Kopi Decaf, Alternatif Kopi Tanpa Kafein yang Katanya Lebih Sehat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 November 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kopi menjadi salah satu minuman favorit untuk memulai hari agar lebih berenergi. Namun karena berbagai alasan tertentu, kopi harus dibatasi karena masalah kesehatan tertentu. Ya, kandungan kafein di dalam kopi memang selain membawa manfaat tetapi juga dapat menimbulkan efek samping tertentu. Kopi decaf atau kopi tanpa kafein disebut-sebut sebagai alternatif yang lebih sehat. Benarkah begitu?

Apa itu kopi decaf?

Kopi decaf adalah sebutan lain untuk kopi tanpa kafein. Namun sebenarnya kopi decaf tidak bebas kafein sama sekali, tetap ada kandungannya tapi tidak sebanyak di kopi pada umumnya. Kopi decaf adalah kopi yang sekitar 97 persen kafeinnya dihilangkan.

Ada banyak cara untuk menghilangkan kafein dari biji kopi seperti menggunakan air dan pelarut organik atau karbon dioksida. Dibandingkan dengan kopi biasa, kopi ini memiliki rasa yang lebih ringan dan warna serta aroma yang tidak terlalu pekat.

Dikutip dari Healthline, penelitian menemukan bahwa 1 cangkir kopi decaf (180 ml) mengandung 0 hingga 7 miligram kafein. Sementara dalam kopi biasa, kandungan kafeinnya mencapai 70 hingga 140 mg per takaran saji.

Apakah kopi decaf bisa jadi alternatif untuk mengurangi kafein?

efek kopi pada gigi

Jika Anda sensitif terhadap kafein atau ingin menguranginya dengan alasan kesehatan tertentu maka kopi decaf bisa dijadikan pilihan. Hal ini karena kandungan kafein di dalamnya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan kopi biasa.

Kafein memang memiliki berbagai manfaat seperti memperbaiki suasana hati, meningkatkan metabolisme, dan membuat Anda lebih berenergi. Akan tetapi, konsumsi kafein yang terlalu banyak juga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti menimbulkan kecemasan, insomnia, masalah pencernaan, meningkatkan detak jantung, hingga memberikan efek buruk pada kesuburan.

Oleh sebab itu, Anda bisa menjadikan kopi decaf sebagai alternatif untuk mengurangi asupan kafein bagi yang tetap ingin minum kopi.

Namun, yang perlu Anda ketahui bahwa baik kopi biasa maupun kopi decaf sama-sama mengandung manfaat kesehatan yang hampir setara. Pasalnya, baik kopi tanpa kafein maupun kopi biasa sama-sama mengandung antioksidan yang berguna untuk menangkal radikal bebas.

Asam hidrokinamik dan polifenol adalah antioksidan utama yang mampu mengurangi kerusakan oksidatif serta membantu mencegah berbagai penyakit seperti jantung, kanker, dan diabetes tipe 2.

Namun, beberapa penelitian menyebutkan bahwa kopi decaf justru mengandung antioksidan 15 persen lebih rendah akibat proses penghilangan kafein. Akan tetapi, kopi ini mengandung sejumlah nutrisi yang terdiri dari 2,4 persen magnesium, 4,8 persen kalium, dan 2,5 persen vitamin B3.

Cara membuat kopi decaf sendiri di rumah

Meski kopi ini sudah banyak di jual di pasaran, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Namun, sebenarnya pembuatan kopi tanpa kafein ini tidak sesederhana kelihatannya. Berikut cara sederhana membuat kopi decaf sendiri di rumah:

Merendam biji kopi

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk membuat kopi tanpa kafein adalah merendam biji kopinya. Anda bisa merendamnya di dalam air atau dengan menggunakan larutan etil asetat atau metilen klorida. Biji kopi yang direndam adalah yang masih hijau dan segar bukan biji yang telah dipanggang.

Isi mangkuk berisi biji kopi dengan air panas atau pelarut kemudian biarkan meresap selama beberapa menit. Kemudian, saring dan ulangi kembali. Proses pengulangan ini menentukan seberapa banyak kafein yang dihilangkan.

Panggang biji kopi

Proses selanjutnya yang bisa dilakukan ialah memanggang biji kopi. Anda bisa memanggangnya di dalam oven dengan memasukkan biji kopi yang telah direndam ke dalam loyang logam. Sebar biji kopi di dalamnya dan pastikan tidak ada biji yang menumpuk.

Panggang biji kopi selama kurang lebih 10 hingga 15 menit dengan suhu sekitar 230 derajat celcius. Setelah itu, angkat dan dinginkan.

Giling biji kopi dan seduh

Siapkan alat penggiling kopi dan mulailah untuk menggiling biji kopi yang telah dipanggang. Setelah semuanya tergiling dengan sempurna, kemudian seduh kopi dengan air panas. Usahakan untuk menuangkan air mendidih dengan suhu sekitar 90-90,6 derajat celcius. Agar kopi terasa lebih nikmat, campurkan 10 gram kopi ke dalam 180 ml air ke dalam cangkir favorit Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Banyak yang belum menyadari kalau teh yang biasa Anda minum mengandung kafein. Tapi tenang, ternyata ada banyak teh tanpa kafein yang bisa Anda konsumsi.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Anda penggemar kopi? Kapan Anda biasanya minum kopi? Jika jawabannya pagi hari, Anda salah waktu. Cari tahu waktu efektif minum kopi di artikel ini.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Es Kopi Ternyata Lebih Menyehatkan daripada Kopi Panas

Manfaat minum kopi untuk kesehatan memang sudah tidak diragukan lagi. Namun, di antara es kopi atau kopi panas, mana yang lebih sehat? Ketahui di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Gen ternyata berperan penting untuk mencerna kafein dari kopi Anda, lho. Tak percaya? Langsung simak dua alasan sudah minum kopi masih ngantuk berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum kopi untuk penderita maag

3 Tips Minum Kopi yang Aman Buat Perut Jika Anda Punya Maag

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit
cepat tua

Cek Menu Harian Anda: 9 Makanan Ini Membuat Anda Tampak Cepat Tua

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
alergi kafein

Mengulik Alergi Kafein Seperti pada Kopi yang Berbeda dengan Sensitivitas Kafein

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kafein dalam kopi

Perbandingan Jumlah Kafein dalam Kopi, Teh, dan Cokelat

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit