Kenali Kolesteatoma, Tumor Jinak di Telinga yang Bisa Sebabkan Ketulian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/10/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Telinga sangat penting untuk kehidupan manusia. Bukan hanya sebagai indra pendengar, telinga juga berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh. Salah satu gangguan yang menyebabkan kemampuan telinga menurun, bahkan rusak permanen adalah kolesteatoma. Apa, sih, kolesteatoma itu? Yuk, cari tahu lebih dalam mengenai penyakit tersebut pada ulasan berikut.

Apa itu kolesteatoma?

Kolesteatoma adalah tumbuhnya tumor jinak di area telinga tengah atau di belakang gendang telinga. Kondisi ini mungkin terjadi akibat cacat lahir, tapi pada umumnya terjadi pada orang yang mengalami infeksi telinga tengah berulang.

Terbentuknya tumor jinak disebabkan oleh tumbuhnya kista disertai penumpukan sel-sel kulit mati, lendir, atau kotoran telinga. Penumpukan tersebut kemudian semakin membesar dan bisa menghancurkan struktur tulang di telinga tengah. Jika terjadi, penyakit ini dapat menganggu fungsi telinga, keseimbangan tubuh, dan juga otot sekitar di wajah.

Apa penyebab tumbuhnya tumor jinak di telinga tengah?

Selain infeksi telinga berulang, kolesteatoma juga bisa terjadi akibat terganggunya fungsi tabung eustachius. Tabung esutachius adalah saluran penghubung telinga tengah dengan saluran hidung.

Normalnya, tabung eusachius akan melakukan membuka dan metutup untuk menyamakan tekanan udara antara telinga bagian luar dan dalam. Namun, fungsinya bisa terganggu akibat infeksi. Beberapa kondisi yang menyebabkan tabung eustachius tidak dapat berfungsi dengan baik dan berisiko menyebabkan kolesteatoma adalah:

Semua kondisi di atas dapat menyebabkan produksi lendir di saluran pernapasan jadi lebih banyak. Ekstra lendir bisa menyebar ke area saluran telinga tengah melewati ostia, menumpuk di tabung eustachius, menarik bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

Apa saja gejalanya jika kolesteatoma terjadi?

telinga terasa tersumbat

Gejala utama yang perlu Anda waspadai dari kolesteatoma adalah adanya lendir di dalam telinga. Ini menandakan bahwa tumor mulai membesar.

Bila tumor sudah menyerang telinga tengah, lendir yang bau akan mengalir keluar dari dalam telinga. Anda akan merasakan adanya tekanan di sekitar telinga dan sulit untuk mendengar dengan baik. Gejala lainnya adalah rasa gatal di area dalam telinga disertai kepala pusing dan nyeri di belakang telinga. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan kekakuan otot wajah.

Jika Anda merasakan gejala awal dan tidak tahu penyebabnya, segera periksa ke dokter. Jangan sepelekan gejala dan menunda pengobatan karena dapat memperburuk kondisi Anda.

Tak diobati, kolesteatoma dapat menyebabkan komplikasi

Dilansir dari laman Healthline, koleastoma yang tidak diobati akan terus membesar dan memperbanyak lendir di telinga. Lingkungan yang kotor tersebut menjadi tempat bakteri dan jamur berkembang biak dengan baik sehingga mudah menginfeksi telinga.

Peradangan yang berulang dapat menghancurkan struktur tulang pembentuk telinga tengah dan merusak gendang telinga. Kondisi ini membuat telinga dalam membengkak dan pada akhirnya akan menyebabkan tuli permanen. Bila dibiarkan, infeksi bisa menyebar merusak saraf di sekitar wajah. Bahkan, menyebar ke area otak menyebabkan meningitis atau terbentuknya benjolan berisi nanah di otak.

Bagaimana mengobati kolesteatoma?

penyebab infeksi luka operasi faktor risiko

Tidak ada tes kesehatan khusus yang pasti untuk mendiagnosis kolesteatoma. Jadi, pasien harus melakukan tes pencitraan dan pemeriksaan fisik. Jika pasien sudah didiagnosis, satu-satunya pengobatan yang harus dilakukan pasien kolesteatoma adalah operasi pengangkatan tumor.

Pasien akan diberikan obat antibiotik dan obat tetes telinga untuk membunuh kuman dan jamur untuk mencegah terjadinya infeksi berulang, menngurangi peradangan, serta menormalkan kembali cairan telinga. Setelah operasi, pasien harus memeriksakan kesehatan secara rutin untuk memastikan jika tumor tidak akan terbentuk lagi. Pasien juga akan mendapat bimbingan mengenai cara menjaga dan memelihara kesehatan telinga pascaoperasi.

Namun, operasi akan dilakukan kembali jika kolesteatoma sudah menyebabkan hancurnya tulang pembentuk telinga tengah. Operasi dilakukan untuk membentuk kembali tulang telinga ke bentuk semula. Setelah operasi pasien mungkin akan merasakan pusing atau keanehan indra pengecap selama beberapa hari akibat prosedur operasi.

Apakah kolesteatoma dapat dicegah?

Meski dampaknya menurunkan kualitas hidup, penyakit ini tidak dapat dicegah. Jadi, Anda harus benar-benar mewaspadai tanda dan gejalanya.

Lakukan pengobatan yang tepat dan sampai tuntas jika Anda pernah atau sering mengalami infeksi telinga. Kemudian, cegah infeksi telinga dan faktor risikonya seperti flu, pilek, sinusitis, atau alergi dengan menjaga kebersihan telinga, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menghindari pemicu alergi.

Penyakit-penyakit tersebut dapat dihindari penularannya dengan rutin cuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan rumah, serta makan makanan yang bernutrisi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tidak Bisa Bahasa Isyarat? Tenang, Anda Bisa Berkomunikasi Dengan Orang Tuli Melalui Cara Ini

Anda mungkin ragu saat ingin berkomunikasi dengan orang Tuli karena tidak bisa bahasa isyarat. Tenang, 4 tips ini bisa bikin komunikasi Anda jadi lancar!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/03/2019 . Waktu baca 4 menit

Tidak Semua Tumor Sama: Kenali 3 Jenis Tumor yang Umum dan Perbedaannya

Ada banyak jenis tumor, tapi tidak semuanya pasti akan jadi kanker. Maka sebelum dibuat panik oleh benjolan di tubuh, pelajari dulu beda ketiganya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 01/02/2019 . Waktu baca 5 menit

Panduan Memilih Alat Bantu Dengar yang Tepat Agar Tak Salah Pilih

Memilih alat bantu dengar tidak bisa asal. Tak hanya kenaymanan, Anda wajib mengetahui alat yang sesuai dengan masalah pendengaran yang dimiliki.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 25/01/2019 . Waktu baca 3 menit

Tanda dan Gejala Sinus Preauricular, Infeksi Sakit Telinga yang Diidap Anak Anji Manji

Saga Omar Nagata, anak dari Anji Manji, musisi eks-vokalis 'Drive', diketahui mengalami sinus preauricular. Apa saja tanda dan gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/10/2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pilek flu bersin Pemeriksaan dokter THT

Kapan Anda Perlu Periksa ke Dokter Spesialis THT?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . Waktu baca 3 menit
tumor jinak payudara

Apakah Tumor Payudara Berbahaya dan Bisa Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22/01/2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan pendengaran karena cacar air

Benarkah Cacar Air Bisa Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/10/2019 . Waktu baca 4 menit
pengobatan medis otitis eksterna

3 Macam Pengobatan untuk Memulihkan Otitis Eksterna Secara Medis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/07/2019 . Waktu baca 4 menit