Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalani Tranfusi Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Transfusi darah adalah prosedur medis di mana seseorang yang menerima darah yang didonorkan dari orang lain untuk membuat kondisi kesehatannya pulih. Sebenarnya, siapa saja yang boleh melakukan transfusi darah dan apa yang harus dipersiapkan? Berikut adalah hal yang harus Anda ketahui sebelum transfusi darah.

Siapa saja yang perlu transfusi darah?

Transfusi darah dilakukan pada orang yang mengalami kekurangan darah. Ada banyak kondisi yang menyebabkan seseorang kekurangan darah seperti:

  • Baru saja menjalani operasi besar sehingga harus melakukan transfusi untuk menggantikan darahnya hilang tersebut.
  • Mengalami kecelakaan atau bencana yang menyebabkan perdarahan hebat.
  • Mengalami suatu gangguan fungsi tubuh tertentu, contohnya anemia, penyakit infeksi yang parah, gangguan fungsi hati, thalassemia, hemofilia, dan trombositopenia.

Rata-rata orang dewasa memiliki sekitar 5 liter darah total di dalam tubuhnya. Bila kehilangan darah sedikit saja atau tidak lebih dari 1,5 liter, maka tubuh akan bisa menggantikannya dengan menciptakan sel darah merah baru dalam waktu beberapa minggu – namun dibantu dengan asupan makanan dan minuman yang cukup.

Transfusi darah tak hanya darah merah saja, namun juga transfusi trombosit, plasma darah, dan darah putih. Untuk menentukan Anda mendapatkan transfusi darah jenis yang mana, hal ini akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan pengobatan Anda masing-masing.

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum transfusi darah?

Sebelum melakukan transfusi darah sebenarnya tidak perlu menyiapkan apapun. Hanya saja, perlu dilakukan pengecekan golongan dan jenis darah pasien. Hal ini dapat diketahui dengan cara memeriksa darah di laboratorium.

Sehingga, sebelum Anda melakukan transfusi darah, maka darah Anda akan diambil sedikit untuk menjadi sampel dan diperiksa lebih lanjut. Tak hanya itu, biasanya tim medis akan mengecek kondisi kesehatan Anda secara umum, dengan mengukur tekanan darah, suhu tubuh, dan detak jantung Anda.

Selain itu, sebelum transfusi darah, Anda juga dapat mengonsumsi makanan tinggi gizi dan kalori agar mempercepat pemulihan kesehatan. Jika Anda mengalami anemia, maka Anda dapat mengonsumsi makanan seperti daging ayam, daging sapi, hati, dan berbagai sayuran yang berdaun hijau tua.

Namun, sebaiknya tanyakan juga pada tim medis yang menangani Anda terkait makanan apa yang dipantang dan dianjurkan untuk dimakan.

Seperti apa proses transfusi darah?

Selain mengetahui hal yang diperlukan sebelum trasnfusi darah, Anda pun sebaiknya memahami prosesnya.

Proses transfusi, dimulai dari memasukkan darah ke dalam tubuh melalui jarum yang selangnya terhubung ke kantung darah. Hal ini tidak jauh berbeda ketika Anda diinfus.

Proses ini akan memakan waktu sekitar 30 menit hingga 4 jam, tergantung seberapa banyak kantung darah yang diperlukan.

Apakah ada efek samping dari transfusi darah?

Sejauh ini, jika transfusi  dilakukan berdasarkan standar medis yang benar, tidak akan membahayakan kesehatan sama sekali. Namun sebelum transfusi darah, Anda perlu mempersiapkan diri terhadap timbunlnya efek samping yang ringan, seperti:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Merasa gatal-gatal
  • Sedikit susah untuk bernapas
  • Kulit memerah

Sedangkan, efek samping yang jarang muncul setelah melakukan hal ini yaitu:

  • Susah bernapas
  • Sakit pada dada
  • Tiba-tiba tekanan darah menurun

Bila Anda telah menjalani transfusi darah lebih dari satu kali, kemungkinan untuk terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh lebih besar. Hal ini disebabkan karena reaksi sistem kekebalan Anda terhadap darah yang baru saja masuk ke dalam tubuh.

Namun, kondisi ini jarang terjadi dan bisa dicegah dengan mengecek tipe darah Anda sebelum trasnfusi darah, sehingga umumnya sudah sesuai tubuh.

Jika Anda mengalami atau merasakan suatu gejala atau gangguan kesehatan, baik sebelum atau selama transfusi darah berlangsung, maka jangan ragu untuk memberitahukan tim medis yang menangani Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit