Ketika Keseleo Kaki, Boleh Diurut atau Harus ke Dokter?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/08/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda yang sering berolahraga, olahraga sepak bola umumnya, pasti sudah asing dengan yang namanya keseleo. Ya, rasanya keseleo memang tidak menyakitkan, apalagi keseleo kaki. Bagian kaki jadi tidak bisa digunakan untuk beraktivitas normal. Macam-macam efeknya, ada yang bengkak, jalan terpincang-pincang, hingga harus memakai tongkat.

Di Indonesia umumnya jika keseleo kaki, pertolongan yang dilakukan pertama kali adalah membawa diri ke tukang urut, meskipun beberapa ada yang pergi ke dokter. Nah, saat keseleo kaki, sebetulnya bolehkah dibawa ke tukang urut, atau tetap harus ke dokter? Yuk simak penjelasan tentang pilihan penyembuhan keseleo berikut ini.

Mengapa keseleo kaki bisa terjadi?

Penyebab keseleo bisa terjadi karena melakukan aktivitas yang berlebihan, sehingga otot mengalami peradangan, robek, dan bengkak. Keseleo sering sekali terjadi pada pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan ruas-ruas jari. Gejala umum keseleo adalah bengkak, nyeri dan kulit tampak kemerahan.

Saat keseleo, sebenarnya terjadi peregangan pada ligamen (jaringan ikat) sehingga menimbulkan robekan sebagian atau terjadi peregangan otot dan tendon (jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan tulang) sehingga menimbulkan reaksi peradangan. Keseleo paling sering terjadi pada engkel pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan ruas jari. Gejala yang sering muncul adalah nyeri, bengkak, kulit tampak kemerahan, dan tentunya akan mengganggu fungsi tubuh bagian yang keseleo.

Kenapa setelah keseleo kaki sebaiknya ke dokter?

Sebagai salah satu bentuk penyembuhan, banyak sekali orang yang lebih memilih untuk memijat bagian yang keseleo. Diurut untuk keselo kaki tidak bisa sembarangan, bahkan ada beberapa kasus yang justru tidak dianjurkan untuk melakukan urut. Kalau salah sedikit, akan bertambah parah kondisinya.

Perlukah diurut? Dalam dunia medis, hal ini sebenarnya tidak dianjurkan, karena pada saat terjadi trauma pada otot, ligamen, maupun tendon, justru dengan melakukan pengurutan malah hanya akan memperberat kondisi trauma dan proses peradangan yang terjadi. 

Penanganan keseleo kaki oleh dokter

Jika dibawa ke dokter, akan dianjurkan penanganan seperti berikut untuk kaki yang keseleo:

  • Kondisi kaki atau bagian yang keseleo diperiksa, dilakukan diagnosis. Dokter akan menganjurkan istirahat untuk sementara waktu karena aktivitas yang berlebih pada bagian yang keseleo akan memicu terjadinya komplikasi lebih lanjut, misal ligamen yang robek akan semakin parah.
  • Dokter akan memberikan kompresan dingin dengan es pada kasus keseleo yang baru saja terjadi. Karena saat cedera berlangsung akan terjadi terjadi robekan pembuluh darah yang berakibat keluarnya “isi” pembuluh darah tersebut ke jaringan sekitar yang memicu timbulnya pembengkakan, pembuluh darah juga melebar sebagai respon peradangan. Pemberian kompres es bertujuan untuk “menyempitkan” pembuluh darah yg melebar sehingga mengurangi bengkak. Dokter akan melakukan kompresan kurang lebih 20 menit, tidak lebih. Karena jika terlalu lama juga akan mengganggu aliran darah.
  • Pada pengobatan medis selanjutnya, kaki yang keseleo akan ditekan dan dibalut dengan perban yang elastis guna mengurangi pembengkakan. Dalam pembebatan, dokter tidak akan mengikat dengan erat, agar aliran darah tidak terganggu yang justru dapat menghambat proses penyembuhan.
  • Dokter akan  menyarankan untuk mengangkat bagian yang cedera, sehingga lebih tinggi dari anatomi jantung. Sebagai contoh jika engkel pergelangan kaki Anda yang cedera, maka bagian tersebut dapat diganjal dengan bantal setinggi di atas jantung untuk mengurangi proses pembengkakan.

Setelah proses di atas dilakukan maka kita tinggal menunggu selama 3-5 hari nantinya bengkak akan berkurang sendiri. Sedangkan untuk pemilihan obat anti nyeri ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa obat-obat ini justru akan menghambat proses alamiah penyembuhan karena reaksi peradangan merupakan reaksi alami tubuh dalam proses penyembuhan itu sendiri. Namun kembali pada kebijakan dokter dan kondisi pasien, jika dirasa memang diperlukan karena pasien merasa kesakitan bisa saja diberikan dengan resep.

Selain penanganan di atas, pada kondisi keseleo yang lebih parah alangkah baiknya periksakan diri anda pada dokter untuk memastikan ada tidaknya kondisi patah tulang agar bisa dilakukan pertolongan.

Bagaimana cara mengurangi risiko keseleo?

Langkah-langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko terjadinya keseleo yaitu:

  • Lakukan pemanasan sebelum melakukan latihan atau aktivitas berat.
  • Kenakan pelindung atau pembalut sendi elastis saat melakukan aktivitas fisik yang berat.
  • Lakukan senam peregangan secara teratur untuk menjaga kekuatan dan kelenturan otot dan sendi.
  • Terapkan diet sehat untuk mempertahankan berat badan yang ideal dan jalan pun bisa seimbang
  • Hindari berolahraga atau beraktivitas ketika lelah atau sakit.
  • Selalu memilih berjalan di permukaan yang rata.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Anda pasti tahu mengayuh sepeda tentunya lebih sehat dibanding naik mobil. Tapi, apa sebenarnya manfaat bersepeda bagi kesehatan tubuh kita?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Sponsored
foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis

Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mengusir biang keringat

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit