Berapa Kebutuhan Air untuk Pasien Ginjal? (Plus, Cara Mengaturnya)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20/01/2018
Bagikan sekarang

Pada orang yang sehat, mengonsumsi banyak air putih memang baik untuk kesehatan ginjal. Namun, hal ini sebaliknya terjadi pada pasien ginjal. Pasien tersebut tidak boleh terlalu banyak minum air. Mengapa demikian? Bagaimana mengatur asupan cairan untuk pasien ginjal? Simak ulasannya berikut ini.

Ginjal dan air dalam tubuh

Dilansir dari WebMD, tubuh manusia terdiri dari 60 persen air. Air tersebut menjaga keseimbangan cairan tubuh. Air juga berperan dalam banyak proses seperti pencernaan, penyerapan, sirkulasi nutrisi, penciptaan air liur, dan menjaga suhu tubuh.

“Melalui kelenjar pituitari posterior (kelenjar yang mengarahkan organ lain untuk bekerja), otak mengirimkan perintah pada ginjal untuk memproses dan membagi banyaknya air; untuk disimpan sebagai cadangan atau dikeluarkan menjadi urine,” kata Steven Guest, salah satu profesor di Stanford University.

Air yang dikeluarkan menjadi urine mengangkut produk limbah yang ada di dalam tubuh. Ketersediaan air dalam tubuh membantu pekerjaan ginjal untuk membersihkan racun dalam tubuh.  Bila tubuh kekurangan air, fungsi ginjal pun akan terganggu dan meningkatkan risiko penyakit atau gangguan pada ginjal.

Kebutuhan air untuk pasien ginjal

Pada orang yang sehat, memperbanyak minum air baik untuk kesehatan. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk pasien penyakit ginjal kronis. Mereka harus menjaga asupan air di dalam tubuhnya. Karena kondisi ginjal pasien tidak berfungsi secara normal, bila menerima banyak air ginjal pun dipaksa bekerja lebih keras untuk mengatur kebutuhan air dalam tubuh. Air yang tidak dikeluarkan menjadi urine akan lantas menumpuk di dalam tubuh.

Pada kasus gagal ginjal, penumpukan air sering terjadi dan mengakibatkan edema (pembengkakan), perubahan pada pengendalian tekanan darah, dan berkurangnya kemampuan tubuh untuk menghasilkan sel darah merah. Oleh karena itu, banyak penderita gagal ginjal yang mengalami komplikasi seperti darah tinggi, diabates, penyakit jantung dan penyumbatan urine. Untuk itu dokter biasanya membatasi asupan air sesuai dengan kondisi tubuh pasien agar tidak memperburuk kondisi ginjal.

Untuk mengetahui seberapa banyak asupan air, pasien akan menjalani dialisis, yaitu untuk mengukur seberapa banyak kemampuan ginjal menyaring air dan mengeluarkannya menjadi urine. Selain itu, dokter akan mengukur berat badan Anda.

Dilansir dari Live Strong, asupan air setiap pasien ginjal berbeda berdasarkan kondisinya. Misalnya, jika fungsi ginjal sangat terbatas maka dokter akan merekomendasikan 1,2 liter per hari. Itu pun harus disesuaikan terlebih dahulu dengan buah atau sayur yang boleh dikonsumsi. Sebab asupan air tidak hanya berasal dari air minum, tetapi juga dari buah dan sayur yang mengandung banyak air.

air putih basi kok bisa

Bagaimana menjaga asupan air untuk pasien ginjal?

Pasien perlu mendapatkan rekomendasi asupan air yang sesuai dengan kondisinya. Air bisa ditempatkan ke dalam wadah yang ukurannya sesuai dengan rekomendasi dokter. Kemudian, air dituangkan dari wadah tersebut ke dalam gelas untuk setiap kali minum. Jadi, yang perlu diperhatikan adalah takaran jumlah air per hari. Dari ukuran wadah air tersebut, pasien bisa memperkirakan seberapa banyak air yang bisa diminum dalam satu waktu minum air.

Selain asupan air, pasien ginjal juga perlu membatasi penggunaanan garam. Sebab terlalu banyak garam bisa membuat pasien lebih cepat merasa haus dan juga kembung. Keluarnya urine yang lebih sedikit dari biasanya juga bisa disebabkan oleh tingginya kadar garam yang dikonsumsi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Itu Prosedur Cimino Dalam Proses Cuci Darah?

Cimino merupakan salah satu prosedur dalam proses cuci darah (hemodialisis). Apa itu cimino dan bagaimana prosedurnya dilakukan? Simak artikel berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Pengobatan Hemodialisis dan CAPD untuk Gagal Ginjal, Mana yang Lebih Baik?

Hemodialisis dan CAPD adalah dua metode pencucian darah yang sering digunakan untuk pengobatan gagal ginjal. Namun, manakah yang lebih baik?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kebutuhan Cairan Bayi dan Tips untuk Mencukupinya

Memenuhi kebutuhan cairan atau minum setiap harinya bukan hanya diperlukan bagi orang dewasa, tetapi juga untuk bayi. Berapa kebutuhan cairan bayi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Mengapa Air Minum dalam Kemasan Rasanya Berbeda-beda?

Meski hanya berisikan air putih dan sama-sama dikemas dalam botol plastik, setiap merek air minum kemasan bisa memiliki rasa yang berbeda. Apa sebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

Komplikasi pneumonia

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
vaksin untuk pasien ginjal

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020
minum air menghilangkan jerawat

Cukup Minum Air Putih Bantu Menghilangkan Jerawat, Lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
risiko efek covid-19 pasien cuci darah

Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020