home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ternyata Berbahaya, Ini Gejala Gangguan Elektrolit yang Tak Boleh Diabaikan

Ternyata Berbahaya, Ini Gejala Gangguan Elektrolit yang Tak Boleh Diabaikan

Elektrolit adalah berbagai mineral terurai dalam cairan tubuh yang membentuk ion-ion. Mineral yang termasuk dalam elektrolit antara lain natrium, kalium, klorida, magnesium, kalsium, dan fosfat. Elektrolit harus tetap seimbang agar tubuh Anda dapat berfungsi dengan normal. Saat terjadi jumlahnya tidak seimbang, tubuh Anda dapat mengalami beragam gejala gangguan elektrolit.

Gejala gangguan elektrolit secara umum

dehidrasi saat puasa

Gangguan elektrolit yang ringan mungkin tidak akan menimbulkan tanda apa pun. Anda baru akan merasakan gejalanya saat jumlah elektrolit di dalam tubuh jauh di bawah atau di atas normal alias memasuki tingkatan yang parah. Gejalanya pun dapat berbeda-beda, tapi orang yang mengalami gangguan elektrolit umumnya akan merasakan kondisi berupa:

  • detak jantung tidak beraturan atau bertambah cepat
  • tubuh lesu dan tidak kunjung membaik
  • mual dan muntah
  • diare atau sembelit
  • kejang
  • sakit kepala
  • otot tubuh kram atau terasa lemah
  • mati rasa, sensasi geli pada kulit, atau timbul kedutan
  • nyeri perut
  • mudah marah atau mudah bingung

Gejala gangguan elektrolit berdasarkan jenis mineral

Kejang dan Epilepsi Gabapentin obat apa

Gangguan elektrolit adalah kondisi yang terjadi ketika jumlah mineral menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari rentang normal. Dalam istilah medis, jumlah yang lebih tinggi dari normal diawali dengan imbuhan “hiper-”, sedangkan jumlah yang lebih rendah dari normal diawali dengan “hipo-”.

Setiap jenis mineral bisa saja jumlahnya tidak normal dan memiliki gejalanya masing-masing.

1. Natrium

Natrium penting untuk mengatur fungsi sistem saraf dan kontraksi otot. Jumlah natrium yang terlalu rendah akan menimbulkan gejala berupa sakit kepala, perubahan kondisi mental, mual dan muntah, rasa lelah, kejang, hingga koma. Sedangkan jumlah natrium di atas normal dapat menimbulkan gejala serupa, tapi disertai dengan rasa haus.

2. Kalium

Kalium adalah mineral yang dibutuhkan untuk menjaga fungsi jantung, sistem saraf, dan otot. Hipokalemia dan hiperkalemia ringan biasanya tidak menimbulkan gejala.

Namun, jika gangguan pada komponen elektrolit ini terus berlanjut, Anda akan mengalami gejala berupa denyut jantung yang tidak beraturan. Jumlah kalium yang terlalu rendah bahkan dapat menyebabkan gejala lebih parah seperti kram dan kejang.

3. Kalsium

Selain penting untuk kesehatan tulang dan gigi, kalsium juga dibutuhkan untuk menjaga tekanan darah normal dan mengendalikan kontraksi otot. Hipokalemia ringan tidak memiliki gejala, tapi bila tidak ditangani akan menyebabkan perubahan warna kulit, kuku, dan rambut.

Kekurangan kalsium yang parah juga dapat menyebabkan nyeri otot hingga kejang. Sebaliknya, hiperkalemia yang tidak diatasi bisa mengakibatkan nyeri perut serta gangguan pada sistem saraf, otot, dan pencernaan.

4. Klorida

Klorida adalah komponen yang menjaga keseimbangan asam dan basa dalam elektrolit. Gejala hipokloremia antara lain dehidrasi, tubuh lesu, kesulitan bernapas, muntah, dan diare. Sementara itu, hiperkloremia memiliki gejala yang lebih beragam. Sebagian besar gejalanya menyerupai tanda-tanda gangguan elektrolit secara umum.

5. Magnesium

Magnesium adalah komponen elektrolit yang berguna dalam pengaturan fungsi saraf, denyut jantung, dan kontraksi otot. Kekurangan magnesium ditandai dengan gejala yang menyerupai kekurangan kalium dan kalsium. Sementara kelebihan magnesium biasanya menimbulkan gangguan pernapasan, perubahan denyut jantung, dan penurunan tekanan darah.

6. Fosfat

Fungsi tubuh tidak akan berjalan normal tanpa adanya fosfat. Kekurangan fosfat umumnya tidak menunjukkan gejala, tapi kondisi ini dapat menimbulkan masalah pernapasan, kejang, hingga gagal jantung. Gejala gangguan elektrolit juga tidak tampak saat tubuh Anda kelebihan fosfat sehingga perlu diperiksa lebih lanjut.

Gejala gangguan elektrolit amat bervariasi dan tergantung pada jenis mineral yang bermasalah. Anda juga dapat mengalami gejala yang tidak tampak dari luar seperti perubahan tekanan darah, gangguan sistem saraf, dan masalah pada tulang.

Jangan mengabaikan semua gejala tersebut, karena gangguan elektrolit parah yang tidak segera ditanggapi bisa mengakibatkan komplikasi hingga berakibat fatal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

All About Electrolyte Disorders. https://www.healthline.com/health/electrolyte-disorders Diakses pada 5 April 2019.

Electrolyte Imbalance. http://cancer.unm.edu/cancer/cancer-info/cancer-treatment/side-effects-of-cancer-treatment/less-common-side-effects/blood-test-abnormalities/electrolyte-imbalance/ Diakses pada 5 April 2019.

Electrolytes – What Are They? What Happens If You Don’t Have Enough? https://www.roswellpark.org/cancertalk/201808/electrolytes-what-are-they-what-happens-if-you-dont-have-enough Diakses pada 5 April 2019.

Everything you need to know about electrolytes. https://www.medicalnewstoday.com/articles/153188.php Diakses pada 5 April 2019.

Hyponatremia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyponatremia/symptoms-causes/syc-20373711 Diakses pada 5 April 2019.

Hypochloremia: What Is It and How Is It Treated? https://www.healthline.com/health/hypochloremia Diakses pada 5 April 2019.

All you need to know about hyperchloremia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319801.php Diakses pada 5 April 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 09/04/2019
x