Kejang Tak Selalu Kelojotan, dan Fakta-fakta Lain Tentang Kejang

Oleh

Apakah cara Anda mengenali serangan kejang adalah dengan cara melihat apakah orang tersebut kelojotan? Atau apakah Anda pernah mengalami seseorang yang mendadak kejang langsung dibawa ke dukun karena disangka kesurupan? Jika jawaban Anda adalah ya, maka Anda tidak sendirian.

Kejang atau yang biasa disebut sebagai step mungkin bukanlah suatu yang asing didengar oleh telinga kita. Mungkin Anda sudah pernah melihat atau bahkan Anda mengalaminya sendiri. Meskipun begitu, ternyata masih banyak info-info yang salah atau mitos-mitos yang beredar di masyarakat mengenai kejang. Mitos ini justru bisa menyebabkan masalah yang lebih besar dan bukan tidak mungkin bisa berujung pada kematian bagi pasien yang mengalami kejang.

Berbagai fakta penting seputar kejang

1. Lidah Anda tidak akan tertelan saat kejang

Menurut mitos, orang yang sedang kejang perlu diberi sendok di mulutnya supaya lidahnya tidak tergigit dan tertelan. Namun ini adalah saran yang menyesatkan. Jangan menaruh apapun di mulut orang yang sedang kejang, karena ini justru berbahaya.

2. Anda tidak boleh menaruh sesuatu ke dalam mulut sorang yang sedang kejang

Seperti dijelaskan di atas, menaruh sesuatu ke dalam mulut orang yang sedang kejang, misalnya sendok yang dililit kain atau barang-barang lainnya, justru membahayakan pasien kejang. Benda keras yang ada didalam mulut dapat menyebabkan luka pada gusi, rahang patah, ataupun gigi patah. Gigi yang patah bisa masuk ke dalam saluran napas dan menyumbat saluran napas.

3. Jangan menahan tubuh orang yang sedang kejang

Anda tidak perlu menahan sesorang yang mengalami kejang karena kejang akan berhenti dengan sendirinya. Pasien kejang justru bisa melawan dalam keadaan bingung jika ditahan.

4. Kejang tidak selalu kelojotan

Tidak semua kejang mengalami kelojotan. Beberapa jenis kejang justru memiliki gejala seperti jatuh pingsan, diam mematung, atau menjadi kaku.

5. Kejang tidak ada hubungannya dengan kesurupan

Budaya tertentu masih memiliki kepercayaan bahwa ketika seseorang kejang sebenarnya dia sedang dirasuki oleh sebuah roh, namun faktanya kejang adalah murni sebuah kondisi medis.

6. Minum kopi tidak dapat menghentikan kejang

Seseorang yang mengalami kejang tidak boleh diberikan makanan ataupun minuman apapun. Dari yang disampaikan oleh dr. Meta Hanindita di Detik.com, pemberian kopi tidak ada gunanya dan hanyalah sebuah mitos. Memberikan makanan atau minuman dapat menyebabkan pasien kejang tersedak dan sehingga saluran napas tersumbat dan berujung pada henti napas.

7. Kejang tidak membuat tingkat kepandaian seseorang berkurang

Pada faktanya, kejang tidak membuat seseorang otomatis menjadi bodoh. Hanya saja beberapa faktor seperti frekuensi kejang yang terlalu sering, dan penggunaan obat-obatan rutin yang meningkatkan rasa kantuk bisa mengganggu proses belajar. Tapi perlu ditekankan sekali lagi bahwa kejang tidak membuat seseorang menjadi bodoh.

8. Kejang tak selalu berarti epilepsi

Gejala dari epilepsi adalah kejang, namun seseorang yang mengalami kejang tidak secara otomatis menderita epilepsi. Kejang bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab seperti gangguan keseimbangan kimia di dalam darah atau cedera pada otak. Untuk mendiagnosis seseorang menderita epilepsi, harus ada beberapa persyaratan yang dipenuhi, yaitu kejang terjadi tanpa pemicu minimal sebanyak 2 kali episode, di mana setiap episode berjarak minimal 24 jam.

Mitos-mitos mengenai kejang yang beredar di masyarakat tentu menjadi suatu masalah besar. Sering kali mitos ini sudah mengakar dan turun-temurun sehingga mempersulit dokter atau tenaga kesehatan dalam mengubah persepsi masyarakat. Edukasi menjadi sangat penting bagi masyarakat agar perlahan persepsi tersebut dapat berubah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca