Berbagai Penyebab Feses Lengket Serta Cara Mudah Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dilansir dalam laman Medical News Today, Dr. Octavio A. Vega di Rush University Medical Center Chicago, mengungkapkan bahwa tekstur dan bentuk feses yang ideal itu bagaikan pisang. Namun pada beberapa kondisi, feses ada yang memiliki tekstur sangat lengket. Feses yang lengket biasanya tampak berminyak, dengan warna pucat atau gelap. Lantas, apa yang menyebabkan feses lengket? 

Apa penyebab feses lengket?

Bentuk dan tekstur feses sebenarnya adalah hasil dari pencernaan dan pengolahan makanan di dalam tubuh. Nah, jika feses lengket bisa saja itu tanda dari gangguan pencernaan tertentu, biasanya akibat terlalu banyak makan makanan berlemak.

Feses yang berlemak mungkin juga terjadi karena kondisi seperti penyakit Crohn, yang membuat tubuh lebih sulit tubuh untuk menyerap lemak makanan.

Kotoran juga mungkin lebih lengket ketika seseorang mengalami iritasi pada usus dan esofagus (kerongkongan). Pasalnya, iritasi ini memungkinkan Anda mengalami perdarahan di dalam, sehingga membuat darah bercampur dengan cairan pencernaan dan akhirnya feses semakin lengket.

Beberapa penyakit gangguan pencernaan seperti penyakit celiac atau intoleransi laktosa juga bisa menyebabkan feses lengket, ketika mengonsumsi makanan yang menjadi musuh penyakit tersebut.

Contohnya, jika Anda mengalami penyakit celiac yakni tubuh tidak dapat mencerna gluten (protein dalam gandum) dengan baik. Maka ketika Anda makan makanan mengandung gluten, ini bisa membuat feses sangat lengket dari biasanya.

sulit BAB

Bagaimana mengatasi feses yang lengket?

Feses yang sangat lengket bisa ditangani dengan berbagai cara, mulai dari cara yang paling sederhana di rumah atau menggunakan obat-obatan tertentu tergantung dengan penyakit yang jadi penyebabnya.

Cara yang paling mudah adalah dengan minum banyak air putih. Sistem pencernaan yang sehat membutuhkan cairan yang cukup untuk melancarkan proses pencernaan.

Maka itu, minum minimal delapan gelas per hari sangat dianjurkan. Kecuali Anda memiliki masalah ginjal atau kondisi lainnya yang harus membatasi cairan, Anda tidak bisa langsung menambahkan jumlah cairan yang diminum. Bicarakan dengan tenaga medis terlebih dahulu.

Aktivitas fisik sehari-hari juga bisa membantu membangun sistem pencernaan yang sehat, meskipun hanya dengan rutinitas berjalan kaki setiap hari minimal 30 menit.

Sementara itu, Anda juga dapat mengandalkan probiotik yang biasa ditemukan dalam yogurt dan kefir. Dalam yogurt, dan kefir mengandung bakteri baik (probiotik) yang bisa menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Ada juga penggunaan suplemen enzim pencernaan. Dalam suplemen ini dirancang enzim-enzim yang bisa bantu tubuh untuk memecah pati, lemak, dan protein. Dengan enzim ini diharapkan sistem pencernaan menjadi semakin lancar sehingga wujud feses yang dihasilkan jadi lebih baik.

Bagi Anda yang mengalami gangguan pencernaan sebaiknya konsultasikan pada dokter sebelum mencoba menggunakan probiotik atau suplemen enzim

Jika Anda mengalami feses yang lengket disertai diare, Anda dapat mengonsumsi obat antidiare untuk mencegah diare berlanjut. Namun perlu diingat jika feses dengan tekstur lengket tersebut disertai dengan darah dan lendir jangan mengonsumsi obat antidiare tanpa berkonsultasi ke dokter.

Konsumsi makanan yang tepat

Cara lainnya untuk menangani feses sangat lengket adalah dengan membuat pilihan makan yang tepat untuk sistem pencernaan. Beberapa makanan terbaik untuk membantu menjaga kondisi feses adalah:

  • Asparagus
  • Brokoli
  • Wortel
  • Kentang panggang
  • Ubi
  • Kacang hijau
  • Aprikot
  • Pisang
  • Jeruk
  • Oat
  • Kacang

Lalu, kapan saya harus segera ke dokter?

Jika sudah melakukan modifikasi makanan dengan mengurangi makanan berlemak, namun tidak ada perubahan hingga 2 hari ke depan, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Apalagi jika kondisi tersebut disertai gejala lainnya, seperti feses berlendir, berdarah, perut kram, dan gejala lainnya segera tanyakan pada dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Normalkah Jika Feses Anak Berwarna Pucat Keabu-abuan?

Feses anak dapat berubah dari kuning cerah menjadi cokelat dan hijau. Ini normal terjadi. Bila feses anak berwarna abu-abu, normalkah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 28 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

7 Gejala Diare yang Paling Umum, Selain Bikin Bolak-balik Buang Air Besar

Gejala diare identik dengan sakit perut melilit dan bolak-balik BAB lebih dari tiga kali sehari. Apa lagi tanda dan gejala diare yang harus diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Diare, Health Centers 9 Juli 2019 . Waktu baca 8 menit

Sebaiknya Kapan Anak Perlu Melakukan Pemeriksaan Feses?

Masalah pada sistem pencernaan anak kadang tidak bisa dideteksi secara kasat mata. Salah satu cara yang bisa membantu yakni melalui pemeriksaan feses anak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 21 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit

Terasa Lega Setelah BAB, Apakah Buang Air Bisa Menurunkan Berat Badan?

Buang air besar (BAB) dapat mengurangi beberapa ratus gram bobot tubuh Anda. Akan tetapi, benarkah BAB menurunkan berat badan secara efektif?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 9 April 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab anus panas saat bab setelah makan pedas

Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Menyebabkan Ambeien?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makan kotoran manusia

Bahaya Makan Kotoran Manusia Terhadap Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
balita buang air besar

Idealnya, Berapa Kali Balita Buang Air Besar dalam Seminggu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 11 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
aspirasi mekonium

Aspirasi Mekonium, Ketika Bayi Keracunan Air Ketuban yang Terkontaminasi Feses

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Agustus 2019 . Waktu baca 11 menit