Gangguan Elektrolit Bisa Berakibat Fatal, Ini 5 Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Elektrolit adalah mineral pada cairan tubuh yang diperlukan agar tubuh berfungsi normal. Ketidakseimbangan jumlah elektrolit dapat menimbulkan masalah kesehatan serius. Untungnya, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.

Mencegah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit

Elektrolit pada cairan tubuh terdiri atas natrium, klorida, kalium, magnesium, kalsium, fosfat, dan bikarbonat. Mineral-mineral ini berperan penting untuk menjaga keseimbangan di dalam dan luar sel tubuh sehingga fungsinya berjalan normal.

Kadar elektrolit dapat meningkat dan menurun seiring perubahan kondisi cairan tubuh. Ini merupakan kondisi yang wajar. Namun, ketidakseimbangan elektrolit yang parah dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti kejang, koma, hingga serangan jantung yang berakibat fatal.

Anda dapat mencegah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dengan menerapkan cara berikut:

1. Mencukupi kebutuhan cairan tubuh

Kekurangan asupan cairan tubuh dapat mengakibatkan dehidrasi. Saat mengalami dehidrasi, jumlah elektrolit menjadi tidak seimbang karena beberapa mineral ikut terbawa oleh cairan yang hilang dari tubuh.

Maka dari itu, pastikan Anda mencukupi kebutuhan cairan setiap hari. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda:

  • Minum segelas air setiap selesai makan, baik makanan utama maupun camilan.
  • Minum sebelum Anda merasa haus.
  • Mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan air seperti sup, kaldu, buah semangka, stroberi, jeruk, selada, dan tomat.
  • Membawa botol minum saat bepergian.
  • Mengonsumsi jus tanpa gula atau infused water.
  • Selalu memilih air putih saat makan di luar rumah.

2. Tidak minum air putih secara berlebihan

Asupan cairan memang penting untuk mencegah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Akan tetapi, minum air putih secara berlebihan justru akan melarutkan beberapa elektrolit sehingga jumlahnya menjadi tidak seimbang.

Salah satu bahaya yang timbul dari terlalu banyak minum air adalah hiponatremia, atau rendahnya kadar natrium dalam darah. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah rendah, kebingungan, sakit kepala, mual dan muntah, hingga kejang.

kebutuhan minum air putih untuk perokok

Untuk mencegahnya, hindari minum air sebanyak 800-1.000 mL dalam waktu 1-3 jam. Tubuh Anda membutuhkan sekitar 2 liter air dalam sehari, tapi pastikan Anda membaginya dengan rata ke dalam beberapa waktu.

3. Mengonsumsi minuman mengandung elektrolit setelah berolahraga

Tubuh kehilangan banyak cairan selama berolahraga. Kondisi ini membuat Anda lebih rentan mengalami gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Untuk mencegahnya, Anda dapat mengonsumsi sports drink yang telah dilengkapi dengan beragam mineral.

Namun, perhatikan jenis dan jumlah sports drink yang Anda minum. Beberapa jenis sports drink mengandung pemanis buatan untuk meningkatkan rasanya. Sedapat mungkin, pilihlah sports drink dengan kandungan gula paling rendah.

Selain sports drink, elektrolit juga tersedia dalam minuman alami seperti air kelapa atau infused water. Anda bisa membuatnya sendiri dengan mencampurkan bahan-bahan berikut:

  • Seperempat sendok teh garam
  • 60 mL perasan lemon
  • 60 mL perasan jeruk nipis
  • 360 mL air kelapa
  • 480 mL air

4. Mengonsumsi sumber mineral

Selain kebutuhan cairan, memenuhi kecukupan mineral juga sama pentingnya untuk mencegah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Anda dapat memperoleh beragam mineral elektrolit dari sumber berikut:

  • Natrium: roti, kue kering, keju, dan garam
  • Klorida: garam
  • Kalium: pisang, alpukat, dan ubi
  • Magnesium: biji-bijian dan kacang-kacangan
  • Kalsium: sayuran berdaun hijau serta susu dan berbagai produknya

Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit bisa menjadi kondisi yang membahayakan jiwa. Itu sebabnya sangat penting bagi Anda mempertahankan keseimbangan elektrolit dalam cairan tubuh melalui makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

Pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan dan mineral, tapi ingatlah untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Agar tubuh bisa berfungsi secara normal, kuncinya terdapat pada asupan makanan dan air yang seimbang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Mudah Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh Setiap Hari

Kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan dehidrasi dan memicu gangguan kesehatan. Lalu, bagaimana cara memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang efektif?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

Air Kelapa Memang Sehat, Tapi Bahaya Jika Diminum Terlalu Banyak

Air kelapa memang memiliki segudang manfaat. Akan tetapi, adakah efek samping yang ditimbulkan jika terlalu sering minum air kelapa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat 16 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Menelan Ludah Tidak Menghilangkan Haus?

Saat tidak ada air minum, menelan ludah adalah solusi darurat yang mau tak mau dicoba. Namun kenapa ya, menelan ludah sendiri malah bikin makin haus?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 14 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala Kekurangan Mineral yang Paling Sering Terjadi Pada Anak

Kekurangan asupan mineral pada anak akan berpengaruh terhadap proses tumbuh kembangnya. Jangan disepelekan, pahami beragam gejala saat anak kurang mineral.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Anak, Parenting 8 Juni 2019 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebutuhan cairan bayi

Kebutuhan Cairan Bayi dan Tips untuk Mencukupinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Maret 2020 . Waktu baca 7 menit
refeeding syndrome

Mengenal Refeeding Syndrome, Kondisi Fatal yang Mengintai Pasien Kurang Gizi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
penyebab gangguan elektrolit

3 Penyebab Tidak Seimbangnya Elektrolit dalam Tubuh Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit