8 Makanan yang Bisa Membantu Otak untuk Fokus dan Konsentrasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda, bahwa apa yang Anda makan tidak hanya mempengaruhi energi tubuh, namun juga daya konsentrasi otak Anda? Nyatanya, makanan yang Anda konsumsi juga bisa berdampak pada aliran darah dan oksigen menuju otak. Hal tersebutlah yang ternyata bisa mempengaruhi lama waktu Anda bisa tetap fokus dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, untuk Anda yang merasa mudah kehilangan fokus dalam beraktivitas, berikut adalah beberapa makanan yang bisa membantu Anda untuk meningkatkan konsentrasi otak dalam aktivitas sehari-hari.

Makanan dan minuman untuk meningkatkan konsentrasi otak

1. Air putih

Lebih dari 70 persen tubuh Anda terdiri dari air. Sehingga, setiap fungsi tubuh akan bergantung pada air, termasuk aktivitas otak dan sistem saraf.

Kurangnya konsumsi air bisa membuat Anda kehilangan fokus, kelelahan, menurunkan daya ingat, bahkan bisa menimbulkan sakit kepala, masalah tidur, dan lainnya. Sehingga, untuk mengoptimalkan fungsi otak, terutama dalam meningkatkan fokus atau konsentrasi, Anda perlu mengonsumsi air putih setidaknya delapan gelas sehari.

2. Cokelat hitam

Studi yang dilakukan oleh Michelle Montopoli dkk tahun 2015 menemukan bahwa mengonsumsi cokelat hitam yang mengandung 60 persen kakao bisa membuat otak lebih waspada dan penuh perhatian.

Sebuah studi tahun 2013 juga menemukan bahwa orang yang minum dua cangkir cokelat setiap hari selama sebulan mengalami perbaikan aliran darah ke otak, sehingga mereka memiliki kinerja yang lebih baik dalam tes memori. Konsumsi cokelat hitam juga bisa meningkatkan kadar serotonin dan endorfin, yang berperan dalam meningkatkan tingkat konsentrasi otak.

3. Kafein

Studi tahun 2005 yang dilakukan oleh Florian Koppelstätter menemukan bahwa konsumsi kafein bisa mempromosikan peningkatan aktivitas otak yang terlibat dalam proses perencanaan, perhatian, pemantauan, dan konsentrasi. Sayangnya, efek kafein pada setiap orang akan bervariasi; termasuk efek kafein dalam meningkatkan konsentrasi otak, karena biasanya, efek tersebut merupakan efek jangka pendek.

4. Pisang

Studi tahun 2008 menemukan bahwa siswa yang makan buah pisang sebelum ujian memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak. Kandungan potasium, yang merupakan mineral penting yang penting di dalam pisang, bisa membantu mengoptimalkan kinerja otak, saraf, dan jantung Anda.

5. Telur

Studi terdahulu menemukan bahwa asupan omega-3 yang terkandung dalam telur bisa meningkatkan kinerja otak, termasuk dalam daya ingat, fokus, dan suasana hati. Telur juga mengandung kolin, senyawa yang dapat membantu menjaga selaput otak sehat.

6. Ikan salmon

Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 yang bisa membantu membangun sel-sel otak, memperlambat penurunan kognitif, dan memperkuat sinapsis di otak Anda yang terkait dengan memori. Kandungan protein dalam ikan salmon juga bisa menjaga otak tetap fokus dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

7. Teh hijau

Teh hijau memiliki kandungan alami kafein yang bisa Anda membantu Anda untuk lebih fokus. Teh hijau mengandung kafein yang lebih rendah dibandingkan dengan kopi dan juga mengandung asam amino theanine. Studi menemukan bahwa asam theanine bisa meningkatkan fokus atau daya konsentrasi otak.

8. Blueberry

Studi yang dilakukan tahun 2010 yang diterbitkan oleh Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan bahwa orang yang minum jus blueberry setiap hari selama dua bulan, bisa meningkatkan kinerja mereka pada tes belajar dan memori secara signifikan. Kandungan antioksidan dalam blueberry juga bisa membantu meningkatkan memori dengan mengaktifkan enzim pelindung otak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit