home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Makan Roti Berjamur Sebenarnya Bahaya Atau Tidak, Ya?

Makan Roti Berjamur Sebenarnya Bahaya Atau Tidak, Ya?

Bagi Anda yang memiliki jadwal yang sibuk mungkin roti adalah makanan penyelamat karena dapat dimakan saat bepergian. Sayangnya, roti tidak dapat bertahan lama dan ketika dibiarkan begitu saja dapat menumbuhkan jamur. Sebenarnya, bahaya atau tidak ya makan roti berjamur?

Apakah bahaya ketika makan roti berjamur?

roti gandum atau roti tawar putih

Menemukan roti yang sudah berjamur terkadang menimbulkan permasalahan baru. Anda mungkin merasa sayang membuang makanan. Di sisi lain Anda mungkin bingung apakah terdapat bahaya ketika makan roti berjamur.

Banyak orang yang mengira bahwa memotong bagian yang berjamur dan mengonsumsi bagian yang tidak terkena jamur adalah cara yang aman. Faktanya, tidak demikian.

Menurut USDA, jamur yang Anda lihat pada roti adalah koloni spora, yaitu cara mereka berkembang biak. Spora tersebut dapat menyebar melalui udara dan tumbuh pada bagian roti lainnya.

Artinya, walaupun Anda sudah memotong bagian yang berjamur, akar dari jamur tersebut masih tertinggal di roti. Maka itu, makanan yang memiliki keropos, seperti roti, harus dibuang karena jamurnya sudah menyebar.

Beberapa jenis jamur tertentu memang ada yang aman untuk dimakan. Akan tetapi, hal tersebut biasanya hanya berlaku pada jenis jamur yang digunakan untuk membuat blue cheese, alias keju biru. Selain itu, jenis jamur lainnya yang bisa dikonsumsi juga termasuk enoki dan jamur tiram.

Anda mungkin akan kesulitan untuk menentukan jenis jamur yang tumbuh di roti, sehingga sangat dianjurkan agar tetap dibuang.

Bahaya dari makan roti berjamur

keracunan makanan

Sebenarnya, bahaya dari makan roti berjamur tergantung pada jenis jamur yang ada pada makanan tersebut. Ada beberapa jenis jamur yang bisa menyebabkan keracunan makanan dan penyakit berbahaya lainnya, seperti salmonella.

Selain itu, hanya menghirup roti yang sudah berjamur pun dapat menimbulkan masalah bagi saluran pernapasan Anda. Ketika Anda menghirup udara sekitar roti tersebut, kemungkinan besar hidung juga menarik spora dari jamur.

Akibatnya, spora tersebut dapat menyebabkan masalah pernapasan, seperti asma, terutama bagi Anda yang alergi terhadap jamur.

Roti yang berjamur juga dapat menyebabkan iritasi pada mulut, hidung, dan tenggorokan. Bahkan, jenis jamur seperti Stachybotrys chartarum pun bisa mengakibatkan perdarahan, nekrosis kulit, dan kematian.

Bahkan, menurut penelitian dari International Journal of Applied and Basic Medical Research mengungkapkan ada kondisi tertentu yang juga memengaruhi tingkat bahaya dari masalah ini.

Misalnya, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, seperti penyandang diabetes, rentan terhadap infeksi akibat menghirup Rhizopus dari roti. Walaupun termasuk langka, infeksi tersebut cukup membahayakan nyawa.

Apabila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan terhindar dari kemungkinan terburuk.

  • terdapat darah pada BAB dan ketika muntah
  • diare berlangsung lebih dari tiga hari
  • demam dengan suhu lebih 38°C
  • dehidrasi dan lebih jarang buang air kecil
  • sering kesemutan dan penglihatan kabur

Tips menyimpan roti agar tidak cepat berjamur

Setelah mengetahui bahaya dari makan roti berjamur, sudah saatnya untuk mengetahui cara menyimpan roti yang benar. Hal ini bertujuan agar roti dapat bertahan lama dan kadaluwarsa sesuai waktunya, alias tidak cepat berjamur karena salah kurang pandai menyimpannya.

Ini dia beberapa tips menyimpan roti untuk menghalangi pertumbuhan jamur.

  • Simpan di tempat yang kering dan sejuk selama 3-5 hari
  • Jika sudah dibuka, simpan di wadah yang kedap udara
  • Jangan langsung menutup roti ketika sedang panas karena membuatnya lembap
  • Roti dapat dibekukan karena agar tetap kering dan menghalangi pertumbuhan jamur
  • Pisahkan roti dengan kertas lilin agar lebih mudah dicairkan saat ingin dikonsumsi

Bahaya dari makan roti berjamur sudah cukup jelas, yaitu dapat meningkatkan risiko keracunan makanan dan infeksi lainnya. Oleh karena itu, usahakan tidak makan makanan yang sudah berjamur, kecuali jamur tersebut memang digunakan untuk pembuatan makanan, seperti keju.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bhaskar, N., Chhabra, V., Kaushal, N., & Aggarwal, S. (2017). Rare Opportunistic Bread Mold Fungal Infection of Maxillary Sinus in a Diabetic Patient. International journal of applied & basic medical research, 7(3), 202–204. doi:10.4103/ijabmr.IJABMR_368_16 Retrieved 4 December 2019. 

Buckner, D. (2019). Risk of eating moldy bread. Retrieved 4 December 2019, from https://www.livestrong.com/article/443512-risk-of-eating-moldy-bread/

McCulloh, M. (2019). Is It Safe to Eat Moldy Bread? Retrieved 4 December 2019, from https://www.healthline.com/nutrition/can-you-eat-bread-mold#bread-mold

United States Department of Agriculture Food Safety and Inspection Service. (2010). Molds on Food: Are They Dangerous? Retrieved 4 December 2019, from https://www.fsis.usda.gov/shared/PDF/Molds_on_Food.pdf?redirecthttp=true

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 28/02/2021
x