4 Efek Buruk yang Mungkin Timbul Jika Anda Kebanyakan Makan Gula

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa, sih, yang tidak suka dengan makanan manis? Entah es teh manis, gulali, permen, es krim, atau bahkan cokelat pasti selalu menjadi makanan favorit. Makanan manis seringkali menjadi incaran di saat Anda merasa bad mood atau butuh makanan ringan untuk menemani aktivitas sehari-hari. Tidak ada yang salah dengan mengonsumsi makanan manis, hanya saja, meskipun gula tidak seburuk lemak jenuh, garam, atau kalori, Anda tetap perlu membatasi konsumsi makanan manis tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan rekomendasi asupan gula setiap hari, yaitu 5 persen dari total kalori harian seseorang.

Padahal, di balik manisnya rasa gula, terdapat bahaya yang tidak boleh Anda anggap sepele.

Apa efek buruk bagi kesehatan jika Anda kebanyakan makan makanan manis?

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang dapat timbul jika terlalu banyak konsumsi makanan manis.

Tidak bisa berhenti makan

Leptin merupakan protein yang dibuat dalam sel-sel lemak, beredar dalam aliran darah, dan diedarkan ke otak. Leptin adalah suatu hormon penanda bahwa Anda sedang lapar atau kenyang. Sebuah studi menemukan bahwa kadar gula yang berlebihan dalam tubuh Anda akan meningkatkan risiko resistensi leptin. Akibatnya, Anda tidak akan berhenti untuk makan karena otak Anda tidak akan merasa kenyang meskipun Anda sudah makan banyak. Resistensi leptin inilah yang akan membuat Anda terus makan yang dapat berakibat pada meningkatnya risiko obesitas.

Meningkatkan risiko diabetes dan obesitas

Robert Lustig, seorang pediatrik neuroendokrinologis, menyatakan bahwa terlalu banyak konsumsi makanan manis akan menumpuk lemak perut yang berbahaya dan membuat otak Anda selalu berpikir bahwa Anda sedang lapar. Akibatnya, timbunan lemak di bagian perut dapat menjadi tanda kesehatan yang buruk, seperti masalah peradangan dan tekanan darah tinggi. Selain itu, studi yang dilakukan oleh John L. Sievenpiper et al menyatakan bahwa kalori dalam gula jauh lebih berbahaya. Menambahkan gula dalam makanan dan minuman akan memberikan dampak yang lebih membahayakan. Fruktosa dikaitkan dengan memburuknya tingkat insulin dalam tubuh dan menyebabkan toleransi glukosa, yang merupakan faktor penentu kondisi pradiabetes ataupun obesitas.

Merusak jantung

Tidak hanya dapat meningkatkan risiko peningkatan berat badan, terlalu banyak makanan manis juga dapat mengembangkan penyakit jantung koroner. Studi yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association (2013) menemukan bahwa molekul pada gula yaitu glukosa 6-fosfat- dapat menyebabkan perubahan otot jantung yang dapat berujung pada gagal jantung. Selain itu, studi yang diterbikan dalam JAMA: Internal Medicine juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi gula 17-21% dari total kalori akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi gula 8% dari total kalori.

Meningkatkan risiko kanker

Setiap sel dalam tubuh Anda membutuhkan gula (glukosa) untuk digunakan sebagai energi. Glukosa tersebut nantinya akan dialirkan ke setiap sel dalam tubuh Anda untuk meningkatkan fungsi otak. Bahkan, tanpa karbohidrat, tubuh Anda akan tetap membuat gula dari sumber lain, termasuk protein dan lemak. Sehingga jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, Anda akan mengalami peningkatan berat badan. Kelebihan berat badan ternyata dapat menyebabkan perubahan kadar hormon seks atau insulin yang dapat meningkatkan risiko pengembangan kanker payudara, usus besar atau kanker rahim. Selain itu, sebuah studi juga menemukan bahwa terlalu banyak asupan gula dapat meningkatkan risiko kanker tertentu, seperti kanker kerongkongan.

Lalu, bagaimana cara untuk mengurangi makanan manis agar tidak berlebihan?

Baca label makanan atau minuman yang Anda beli

Biasanya, gula seringkali disembunyikan dengan nama lain seperti gula invert, molasses, sukrosa (atau kata apapun yang berakhiran “-ose”), sirup beras merah, madu, dan sirup maple. Jika terlalu banyak jenis gulayang terkandung dalam makanan tersebut, Anda perlu berpikir ulang untuk membelinya. Atau, Anda perlu beralih untuk membeli makanan dan minuman yang rendah gula.

Perhatikan kombinasi makanan Anda

Untuk meminimalkan kenaikan dan penurunan gula darah yang cepat, kombinasikan protein, lemak sehat, dan serat pada makanan Anda. Kombinasi tersebut dapat memperlambat pelepasan gula darah dalam tubuh Anda dan membuat Anda kenyang lebih lama.

Meskipun pada awalnya mengurangi makan gula itu sulit. Namun, Anda tetap harus memulainya dari sekarang. Jagalah kesehatan Anda dengan memperhatikan apa yang Anda konsumsi setiap harinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit