Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 oleh Kementerian Kesehatan, 800 sampai 100 ribu penduduk Indonesia mengalami demam tifoid atau yang lebih dikenal dengan penyakit tipes. Tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri salmonella typhi dan umumnya menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi. Orang yang mengalami demam tifoid biasanya akan demam tinggi, diare atau sembelit, sakit kepala, dan sakit perut. Lalu, apa obat gejala tipes? Simak artikel berikut ini.

Apa saja obat gejala tipes bagi penderita demam tifoid?

Demam tifoid dapat memburuk dalam beberapa minggu, jika tidak segera ditangani dengan baik. Tipes dapat mengakibatkan komplikasi seperti pendarahan internal atau pecahnya sistem pencernaan (usus). Risiko komplikasi juga akan berkembang menjadi membahayakan nyawa jika situasi tersebut tidak segera ditangani dengan baik.

1. Pengobatan gejala tipes di rumah

Seseorang yang terdiagnosis demam tifoid pada gejala tipes yang ringan membutuhkan 1-2 minggu pengobatan dengan tablet antibiotik yang diresepkan. Meski tubuh akan mulai membaik setelah 2-3 hari mengonsumsi antibiotik, sebaiknya jangan menghentikan konsumsi sebelum antibiotik habis. Ini penting untuk memastikan agar bakteri benar-benar hilang dari tubuh. Antibiotik biasa menjadi obat gejala tipes adalah golongan kuinolon, golongan cephalosporin, kloramfenikol, thiamfenikol, sulfa, dan yang lainnya.

Agar tubuh Anda segera pulih dan mencegah risiko tipes datang lagi, pastikan Anda menjalani langkah-langkah sederhana yang mungkin menjadi obat gejala tipes yang ampuh untuk Anda, berikut ini:

  • Istirahat cukup, hentikan segala aktivitas bekerja atau sekolah
  • Makan teratur. Anda dapat makan sesering mungkin dalam kadar sedikit dibandingkan jika makan dengan porsi besar sebanyak tiga kali sehari
  • Memenuhi kebutuhan nutrisi dengan makan lunak yang kaya gizi
  • Hindari makanan yang terlalu asam, pedas, berminyak dan berlemak
  • Minum banyak air putih
  • Cuci tangan teratur dengan sabun dan air hangat untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi
  • Menjaga kebersihan makanan atau minuman, dan alat makan

2. Pengobatan di rumah sakit

Pengobatan di rumah sakit sangat dianjurkan jika Anda mengalami gejala tipes yang parah, seperti muntah terus menerus, diare parah, dan mengalami sakit perut yang luar biasa. Antibiotik di rumah sakit biasanya akan diberikan dalam bentuk suntikan. Jika diperlukan, asupan cairan dan nutrisi juga akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah melalui infus.

Anda mungkin harus mengikuti pengobatan antibiotik hingga hasil tes terhadap tinja dan urin benar-benar bersih dari bakteri penyebab tifus. Infus diberikan karena perawatan tifus yang dilakukan di rumah sakit umumnya diiringi muntah terus-menerus, diare parah, serta perut kembung.

Infus berisi cairan diberikan untuk mencegah dehidrasi akibat gejala diare. Penderita anak yang mengalami demam tifus dapat direkomendasikan untuk melalui perawatan di rumah sakit sebagai tindak pencegahan.

Pada sebagian kecil kasus, operasi mungkin diperlukan jika terjadi komplikasi yang membahayakan nyawa, seperti pendarahan dalam atau rusaknya sistem pencernaan. Hampir semua kondisi orang yang mengalami demam tifoid berangsur membaik setelah dirawat di rumah sakit selama 3-5 hari. Tubuh akan pulih dengan perlahan-lahan bahkan setelah berminggu-minggu pascainfeksi hingga Anda sepenuhnya pulih kembali. Antibiotik adalah obat gejala tipes yang paling ampuh untuk digunakan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca