Tak Semua Batuk Itu Sama. Kenali 7 Jenis Batuk Ini

Oleh

Batuk adalah kondisi normal yang bisa terjadi oleh siapa saja dan kapan saja. Banyak hal yang bisa menyebabkan batuk, tapi sebenarnya batuk adalah cara tubuh untuk melegakan tenggorokan serta menyingkirkan sesuatu hal yang mungkin saja menghalangi saluran perpanasan. Ketika zat asing tersebut masuk ke dalam tubuh dan tersangkut di tenggorokan maka secara otomatis Anda akan terbatuk.

Namun terkadang gejala batuk yang terjadi tidak sesederhana yang Anda anggap. Jangan pernah sepelekan gejala kecil, bahkan batuk. Karena batuk bisa saja merupakan tanda dan gejala dari suatu penyakit. Apa saja jenis batuk yang harus Anda tahu? Dan apa artinya?

1. Post-nasal drip

Di dalam hidung dan tenggorokan terdapat lendir yang bertugas untuk menjaga kelembaban serta mencegah kekeringan. Pada kondisi post nasal drip, lendir yang ada di sekitar hidung dan tenggorokan terlalu banyak. Hal ini menyebabkan saluran tenggorokan menjadi tersumbat, oleh karena itu batuk bisa terjadi.

Jika Anda mengalami kondisi ini maka batuk yang Anda alami bisa berupa batuk kering maupun batuk berdahak. Lendir yang berkumpul dan terakumulasi biasanya terjadi ketika Anda berada di suhu yang dingin atau alergi terhadap sesuatu. 

Batuk jenis ini biasanya akan bertambah parah ketika malam hari. Anda juga akan sering merasa gatal pada mata serta bersin-bersin. Cobalah untuk pergi ke dokter, biasanya bila Anda mengalami alergi maka dokter akan memberikan obat anti-histamin untuk mengatasi batuk yang muncul. Jika hal ini terjadi karena Anda merasa kedinginan maka Anda bisa mengatasinya dengan menghangatkan diri Anda dengan menggunakan baju hangat atau makan dan minum sesuatu yang hangat. Tetapi jika Anda tetap batuk dalam beberapa minggu maka Anda harus periksakan diri ke dokter.

BACA JUGA: Mengapa Anak Sering Batuk dan Pilek?

2. Batuk asma

Batuk ini merupakan salah satu gejala yang bisa timbul pada penderita asma. Jenis batuk yang dialami oleh penderita asma adalah batuk kering dan diiringi dengan mengi. Penderita asma memiliki peradangan pada saluran napasnya dan hal ini menyebabkannya susah untuk bernapas, sehingga sering batuk.

Selain itu, gejala yang biasanya juga dialami oleh penderita asma adalah batuk yang semakin parah di malam hari, merasa kelelahan, serta sesak dada. Untuk mengatasi batuk yang timbul akibat asma, maka penderita harus memeriksakan diri ke dokter. Kemudian biasanya dokter akan memberikan obat-obatan yang bisa membuat saluran napas lebih lega.

3. Batuk karena asam lambung

GERD alias gastroesophagal reflux disease lebih dikenal dengan gangguan refluks asam lambung. Orang yang mengalami GERD ternyata tidak hanya bermasalah pada saluran pencernaannya saja, namun juga pada sistem pernapasan, sehingga menyebabkan batuk.

Pada kondisi normal, asam lambung hanya akan berada di perut saja. Tapi kali ini asam lambung naik hingga ke tenggorokan, sehingga menyebabkan tenggorokan tidak nyaman dan akhirnya batuk. Batuk yang dialami adalah batuk kronis, dan menurut sebuah studi, batuk yang kronis paling sering terjadi karena GERD. Batuk akan semakin parah jika sedang berbaring atau makan.

Diketahui bahwa sebanyak 75% dari pasien GERD yang diteliti pada studi tersebut mengalami batuk kronis, suara serak, juga rasa mulas. Kondisi batuk kronis ini bisa diatasi dengan cara mengatasi GERD-nya terlebih dahulu, karena batuk merupakan gejala yang muncul akibat penyakit ini.

BACA JUGA: 10 Pertanyaan yang Bisa Anda Tanya Pada Dokter Tentang GERD

4. Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit kronis pada paru yang ditandai dengan adanya penyumbatan saluran napas serta masalah pada kantung-kantung udara di paru-paru. Salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada penderita PPOK adalah batuk berdahak dalam jangka lama dan paling sering terjadi ketika pagi hari. Biasanya batuk berdahak akan diiringi dengan gejala lain seperti sesak napas, mengi, kelelahan, serta merasa sesak pada dada.

5. Batuk akibat obat

Jika Anda mengalami batuk yang kering dan sedang mengonsumsi obat tekanan darah tinggi, mungkin saja batuk tersebut diakibatkan oleh obat yang Anda makan. Sebanyak 20% obat hipertensi bisa menyebabkan batuk kering dan akan muncul ketika beberapa saat mengonsumsi obat tersebut. Jika batuk yang muncul ternyata parah, maka Anda harus memeriksakan diri ke dokter dan mendikusikan obat hipertensi yang tepat untuk menggantikan obat sebelumnya.

BACA JUGA: 3 Gerakan untuk Mengatasi Nyeri Perut Setiap Batuk Selama Hamil

6. Pneumonia

Awalnya timbul gejala batuk kering, kemudian beberapa hari setelahnya menjadi batuk berdahak dengan dahak berwarna hijau, kuning, atau merah kebiruan. Tidak hanya itu, penderita pneumonia juga mnegalami demam, sulit bernapas, dan merasa nyeri ketika mengambil napas yan terlalu dalam. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri, sehingga dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gejala serta tanda yang muncul.

7. Batuk rejan atau pertusis

Batuk rejan adalah penyakit infeksi yang sangat mudah sekali menular. Jika seseorang mengalami penyakit ini maka gejala yang akan dialami adalah batuk yang keras dengan tarikan napas awal yang panjang melalui mulut. Batuk dapat terjadi hingga 3 bulan ke depan dan terkadang diiringi dengan gejala lain seperti hidung meler, mata berair, demam, serta merasa pengap.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca