Yang Harus Anda Ketahui tentang Onkologi dan Penanganan Kanker

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Onkologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mengkhususkan diri dalam diagnosis dan pengobatan kanker. Onco berarti massa atau tumor, sementara logy berarti ilmu. Dokter yang mendalami ilmu onkologi disebut dengan onkolog. Beberapa onkolog ada yang mengobati semua bentuk kanker, namun ada pula yang mengkhususkan diri hanya pada satu jenis kanker.

Seorang ahli onkologi bertanggung jawab untuk mendiagnosis kanker, menentukan rencana pengobatan yang tepat, mengatur dan mengawasi jalannya pengobatan, serta tindakan pencegahan dari kekambuhan kanker itu sendiri.

Simak berbagai informasi lengkap tentang dokter spesialis kanker di bawah ini.

Jenis-jenis dokter spesialis onkologi

Granuloma Inguinale adalah

Secara klinis, dokter spesialis kanker terbagi menjadi beberapa kategori yang meliputi:

  • Onkologi medis. Seorang onkolog medis bertugas untuk menangani kanker dengan kemoterapi, terapi target, imunoterapi, dan berbagai perawatan lainnya. Bagi banyak orang, dokter onkologi medis bertindak sebagai dokter utama selama pengobatan kanker.
  • Onkologi radiasi. Onkolog radiasi bertugas untuk menangani kanker dengan metode radiasi. Seorang ahli di bidang ini bertanggung jawab untuk menentukan dosis terapi dengan kebutuhan pasien dan “memetakan” bagian tubuh mana saja yang akan mendapatkan paparan radiasi.
  • Onkologi bedah. Dokter onkolog bedah bertugas untuk menangani kanker melalui prosedur bedah. Hal ini meliputi pengangkatan jaringan tumor dan biopsi.
  • Onkologi ginekologi. Onkolog ginekologi menangani kanker yang berhubungan dengan sistem reproduksi wanita yang meliputi rahim, vagina, dan ovarium.
  • Onkologi anak. Kategori ini mengkhususkan diri dalam perawatan kanker pada anak-anak, dari bayi yang baru lahir hingga usia 18 tahun.
  • Onkologi hematologi. Onkolog hematologi mengkhususkan diri dalam pengobatan kanker yang berkaitan dengan darah, seperti leukimia, limfoma, dan myeloma.

Bagaimana kanker didiagnosis?

dokter urologi

Sebelum seseorang didiagnosis kanker, ada serangkaian pemeriksaan yang harus dijalankan. Pada tahap awal, seorang pasien akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di dokter umum. Jika di tahap ini dokter umum menemukan beberapa gejala yang menjurus pada penyakit kanker, dokter baru akan merujuk pasien ke dokter spesialis kanker alias ahli onkologi.

Nantinya, dokter spesialis kanker akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memantapkan diagnosis awal yang sudah dibuat oleh dokter umum. Untuk memastikan diagnosis, dokter spesialis kanker dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium, seperti sel darah dan penanda kanker, CT scan, MRI, USG, rontgen, ataupun endoskopi. Jika diperlukan, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang lainnya.

Dari berbagai pemeriksaan tersebut, dokter spesialis kanker akan  melihat seberapa jauh perkembangan sel kanker, tingkat keganasan kanker, serta pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.

Tips memilih ahli onkologi yang tepat dan bagus

klaim asuransi kesehatan periksa ke dokter sakit penyakit ciri gejala

Banyak orang yang bingung dan bertanya-tanya bagaimana cara memilih dokter spesialis kanker yang tepat ketika mereka baru saja didiagnosis mengidap kanker. Pada dasarnya, ada banyak faktor yang perlu Anda pertimbangkan dalam membuat pilihan ini.

Berikut tips memilih dokter spesialis kanker yang perlu Anda ketahui:

1. Cari banyak informasi tentang dokter yang akan Anda pilih

Bila Anda sudah menemukan kandidat dokter spesialis kanker yang tepat, kini saatnya Anda mencari tahu serta mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari para pasien terdahulu. Anda bisa memulainya dengan mencari informasi di website tempat dokter itu bekerja, membaca testimoni para pasien dari forum-forum di internet atau bahkan menggali info dari suster atau karyawan di rumah sakit tempat dokter tersebut praktik.

Tak hanya itu, Anda juga bisa bertanya pada keluarga, kerabat, teman, yang mungkin pernah atau sedang berkonsultasi ke dokter spesialis kanker. Biasanya, saran dan dukungan pemilihan dokter dari mulut ke mulut lebih baik hasilnya daripada menebak-nebak sendiri.

Yang tak kalah penting, jangan lupa untuk melihat rekam jejak kasus yang ditangani oleh dokter spesialis kanker yang Anda pilih. Pilihlah seorang dokter dengan mempertimbangkan penilaian para pasien, pendidikan yang ditempuh, serta kasus atau kesalahan medis yang mungkin pernah dilakukan.

2. Sesuaikan dengan karakter dan kepuasan Anda

Memilih dokter spesialis kanker tak berbeda jauh dengan memilih jodoh.  Anda harus bisa menyesuaikan pribadi Anda dalam mencari jawaban. Begitu juga dengan pilihan karakter dokter yang tersedia.

Contoh, bila Anda suka tidak puas dengan jawaban yang singkat tepat dan padat, pilihlah dokter yang bisa merespons serta menjelaskan panjang lebar sederet pertanyaan yang Anda ajukan. Nah, sebaliknya, jika Anda cenderung tidak butuh jawaban bertele-tele, pilihlah dokter yang tegas dan tidak banyak penjelasan. Intinya, pilih sesuai kebutuhan dan jangan lupa mencocokkan dengan pribadi Anda.

3. Satukan pandangan Anda dengan dokter

Pengobatan kanker membutuhkan waktu yang lama dan kesabaran yang tinggi. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih dokter spesialis onkologi yang memiliki pandangan sama dengan Anda. Sampaikan pada dokter tentang harapan Anda selama menjalani pengobatan kanker, serta prosedur apa saja yang mau atau yang tidak mau Anda lakukan. Ingat, jika dari awal sudut pandang Anda dan dokter sudah berbeda, akan sulit untuk menjalani konsultasi atau tindakan di tahap selanjutnya.

Jika dilihat kembali ke poin dua tips sebelumnya, alasan inilah yang menyebabkan dibutuhkan penggalian dan ulasan terlebih dahulu sebelum menentukan dokter yang akan Anda pilih. Dengan begitu Anda bisa memilih dokter spesialis kanker mana yang pas dan tepat terkait tujuan Anda berkonsultasi.

4. Kemudahan dan kenyamanan saat konsultasi

Penting untuk mencari atau memilih dokter spesialis kanker yang terkenal dengan keberhasilannya dalam menangani kasus kanker tertentu. Akan tetapi, jangan lupa, Anda harus bisa melihat mudah atau tidaknya dokter tersebut untuk dihubungi atau untuk sekadar mendapatkan respons. Pilihlah dokter yang bersedia dihubungi melalui kontak pribadi, untuk berjaga-jaga kalau ada kondisi darurat menimpa Anda.

Selain kemudahan respons, pilih juga jenis kelamin dokter yang buat Anda nyaman. Biasanya, dokter spesialis onkologi ginekolog, ada yang pria dan wanita. Ukur kenyamanan diri Anda, apakah nyaman untuk membuka atau memeriksakan bagian intim dengan pria yang notabene adalah orang lain atau malah merasa risih jika dicek serta diperiksa oleh sesama wanita. Semua itu kembali pada kebutuhan dan kenyamanan Anda masing-masing. Jadi, pikirkan baik-baik.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca