Namun, tiduran dengan perut begah justru akan menghambat pencernaan Anda. Posisi berbaring bisa memicu penyakit asam lambung atau gangguan pernapasan pada orang yang punya penyakit asma. Ini karena sistem pencernaan manusia memang sudah dirancang sedemikian rupa untuk memproses makanan dalam posisi duduk atau berdiri tegak. Jadi, tunggulah sampai kira-kira tiga jam sebelum Anda tidur atau berbaring.

2. Ganti baju dengan yang lebih longgar

Kalau Anda sedang di rumah, ganti pakaian Anda yang terlalu ketat dengan baju longgar. Pakaian ketat bisa menekan lambung dan mengganggu proses pencernaan Anda. Kalau sedang makan di luar, usahakan untuk melonggarkan celana atau jaket Anda.

3. Minum air hangat atau teh daun mint

Di saat perut sedang pernuh dan begah, Anda mungkin sudah tidak sanggup lagi mengisinya dengan apa pun. Akan tetapi, air hangat dan teh daun mint bisa melancarkan sistem pencernaan. Keduanya mampu membantu mendorong gas keluar dari usus dan perut. Dengan begitu, perjalanan makanan yang Anda santap jadi lebih lancar dan cepat diproses oleh tubuh. Namun, usahakan untuk minum sedikit-sedikit dulu, jangan langsung menenggak terlalu banyak.

4. Berdiri dan jalan kaki

Tak perlu berolahraga keras setelah makan sampai kekenyangan. Cukup berolahraga ringan seperti berdiri dan jalan kaki. Kalau Anda sedang di rumah, Anda bisa mencuci piring dan membereskan meja. Bila Anda sedang makan di luar, berjalan-jalanlah sebentar di sekitar tempat Anda makan. Berolahraga ringan bisa membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

5. Minum obat antasida

Kalau Anda makan kekenyangan sampai dada terasa sesak dan sakit atau perut Anda seperti ditusuk-tusuk, Anda bisa minum obat antasida. Obat antasida yang biasanya ditawarkan untuk mengobati maag bisa meredakan perut begah dan kembung. Selain itu, obat antasida juga bisa membantu menetralisir asam lambung yang naik dan menyebabkan nyeri dada.

Ini yang harus dilakukanĀ sehari sesudahnya

Tidak perlu memaksakan diri dengan olahraga habis-habisan atau tidak makan seharian karena sehari sebelumnya Anda makan berlebihan. Berolahragalah seperti biasa. Pasalnya, makanan yang Anda santap kemarin sudah dimetabolisme oleh tubuh. Maka, percuma saja kalau Anda berolahraga keras sehari sesudahnya.

Sementara itu, tidak makan justru akan mengacaukan sistem metabolisme Anda. Akibatnya, ketika Anda akhirnya makan, Anda cenderung makan terlalu banyak dari porsi yang wajar dan kekenyangan lagi. Setelah makan kekenyangan, tunggu saja sampai Anda lapar lagi baru makan. Tak perlu melompati satu atau dua kali makan karena merasa bersalah sudah makan berlebihan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Bagi Anda yang memiliki mata minus, pasti ingin lepas dari ketergantunga kacamata atau lensa. Lalu apakah mungkin mengurangi mata minus? Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Infeksi saluran kencing dapat terjadi pada wanita. Bagaimana cara mencegah dan mengobati salah satu penyakit pada sistem urologi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Urologi Lainnya 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Apakah Anda Mengidap Kista Ovarium? Cari Tahu Gejalanya di Sini

Biasanya kista ovarium bisa hilang sendiri dan tanpa gejala. Namun, kista ovarium yang besar dapat menunjukkan gejala. Apa saja gejala yang mungkin timbul?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pakai lensa kontak alergi mata

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit