Pankreas adalah organ yang sangat penting dalam mengatur proses metabolisme tubuh. Jika pankreas mengalami gangguan, ini dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah atau hipoglikemia, seperti yang terjadi pada penderita diabetes.  Namun gejala hipoglikemia tersebut juga bisa merupakan pertanda adanya pertumbuhan sel abnormal alias tumor pada pankreas, atau disebut juga insulinoma. Walaupun bukan termasuk kanker, efek yang ditimbulkan tumor pankreas bisa menjadi sangat serius, bahkan mematikan.

Apa itu tumor pankreas (insulinoma)?

Insulinoma adalah tumor kecil yang tumbuh di pankreas. Tumor ini memiliki ukuran yang sangat kecil, diameternya kurang dari 2 cm. Insulinoma juga termasuk tumor jinak sehingga memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk berkembang menjadi kanker. Meskipun demikian, peluang perkembangan insulinoma menjadi kanker pada seseorang menjadi lebih tinggi jika terdapat gangguan neoplasia pada kelenjar endokrin lainnya.

Pankreas dalam kondisi normal hanya akan memproduksi hormon insulin sesuai dengan kebutuhan, atau sesuai glukosa yang diserap dan diedarkan dalam darah, sehingga kadar glukosa dalam darah tetap normal. Namun, adanya tumor pada pankreas akan meningkatkan produksi insulin berlebih walaupun saat tidak dibutuhkan. Akibatnya, penderita insulinoma dapat mengalami penurunan kadar glukosa secara drastis dan menyebabkan hipoglikemia yang serius.

Apa saja gejala tumor pankreas?

Gejala atau serangan insulinoma dapat terjadi saat seseorang mengonsumsi glukosa dalam jumlah yang sedikit atau terbatas dalam waktu tertentu, seperti saat sedang berpuasa. Suatu laporan kasus menunjukkan penderita insulinoma yang berpuasa dapat mengalami penurunan kadar glukosa darah hingga 1,5 mmol/L atau hampir tiga kali lebih rendah dari kadar gula darah puasa normal (3,9 – 5,5 mmol/L). Hal tersebut sangat berbahaya dan dapat menyebabkan dampak insulinoma yang serius sehingga memerlukan penanganan segera.

Penderita insulinoma tidak selalu menyadari gejala yang terjadi pada diri mereka. Hal ini dikarenakan keparahan perkembangan tumor dan kondisi hipoglikemia yang terjadi. Pada keadaan ringan, penderita mungkin mengalami beberapa gejala berikut:

  • Pandangan kabur secara tiba-tiba
  • Kebingungan
  • Pusing
  • Mengalami gangguan mood, merasa cemas dan mudah emosi
  • Lemas dan mengalami tremor
  • Berkeringat
  • Mengalami peningkatan berat badan secara tiba-tiba

Dalam kondisi serius, penderita insulinoma dapat mengalami gangguan sistem saraf pusat, gangguan kelenjar adrenal dan jantung, serta menyebabkan beberapa gejala seperti:

  • Sakit perut dan diare
  • Nyeri punggung
  • Mengalami jaundice (warna mata dan kulit menjadi kekuningan)
  • Kejang-kejang
  • Kesulitan berpikir
  • Jantung berdebar sangat cepat (lebih dari 95 detak jantung per menit)
  • Kehilangan kasadaran atau koma

Siapa saja yang berisiko terkena insulinoma?

Hingga saat ini tidak diketahui secara pasti bagaimana tumor insulinoma bermula dan bagaimana ia bisa menyebabkan kerusakan pada pankreas. Terlebih lagi tidak terdapat kondisi spesifik yang memicu gejala insulinoma, yaitu produksi insulin akan tetap tinggi saat kadar glukosa darah masih dalam batas normal, dan lebih berbahaya saat dalam keadaan rendah.

Salah satu penelitian yang menginvestigasi faktor gaya hidup dan faktor risiko tumor dengan kejadian insulinoma juga tidak menemukan hubungan yang signifikan di antara keduanya. Namun, penelitian tersebut menunjukan sebagian besar kejadian insulinoma merupakan penyakit yang diturunkan dalam keluarga. Individu yang memiliki riwayat keluarga atau orang tua yang mengalami insulinoma akan 16 kali lebih berisiko mengalami insulinoma. Kemudian, riwayat semua jenis kanker dalam keluarga akan meningkatkan risiko seseorang terkena insulinoma sekitar dua kali lebih tinggi.

Apakah insulinoma dapat dicegah?

Insulinoma tidak diketahui memiliki faktor risiko yang dapat diubah sehingga belum ada upaya pencegahan spesifik yang dapat dilkakuan. Meskipun demikian, penerapan pola hidup sehat dengan beraktivitas fisik dan gizi seimbang serta konsumsi sayur dan buah lebih banyak, diketahui dapat mencegah perkembangan sel abnormal atau tumor pada seseorang, terlebih jika Anda memiliki risiko dari riwayat kanker atau tumor dalam keluarga. Menjaga kesehatan pankreas dapat dilakukan dengan tidak merokok dan mengonsumsi daging merah lebih sedikit.

Bagaimana cara mengobati tumor pankreas?

Seperti tumor pada umumnya, insulinoma dapat disembuhkan dengan cara mengangkat tumor pada pankreas dengan tingkat kesembuhan yang tinggi. Meskipun demikian, tumor pada pankreas dapat berkembang menjadi kanker sehingga memerlukan penanganan metode penyembuhan kanker seperti radiofrequency ablation, cryotherapy dan kemoterapi.

Selain itu, dalam beberapa kasus, pengangkatan tumor juga tidak dapat menyembuhkan produksi insulin abnormal sehingga konsumsi obat untuk mengatur kadar gula darah juga masih diperlukan jika metode operasi tidak efektif.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca