Kurangi Sampah Sisa Makanan untuk Lingkungan yang Lebih Baik dengan 4 Cara Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/01/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sampah sisa makanan adalah salah satu jenis sampah yang cukup berpengaruh terhadap perubahan iklim.

Untuk itu, diperlukan cara tertentu untuk mengurangi sampah sisa makanan agar tak membawa dampak buruk bagi lingkungan.

Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui bagaimana mengurangi sampah makanan agar tidak terbuang percuma dan mencemari lingkungan. 

Cara mengurangi sampah sisa makanan

Sampah makanan memang tidak hanya berasal dari rumah tangga saja, melainkan juga dari pasar, restoran, hingga perusahaan besar yang tidak bisa dikendalikan dengan mudah. 

Mulai sekarang, cobalah untuk mengurangi sampah makanan dari Anda sendiri.

Dengan mengurangi sampah sisa makanan sendiri, Anda berkontribusi terhadap pengurangan limbah makanan, bahkan menghemat pengeluaran. 

Ini dia beberapa cara mengurangi sampah sisa makanan yang ada di rumah:

1. Berbelanja dengan bijak

daftar belanjaan untuk buat makanan sehat untuk anak

Salah satu cara mengurangi sampah sisa makanan yang cukup efektif adalah berbelanja dengan bijak

Sebagian besar orang mungkin merasa bahwa berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka secara grosiran, alias dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu adalah cara yang efektif. 

Padahal, cara tersebut dinilai hanya akan membuang lebih banyak stok makanan dan minuman. 

Misalnya, Anda membeli roti dalam jumlah banyak sebagai persediaan. Namun karena terlalu sibuk, Anda lupa bahwa makanan tersebut masih tersimpan rapi di dalam lemari.

Sayangnya, roti tersebut ternyata sudah mulai berjamur sehingga tak lagi layak dikonsumsi dan mau tidak mau dibuang. 

Oleh sebab itu, menurut Academy of Nutrition and Dietetics.,coba gunakan beberapa tips di bawah ini untuk mengurangi sampah sisa makanan lewat belanja bulanan:

  • Beli apa yang Anda butuhkan. 
  • Buat daftar apa saja barang yang harus dibelanjakan.
  • Beli produk segar, seperti daging atau ikan sesaat sebelum ke kasir. 
  • Berbelanja di pasar pada pagi hari karena pada siang hari kualitas makanan menurun.

2. Menyimpan makanan dengan baik

Selain berbelanja dengan bijak, cara lain untuk mengurangi sampah sisa makanan adalah menyimpan makanan dengan baik. 

Hal ini dikarenakan ketika Anda tidak menyimpan makanan di tempat yang seharusnya, makanan tersebut lebih cepat basi. Makanan yang basi tentu akan dibuang bahkan sebelum tanggal kedaluwarsanya tiba. 

Misalnya, Anda meletakkan daging mentah dan buah-buahan dalam satu tempat yang sama.

Hal tersebut ternyata bisa membuat buah-buahan Anda menjadi terkontaminasi oleh bakteri yang berasal dari daging sehingga lebih cepat busuk.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan suhu lemari pendingin karena pada suhu tertentu bakteri dan jamur masih bisa tumbuh di makanan Anda.

Oleh karena itu, dengan mengikuti beberapa tips di bawah ini mungkin dapat membantu Anda untuk menyimpan makanan.

  • Simpan produk buah dan sayur segar pada suhu di bawah 4°C. 
  • Letakkan daging mentah pada wadah yang tertutup dan pisahkan dari makanan lainnya.
  • Memisahkan makanan yang mengeluarkan gas etilena dari makanan lain, seperti pisang, alpukat, dan tomat. 
  • Tidak menyimpan kentang, tomat, dan bawang putih di dalam kulkas. 
  • Menyimpan sisa makanan dalam wadah yang bening agar terlihat dan Anda tidak lupa.

Dengan menerapkan tips ini, makanan yang Anda simpan di kulkas jadi lebih tahan lama dan bisa digunakan dalam waktu yang lama.

Anda pun menjadi lebih hemat dan tidak menyia-nyiakan bahan makanan. 

3. Membuat kompos dari sisa makanan

manfaat berkebun bagi kesehatan

Tidak hanya memperhatikan cara menyimpan makanan dan berbelanja dengan cermat, sampah sisa makanan bisa dikurangi dengan diubah menjadi pupuk. 

Selain berguna untuk tanaman Anda, cara ini ternyata cukup ampuh untuk mengurangi sampah sisa makanan yang terbuang dengan percuma. 

Mungkin Anda berpikir bahwa untuk membuat pupuk membutuhkan taman atau ruang yang besar di luar ruangan. Namun, ternyata Anda bisa membuat kompos dari sisa makanan di meja dalam rumah Anda sendiri. 

Anda bisa mulai dengan membuat kompos dari sisa sayuran, kopi, atau teh. Dengan begitu, Anda membuat perbedaan yang cukup nyata dalam mengurangi jumlah limbah makanan. 

4. Tidak perlu menjadi terlalu ‘perfeksionis’

beli belanja sayur
Sumber: Verde Community Farm and Market

Maksud kata perfeksionis di sini adalah Anda tidak perlu terlalu mencari makanan yang tidak memiliki cela.

Artinya, dalam hal rasa dan kandungan nutrisi, buah atau sayur yang terlihat tidak menarik pun sebenarnya sama dengan yang terlihat sempurna dari luar. 

Sudah banyak supermarket yang mengakui bahwa mereka hanya mengambil produk segar yang akan terlihat menarik di mata konsumen.

Hal ini dikarenakan kebanyakan pembeli memilih buah dan sayur yang tanpa cacat. 

Akibatnya, banyak buah dan sayur yang mungkin kandungan nutrisi dan vitaminnya sama dengan yang Anda pilih pun dibuang karena tidak memikat mata. 

Pada beberapa toko sudah diberlakukan sistem potongan harga bagi buah atau sayur yang terlihat tidak menarik untuk mengurangi limbah makanan. 

Jika Anda ingin mengurangi sampah sisa makanan, biasakan untuk membeli produk yang kualitasnya memenuhi standar meskipun tampak tidak menarik.

Anda pun dapat membeli langsung dari petani untuk mengurangi limbah makanan yang sebenarnya kualitasnya cukup bagus. 

Sebenarnya, masih ada banyak cara mengurangi sampah sisa makanan agar tidak mencemari lingkungan.

Kuncinya, bagaimana cara Anda memperlakukan makanan, apakah Anda dapat menghargai makanan atau justru membuangnya tanpa pikir panjang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Fenomena Hujan Asam: Penyebab Serta Efeknya Bagi Lingkungan dan Kesehatan

Hujan asam adalah fenomena alam yang tak hanya memengaruhi lingkungan hidup saja, tapi juga kesehatan Anda secara menyeluruh. Apa dampaknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/02/2019 . Waktu baca 6 menit

Jangan Buang Sampah Sembarangan Kalau Tidak Mau Kena Penyakit Ini!

Selain bisa bikin banjir dan kotor jalanan, buang sampah sembarangan juga bisa menimbulkan banyak penyakit. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/11/2018 . Waktu baca 6 menit

Stop Membakar Sampah di Pekarangan Rumah! Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Anda salah satu orang yang suka membakar sampah di ruang terbuka? Sudah tahu kalau kebiasaan ini membahayakan kesehatan keluarga dan orang sekitar Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 10/07/2018 . Waktu baca 4 menit

Tips Memilih Tisu yang Ramah Lingkungan dan Lebih Sehat

Anda pasti menggunakan tisu tiap hari. Namun, tahukah Anda bahwa memilih tisu yang aman bagi kesehatan dan lingkungan ternyata tak mudah? Ini dia tipsnya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 30/11/2016 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menyimpan dan memanaskan sisa makanan

Cara Sehat Menyimpan dan Memanaskan Makanan Sisa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 28/11/2019 . Waktu baca 5 menit
jenis makanan yang tidak boleh disimpan di kulkas

Kenali Dahulu Jenis Buah yang Seharusnya Tidak Disimpan di Kulkas

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2019 . Waktu baca 5 menit
pencemaran suara

Dampak Buruk Pencemaran Suara Bagi Kesehatan, dan Cara Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15/03/2019 . Waktu baca 6 menit
buang sampah

Stop Buang Sampah Sembarangan! Patuhi 3 Aturan Buang Sampah Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/03/2019 . Waktu baca 6 menit