Di tengah rapat super penting dengan klien potensial, Anda mendadak merasa ingin buang air kecil terus padahal sebelumnya sudah ke toilet beberapa kali. Atau justru tiba-tiba ingin kencing ketika Anda masih di dalam bus kota yang terjebak macet, sementara jarak kantor masih lumayan jauh? Sialnya, karena hasrat “ke belakang” tidak bisa dikendalikan Anda malah jadi sedikit ngompol di celana. Pernah mengalami situasi seperti ini?

Desakan ingin buang air kecil terus secara tiba-tiba yang tidak tertahankan dikenal dengan nama kandung kemih overaktif atau overactive bladder (OAB). Nah, untuk membedakan mana kebelet biasa dengan kandung kemih overaktif, simak ulasannya berikut.

Apa itu kandung kemih overaktif?

Normalnya, urin yang dihasilkan oleh ginjal akan mengalir dan disimpan di kandung kemih. Setelah terisi penuh, saraf akan mengirim sinyal ke otak bahwa Anda harus segera pergi ke kamar mandi. Kemudian, saraf akan mengirimkan sinyal pada otot-otot di sekitar dasar panggul, uretra, dan kendung kemih untuk mendorong air keluar melewati pembukaan uretra dan keluar dari dalam tubuh.

Overactive bladder adalah kondisi yang terjadi ketika kandung kemih bekerja terlalu aktif. Hal ini kemudian menimbulkan desakan ingin buang air kecil tiba-tiba, padahal kandung kemih tidak terisi cukup urine untuk dibuang.

OAB terjadi akibat otot-otot di sekitar kandung kemih berkontraksi secara tidak sengaja.

Selain mendadak ingin buang air kecil terus, apa lagi gejala overactive bladder?

penyebab flek cokelat

Kebelet buang air kecil bisa terjadi kapan saja, bahkan saat Anda sehat. Namun, orang dengan overactive bladder biasanya akan merasa dorongan untuk buang air yang mendadak, sehingga sibuk bolak-balik ke kamar mandi.

Gejala lainnya yang biasa dialami orang dengan overactive bladder adalah:

  • Urin keluar sendiri tanpa bisa dikendalikan (inkotinensia urine) alias ngompol.
  • Sering buang air kecil, biasanya lebih dari delapan kali sehari
  • Sering terbangun di malam hari lebih dari dua kali untuk buang air kecil (nocturia)

Apa penyebab kandung kemih yang overaktif?

Penyebab pasti dari overactive bladder tidak diketahui pasti. Namun, ada berbagai hal dan masalah kesehatan yang bisa meningkatkan risiko timbulnya kondisi ini, antara lain:

  • Penyakit diabetes.
  • Gangguan neurologis, seperti stroke atau multiple sclerosis.
  • Infeksi saluran kemih kronis.
  • Kelainan pada kandung kemih, seperti tumor atau batu kandung kemih.
  • Terhambatnya aliran kandung kemih karena pembesaran prostat, sembelit, atau operasi pada kandung kemih.
  • Menggunakan obat yang meningkatkan prosuksi urine cepat.
  • Terlalu banyak minum alkohol dan kafein.
  • Fungsi kognitif yang menurun, seperti stroke atau penyakit Alzheimer.

Berbagai cara untuk mengatasi overactive bladder

Darbepoetin Alfa adalah

Mengatasi kandung kemih yang terlalu aktif bisa dilakukan dengan banyak cara. Konsultasikan lebih dulu kepada dokter untuk menentukan pengobatan yang paling baik untuk Anda. Beberapa cara untuk mengatasi overactive bladder adalah:

Minum obat

Beberapa obat-obatan bisa merelaksasikan otot kandung kemih yang sering berkontraksi. Ini membantu Anda untuk mengurangi perasaan ingin buang air kecil. Obat yang bisa diminum, antara lain tolterodine, trospium, darifenacin, solifenacin, dan fesoterodine. Efek samping yang biasanya muncul adalah mata kering, mulut kering, atau sembelit.

Stimulasi saraf

Mengatur kembali impuls saraf ke kandung kemih bisa memperbaiki gajala kandung kemih yang terlalu aktif. Stimulasi saraf dilakukan dengan proses pembedahan dengan menempatkan kawat tipis di dekat saraf yang bertugas mengirimkan sinyal ke kandung kemih. Prosedur tersebut hanyalah sementara, jika berpengaruh maka kawat tipis diganti dengan elektroda permanen.

Operasi

Pembedahan kandung kemih biasanya direkomendasikan pada pasien yang mengalami gejala parah dan tidak berhasil dengan pengobatan sebelumnya. Operasi dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kandung kemih untuk menyimpan urine dan mengurangi tekanan di kandung kemih. Pada tahap ini, kendung kemih akan dibangun kembali sebagian atau diganti dengan kandung kemih alternatif (neobladder).

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca