4 Efek Buruk yang Mungkin Timbul Jika Anda Kebanyakan Makan Gula

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Siapa, sih, yang tidak suka dengan makanan manis? Entah es teh manis, gulali, permen, es krim, atau bahkan cokelat pasti selalu menjadi makanan favorit. Makanan manis seringkali menjadi incaran di saat Anda merasa bad mood atau butuh makanan ringan untuk menemani aktivitas sehari-hari. Tidak ada yang salah dengan mengonsumsi makanan manis, hanya saja, meskipun gula tidak seburuk lemak jenuh, garam, atau kalori, Anda tetap perlu membatasi konsumsi makanan manis tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan rekomendasi asupan gula setiap hari, yaitu 5 persen dari total kalori harian seseorang.

Padahal, di balik manisnya rasa gula, terdapat bahaya yang tidak boleh Anda anggap sepele.

Apa efek buruk bagi kesehatan jika Anda kebanyakan makan makanan manis?

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang dapat timbul jika terlalu banyak konsumsi makanan manis.

Tidak bisa berhenti makan

Leptin merupakan protein yang dibuat dalam sel-sel lemak, beredar dalam aliran darah, dan diedarkan ke otak. Leptin adalah suatu hormon penanda bahwa Anda sedang lapar atau kenyang. Sebuah studi menemukan bahwa kadar gula yang berlebihan dalam tubuh Anda akan meningkatkan risiko resistensi leptin. Akibatnya, Anda tidak akan berhenti untuk makan karena otak Anda tidak akan merasa kenyang meskipun Anda sudah makan banyak. Resistensi leptin inilah yang akan membuat Anda terus makan yang dapat berakibat pada meningkatnya risiko obesitas.

Meningkatkan risiko diabetes dan obesitas

Robert Lustig, seorang pediatrik neuroendokrinologis, menyatakan bahwa terlalu banyak konsumsi makanan manis akan menumpuk lemak perut yang berbahaya dan membuat otak Anda selalu berpikir bahwa Anda sedang lapar. Akibatnya, timbunan lemak di bagian perut dapat menjadi tanda kesehatan yang buruk, seperti masalah peradangan dan tekanan darah tinggi. Selain itu, studi yang dilakukan oleh John L. Sievenpiper et al menyatakan bahwa kalori dalam gula jauh lebih berbahaya. Menambahkan gula dalam makanan dan minuman akan memberikan dampak yang lebih membahayakan. Fruktosa dikaitkan dengan memburuknya tingkat insulin dalam tubuh dan menyebabkan toleransi glukosa, yang merupakan faktor penentu kondisi pradiabetes ataupun obesitas.

Merusak jantung

Tidak hanya dapat meningkatkan risiko peningkatan berat badan, terlalu banyak makanan manis juga dapat mengembangkan penyakit jantung koroner. Studi yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association (2013) menemukan bahwa molekul pada gula yaitu glukosa 6-fosfat- dapat menyebabkan perubahan otot jantung yang dapat berujung pada gagal jantung. Selain itu, studi yang diterbikan dalam JAMA: Internal Medicine juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi gula 17-21% dari total kalori akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi gula 8% dari total kalori.

Meningkatkan risiko kanker

Setiap sel dalam tubuh Anda membutuhkan gula (glukosa) untuk digunakan sebagai energi. Glukosa tersebut nantinya akan dialirkan ke setiap sel dalam tubuh Anda untuk meningkatkan fungsi otak. Bahkan, tanpa karbohidrat, tubuh Anda akan tetap membuat gula dari sumber lain, termasuk protein dan lemak. Sehingga jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, Anda akan mengalami peningkatan berat badan. Kelebihan berat badan ternyata dapat menyebabkan perubahan kadar hormon seks atau insulin yang dapat meningkatkan risiko pengembangan kanker payudara, usus besar atau kanker rahim. Selain itu, sebuah studi juga menemukan bahwa terlalu banyak asupan gula dapat meningkatkan risiko kanker tertentu, seperti kanker kerongkongan.

Lalu, bagaimana cara untuk mengurangi makanan manis agar tidak berlebihan?

Baca label makanan atau minuman yang Anda beli

Biasanya, gula seringkali disembunyikan dengan nama lain seperti gula invert, molasses, sukrosa (atau kata apapun yang berakhiran “-ose”), sirup beras merah, madu, dan sirup maple. Jika terlalu banyak jenis gulayang terkandung dalam makanan tersebut, Anda perlu berpikir ulang untuk membelinya. Atau, Anda perlu beralih untuk membeli makanan dan minuman yang rendah gula.

Perhatikan kombinasi makanan Anda

Untuk meminimalkan kenaikan dan penurunan gula darah yang cepat, kombinasikan protein, lemak sehat, dan serat pada makanan Anda. Kombinasi tersebut dapat memperlambat pelepasan gula darah dalam tubuh Anda dan membuat Anda kenyang lebih lama.

Meskipun pada awalnya mengurangi makan gula itu sulit. Namun, Anda tetap harus memulainya dari sekarang. Jagalah kesehatan Anda dengan memperhatikan apa yang Anda konsumsi setiap harinya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Makan Kurma Terlalu Banyak Ternyata Ada Efek Sampingnya, Lho!

Manfaat yang ditawarkan oleh buah kurma memang banyak, tetapi ketika makan terlalu banyak ternyata bisa menimbulkan efek samping. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hari Raya, Ramadan 12/05/2020

Obesitas pada Anak Berisiko Terhadap Depresi dan Stres Saat Dewasa

Selain berbahaya untuk kesehatan fisik, dampak obesitas ternyata cukup berpengaruh bagi kesehatan mental anak. Apa saja masalah psikologis yang muncul?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
tips jogging saat puasa

5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020