Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu pola makan sehat yaitu makan sayur setiap hari. Anda dapat menemukan banyak resep masakan Indonesia yang bahan dasarnya dari campuran sayur, seperti lalap, karedok, gado-gado, atau pecel. Namun tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis sayuran perlu usaha lebih untuk dicerna oleh tubuh setelah Anda makan. Lantas, bagaimana cara mengakalinya jika Anda suka sekali makan sayur? Yuk, lihat beberapa tipsnya berikut ini.

Cara tepat makan sayur agar mudah dicerna

British Nutrition Foundation menyebutkan bahwa sayur dan buah menjadi menu makanan sehat karena kaya serat, vitamin, dan mineral. Semua nutrisi tersebut dibutuhkan oleh sel, organ, dan jaringan agar dapat bekerja dengan baik.

Di samping itu, sayuran juga menjaga berat badan tetap sehat karena pada dasarnya rendah kalori dan lemak. Seperti yang Anda tahu, konsumsi lemak dan kalori berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, kanker, penyakit jantung, dan stroke.

Meski menyehatkan, beberapa sayur ternyata sulit dicerna oleh tubuh. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir jika ingin makan sayuran memberatkan kerja sistem pencernaan. Perhatikan beberapa tipsnya di bawah ini:

1. Kunyah hingga lumat

Mengunyah makanan cepat-cepat jadi salah satu penyebab saur jadi lebih sulit dicerna. Apalagi jika sayuran Anda makan masih mentah. Salah satu penyebabnya adalah serat tidak larut yang terkandung pada sayur yang Anda makan.

Tidak seperti lemak atau protein, serat melewati saluran pencernaan secara utuh dan sampai ke usus besar. Di organ ini, serat ini tidak secara menyeluruh dihancurkan oleh bakteri sehingga jadi lebih sulit dicerna.

Itulah sebabnya, Anda diharuskan makan sayuran dan makanan lain dengan tenang. Dengan begini, konsentrasi Anda akan fokus pada tekstur makanan saat dikunyah di mulut.

Selama mengunyah, makanan tidak hanya dihancurkan oleh gigi Anda. Enzim juga dilepaskan melalui air liur sehingga nutrisi sayuran dapat dipecah dan diserap tubuh lebih mudah. Semakin mudah makanan dicerna dan diserap oleh tubuh, semakin sehat sistem pencernaan Anda.

2. Lakukan proses memasak yang tepat

Sayuran seperti kubis dan brokoli, termasuk makanan yang sulit dicerna bila dikonsumsi dalam kondisi mentah. Agar tidak memberatkan usus Anda, sebaiknya jenis sayuran ini dimasak terlebih dahulu. Ada banyak cara untuk memasak sayuran, seperti ditumis, goreng, rebus, atau panggang.

Namun, perlu Anda tahu bahwa cara menyajikannya bisa mengurangi nutrisi sayuran yang Anda makan. Contohnya, merebus sayur memang akan membuat teksturnya jadi lebih lunak dan mudah dicerna. Namun, kandungan vitamin C akan berkurang karena terpapar panas.

Sebaliknya jika sayuran digoreng, teksturnya mungkin jadi lebih renyah dan gurih. Akan tetapi, akan ada tambahan lemak dan ini bisa membuatnya lebih sulit dicerna tubuh.

Jadi, akan lebih baik jika Anda merebus sayur tidak hingga layu dan menggunakan minyak secukupnya. Pilih jenis minyak yang paling baik untuk memasak, seperti minyak zaitun.

3. Sajikan dalam bentuk jus

Cara alternatif agar sayuran yang Anda makan mudah dicerna adalah menyajikannya dalam bentuk jus sayur. Dengan cara ini, tekstur sayuran akan jadi lebih lembut dan mudah Anda konsumsi.

Contoh beberapa sayuran yang bisa Anda jadikan jus adalah bayam, seledri, atau brokoli. Supaya rasanya tetap enak, Anda bisa mengombinasikan dengan buah atau bahan lain, seperti nanas, lemon, apel, susu, atau madu.

Hal yang perlu diperhatikan saat makan sayur

Makan sayur memang menyehatkan tubuh, tapi ini belum sepenuhnya sempurna. Berikut hal yang perlu diperhatikan saat makan sayur:

  • Saat Anda menyajikan sayur, perhatikan kebersihan sayur. Pilih bagian yang tidak rusak kemudian cuci sayur hingga bersih dengan air mengalir.
  • Porsi sayur juga harus diperhatikan karena jika dimakan dalam jumlah banyak sekaligus perut akan jadi kembung.
  • Kombinasikan dengan jenis makanan lain, seperti buah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan daging. Coba tambahkan potongan daging ayam, telur, atau kacang-kacangan dalam menu makanan yang Anda konsumsi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

Ibu hamil yang berpuasa tidak bisa makan sembarangan. Berikut beberapa contoh makanan sahur untuk ibu hamil yang bisa menjadi referensi Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengusir perut kembung

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 6 menit
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pangan rekayasa genetika

Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit