Seperti Apa Prosedur Pemasangan Kateter untuk Buang Air Kecil?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/03/2017
Bagikan sekarang

Kateter urine mungkin sering Anda temukan dengan wujud selang dan kantung berisi cairan air kencing, di samping ranjang rumah sakit dan saling terhubung dengan pasien di atasnya. Pemasangan kateter atau kateterisasi, adalah pemasangan alat berupa selang kecil tipis yang dimasukkan ke dalam saluran kencing, untuk memudahkan pasien yang menderita penyakit tertentu sehingga bisa buang air kecil dengan mudah. Sudah bisa dibayangkan bagaimana rasa dan tidak nyamannya? Yuk, simak penjelasannya tentang pasang kateter di bawah ini.

Siapa saja yang biasanya membutuhkan pemasangan kateter?

Kateter umumnya diperlukan ketika seseorang, yang sedang sakit khususnya, tidak mampu mengosongkan kandung kemih mereka. Jika kandung kemih tidak dikosongkan, air kencing akan menumpuk pada ginjal dan menyebabkan kerusakan serta gagalnya fungsi ginjal itu sendiri.

Alat yang digunakan dalam proses kateterisasi adalah selang kateter. Selang kateter merupakan sebuah alat yang berbentuk pipa yang terbuat dari karet atau plastik. Fungsi selang tersebut adalah untuk memasukkan dan mengeluarkan cairan dari kandung kemih Anda. Kandung kemih adalah sebuah kantung yang berfungsi untuk menyimpan atau menampung air seni yang berubah-ubah jumlahnya, yang dialirkan oleh sepasang uretra dari sepasang ginjal dalam tubuh.

Beberapa jenis kateter yang digunakan dalam proses medis

  1. Kateter plastik fungsinya digunakan sementara, kerena mudah rusak dan tidak fleksibel. Biasanya digunakan ketika seseorang hanya mengalami sakit yang tidak kronis.
  2. Kateter lateks, digunakan untuk penggunaan pemakaian dalam jangka waktu sedang (kurang dari 3 minggu).
  3. Kateter silikon murni, untuk penggunaan jangka waktu lama 2-3 bulan karena bahan lebih lentur pada saluran uretra ala kelamin.
  4. Kateter logam, digunakan untuk pemakaian sementara, biasanya pada pengosongan kandung kemih pada ibu yang melahirkan.

Bagaimana proses pemasangan kateter?

Pemasangan kateter adalah proses memasukkan selang yang terbuat dari plastik atau karet melalui uretra menuju kandung kemih (vesika urinaria). Bagaimana caranya?

  • Pemasangan kateter dilakukan atas program dari dokter, dan biasanya dilakukan secara steril dan terjamin kebersihannya oleh dokter atau perawat yang bertugas.
  • Sebelumnya, petugas akan membuka dan membersihkan peralatan kateterisasi dan alat kelamin pasien terlebih dahulu.
  • Nah, selang akan dilubrikasi dengan pelumas tertentu agar mudah saat dimasukkan ke dalam saluran uretra.
  • Selang akan dimasukan perawat ke dalam lubang kencing (uretra). 
  • Selang kateter akan dimasukkan hingga mencapai leher kandung kemih Anda, kira-kira sekitar 5 cm. Setelah ini, Anda sudah bisa langsung buang air kecil menggunakan selang kateter.
  • Jangan lupa kosongkan kantong urin yang terhubung pada kateter Anda setiap 6-8 jam sekali.

Kebanyakan pemakaian kateter diperlukan sampai pasien mendapatkan kembali kemampuan untuk buang air kecil pada diri mereka sendiri, biasanya ini untuk pemakaian singkat dan kondisi kesehatan yang tidak parah. Namun, orangtua yang telah lanjut usia dan mereka yang cedera permanen atau mengalami penyakit yang parah, mungkin perlu menggunakan kateter urin untuk jumlah yang jauh lebih lama dan kadang-kadang menggunakannya secara permanen.

Tips agar tidak terlalu sakit saat proses pemasangan kateter

Anda disarankan utuk menarik napas sedalam dan sebisa Anda. Anda boleh membayangkan rasa ketika Anda ingin mengeluarkan air kencing. Memang awalnya akan terasa sakit saat selang masuk, dan akan terasa mulas di perut, namun lama-lama akan hilang.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020