Bagaimana Cara Mencegah Alergi pada Bahan Pakaian?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Mencegah alergi bahan pakaian perlu Anda tahu agar dapat bersikap lebih bijak dalam memilih atau berbelanja bahan. Jika Anda salah memilih bahan pakaian, Anda mungkin bisa terjebak dalam situasi yang tidak nyaman, khususnya pada kulit Anda. Alergi bahan pakaian bisa menimbulkan kemerahan dan gatal pada kulit. Karena itu, ulasan di bawah ini penting untuk diperhatikan.

Apa itu alergi bahan pakaian?

Alergi bahan pakaian dapat diartikan sebagai reaksi negatif kulit yang disebabkan oleh pemakaian pakaian dan/atau kain lain yang bersentuhan dengan kulit. Kondisi tersebut merupakan salah satu bentuk alergi kontak. Sumber dari masalah kulit tersebut mungkin dari bahan itu sendiri.

Penyebab

Apapun asal bahan pakaian, apakah itu wol domba, kasmir, atau rambut unta, potensi untuk alergi kontak tetap ada untuk mereka yang sensitif terhadap lanolin, bahan pakaian yang diproduksi oleh kelenjar minyak hewan.

Alergi pada bahan silk biasanya jarang terjadi. Jadi, bahan ini umumnya aman digunakan oleh sebagian orang.

Meskipun begitu, alergi terhadap pakaian berbahan dasar tumbuhan, seperti katun dan linen juga tetap ada. Namun, bahan-bahan tersebut mungkin menyebabkan reaksi, bukan sebagai penyebab dari alergi bahan pakaian itu sendiri.

Seringkali, penyebab kondisi ini adalah pewarna atau zat kimia lainnya yang terkandung dalam pakaian.

Menurut Harvard Health Publishing, alergi kontak bisa menjadi kondisi kronis jika:

  • Gejala tidak ditangani dengan baik.
  • Kulit terus menerus terpapar dengan pemicu alergi.

Kalau sudah begini, kulit akan menjadi terasa tebal, bersisik, dan kering. Warna kulit berubah dan kehilangan rambut pada area terkena juga dapat terjadi. Karena itu, cara mencegah alergi bahan pakaian perlu Anda ketahui.

Gejala

Gejala yang ditimbulkan dari alergi bahan pakaian adalah tampilan kemerahan dan gatal pada kulit. Terkadang, gejala tersebut muncul beberapa jam setelah Anda terpapar bahan pakaian.

Beberapa kasus lainnya menyebut gejala muncul setelah beberapa hari, bulan, bahkan tahun, setelah Anda mengenakan bahan pakaian tertentu.

Gejala-gejala biasanya dimulai pada lipatan kulit Anda atau area lain yang bersentuhan dengan bahan pakaian Anda. Gejala tersebut biasanya muncul pada bagian lengan, belakang lutut, ketiak,  pangkal paha, dan di sisi mana pun pakaian terasa ketat.

Dengan perawatan yang tepat, gejala yang Anda rasakan mungkin akan hilang dalam dua sampai tiga minggu. Namun, Anda harus menghindari bahan apapun yang jadi penyebab alergi Anda.

Jika Anda terus menerus terpapar dengan penyebab alergi bahan pakaian, Anda mungkin akan mengembangkan gejala alergi kontak kronis. Kondisi tersebut bisa bertahan hingga bertahun-tahun.

Bagaimana cara mencegah alergi bahan pakaian?

Jika Anda mengidap alergi bahan pakaian, cara terbaik untuk mencegah masalah adalah dengan menghindari semua pakaian atau bahan pakaian yang terbuat dari penyebab alergi Anda.

Terkadang, cara tersebut sulit dilakukan karena bahan pakaian terbuat dari ramuan bahan kimia dan pewarna yang tidak diidentifikasi sevara individual. Karena itu, beberapa langkah di bawah ini bisa menjadi cara mencegah alergi bahan pakaian:

  • Kenakan pakaian yang terbuat dari bahan alami, seperti katun dan linen
  • Kenakan pakaian dengan warna kalem karena mengandung lebih sedikit pewarna
  • Kenakan pakaian yang longgar di cuaca panas
  • Hindari pakaian dengan tanda “non-iron” dan “anti-kotoran” karena kemungkinan bahannya telah ditangani dengan bahan kimia
  • Hindari pakaian dengan tanda “cuci secara terpisah” karena pakaian jenis ini cenderung lebih mudah luntur.

Dokter kulit Anda mungkin memiliki rekomendasi lebih rinci soal kondisi ini, terlebih jika Anda mengalami alergi bahan pakaian yang parah.

Share now :

Direview tanggal: Januari 28, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 27, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca