Fakta-fakta tentang Kejang yang Perlu Anda Ketahui

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Apakah cara Anda mengenali serangan kejang adalah dengan cara melihat apakah orang tersebut kelojotan? Atau apakah Anda pernah mengalami seseorang yang mendadak kejang langsung dibawa ke dukun karena disangka kesurupan? Jika jawaban Anda adalah ya, maka Anda tidak sendirian.

Kejang atau yang biasa disebut sebagai step mungkin bukanlah suatu yang asing didengar oleh telinga kita. Mungkin Anda sudah pernah melihat atau bahkan Anda mengalaminya sendiri. Meskipun begitu, ternyata masih banyak info-info yang salah atau mitos-mitos yang beredar di masyarakat mengenai kejang. Mitos ini justru bisa menyebabkan masalah yang lebih besar dan bukan tidak mungkin bisa berujung pada kematian bagi pasien yang mengalami kejang.

Berbagai fakta penting seputar kejang

1. Lidah Anda tidak akan tertelan saat kejang

Menurut mitos, orang yang sedang kejang perlu diberi sendok di mulutnya supaya lidahnya tidak tergigit dan tertelan. Namun ini adalah saran yang menyesatkan. Jangan menaruh apapun di mulut orang yang sedang kejang, karena ini justru berbahaya.

2. Anda tidak boleh menaruh sesuatu ke dalam mulut sorang yang sedang kejang

Seperti dijelaskan di atas, menaruh sesuatu ke dalam mulut orang yang sedang kejang, misalnya sendok yang dililit kain atau barang-barang lainnya, justru membahayakan pasien kejang. Benda keras yang ada didalam mulut dapat menyebabkan luka pada gusi, rahang patah, ataupun gigi patah. Gigi yang patah bisa masuk ke dalam saluran napas dan menyumbat saluran napas.

3. Jangan menahan tubuh orang yang sedang kejang

Anda tidak perlu menahan sesorang yang mengalami kejang karena kejang akan berhenti dengan sendirinya. Pasien kejang justru bisa melawan dalam keadaan bingung jika ditahan.

4. Kejang tidak selalu kelojotan

Tidak semua kejang mengalami kelojotan. Beberapa jenis kejang justru memiliki gejala seperti jatuh pingsan, diam mematung, atau menjadi kaku.

5. Kejang tidak ada hubungannya dengan kesurupan

Budaya tertentu masih memiliki kepercayaan bahwa ketika seseorang kejang sebenarnya dia sedang dirasuki oleh sebuah roh, namun faktanya kejang adalah murni sebuah kondisi medis.

6. Minum kopi tidak dapat menghentikan kejang

Seseorang yang mengalami kejang tidak boleh diberikan makanan ataupun minuman apapun. Dari yang disampaikan oleh dr. Meta Hanindita di Detik.com, pemberian kopi tidak ada gunanya dan hanyalah sebuah mitos. Memberikan makanan atau minuman dapat menyebabkan pasien kejang tersedak dan sehingga saluran napas tersumbat dan berujung pada henti napas.

7. Kejang tidak membuat tingkat kepandaian seseorang berkurang

Pada faktanya, kejang tidak membuat seseorang otomatis menjadi bodoh. Hanya saja beberapa faktor seperti frekuensi kejang yang terlalu sering, dan penggunaan obat-obatan rutin yang meningkatkan rasa kantuk bisa mengganggu proses belajar. Tapi perlu ditekankan sekali lagi bahwa kejang tidak membuat seseorang menjadi bodoh.

8. Kejang tak selalu berarti epilepsi

Gejala dari epilepsi adalah kejang, namun seseorang yang mengalami kejang tidak secara otomatis menderita epilepsi. Kejang bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab seperti gangguan keseimbangan kimia di dalam darah atau cedera pada otak. Untuk mendiagnosis seseorang menderita epilepsi, harus ada beberapa persyaratan yang dipenuhi, yaitu kejang terjadi tanpa pemicu minimal sebanyak 2 kali episode, di mana setiap episode berjarak minimal 24 jam.

Mitos-mitos mengenai kejang yang beredar di masyarakat tentu menjadi suatu masalah besar. Sering kali mitos ini sudah mengakar dan turun-temurun sehingga mempersulit dokter atau tenaga kesehatan dalam mengubah persepsi masyarakat. Edukasi menjadi sangat penting bagi masyarakat agar perlahan persepsi tersebut dapat berubah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
minum alkohol membunuh coronavirus

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020