Berbagai Penyebab Feses Lengket Serta Cara Mudah Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Dilansir dalam laman Medical News Today, Dr. Octavio A. Vega di Rush University Medical Center Chicago, mengungkapkan bahwa tekstur dan bentuk feses yang ideal itu bagaikan pisang. Namun pada beberapa kondisi, feses ada yang memiliki tekstur sangat lengket. Feses yang lengket biasanya tampak berminyak, dengan warna pucat atau gelap. Lantas, apa yang menyebabkan feses lengket? 

Apa penyebab feses lengket?

Bentuk dan tekstur feses sebenarnya adalah hasil dari pencernaan dan pengolahan makanan di dalam tubuh. Nah, jika feses lengket bisa saja itu tanda dari gangguan pencernaan tertentu, biasanya akibat terlalu banyak makan makanan berlemak.

Feses yang berlemak mungkin juga terjadi karena kondisi seperti penyakit Crohn, yang membuat tubuh lebih sulit tubuh untuk menyerap lemak makanan.

Kotoran juga mungkin lebih lengket ketika seseorang mengalami iritasi pada usus dan esofagus (kerongkongan). Pasalnya, iritasi ini memungkinkan Anda mengalami perdarahan di dalam, sehingga membuat darah bercampur dengan cairan pencernaan dan akhirnya feses semakin lengket.

Beberapa penyakit gangguan pencernaan seperti penyakit celiac atau intoleransi laktosa juga bisa menyebabkan feses lengket, ketika mengonsumsi makanan yang menjadi musuh penyakit tersebut.

Contohnya, jika Anda mengalami penyakit celiac yakni tubuh tidak dapat mencerna gluten (protein dalam gandum) dengan baik. Maka ketika Anda makan makanan mengandung gluten, ini bisa membuat feses sangat lengket dari biasanya.

sulit BAB

Bagaimana mengatasi feses yang lengket?

Feses yang sangat lengket bisa ditangani dengan berbagai cara, mulai dari cara yang paling sederhana di rumah atau menggunakan obat-obatan tertentu tergantung dengan penyakit yang jadi penyebabnya.

Cara yang paling mudah adalah dengan minum banyak air putih. Sistem pencernaan yang sehat membutuhkan cairan yang cukup untuk melancarkan proses pencernaan.

Maka itu, minum minimal delapan gelas per hari sangat dianjurkan. Kecuali Anda memiliki masalah ginjal atau kondisi lainnya yang harus membatasi cairan, Anda tidak bisa langsung menambahkan jumlah cairan yang diminum. Bicarakan dengan tenaga medis terlebih dahulu.

Aktivitas fisik sehari-hari juga bisa membantu membangun sistem pencernaan yang sehat, meskipun hanya dengan rutinitas berjalan kaki setiap hari minimal 30 menit.

Sementara itu, Anda juga dapat mengandalkan probiotik yang biasa ditemukan dalam yogurt dan kefir. Dalam yogurt, dan kefir mengandung bakteri baik (probiotik) yang bisa menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Ada juga penggunaan suplemen enzim pencernaan. Dalam suplemen ini dirancang enzim-enzim yang bisa bantu tubuh untuk memecah pati, lemak, dan protein. Dengan enzim ini diharapkan sistem pencernaan menjadi semakin lancar sehingga wujud feses yang dihasilkan jadi lebih baik.

Bagi Anda yang mengalami gangguan pencernaan sebaiknya konsultasikan pada dokter sebelum mencoba menggunakan probiotik atau suplemen enzim

Jika Anda mengalami feses yang lengket disertai diare, Anda dapat mengonsumsi obat antidiare untuk mencegah diare berlanjut. Namun perlu diingat jika feses dengan tekstur lengket tersebut disertai dengan darah dan lendir jangan mengonsumsi obat antidiare tanpa berkonsultasi ke dokter.

Konsumsi makanan yang tepat

Cara lainnya untuk menangani feses sangat lengket adalah dengan membuat pilihan makan yang tepat untuk sistem pencernaan. Beberapa makanan terbaik untuk membantu menjaga kondisi feses adalah:

  • Asparagus
  • Brokoli
  • Wortel
  • Kentang panggang
  • Ubi
  • Kacang hijau
  • Aprikot
  • Pisang
  • Jeruk
  • Oat
  • Kacang

Lalu, kapan saya harus segera ke dokter?

Jika sudah melakukan modifikasi makanan dengan mengurangi makanan berlemak, namun tidak ada perubahan hingga 2 hari ke depan, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Apalagi jika kondisi tersebut disertai gejala lainnya, seperti feses berlendir, berdarah, perut kram, dan gejala lainnya segera tanyakan pada dokter Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca