8 Langkah yang Harus Dilakukan Saat Kulit Anda Terbakar Matahari

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sunburn adalah keadaan kulit yang berwarna merah dan terasa perih seperti terbakar, yang biasanya disebabkan oleh terlalu lama berada di bawah terik matahari atau terlalu lama terkena pancaran sinar artifisial yang mengandung ultraviolet (UV) seperti sinar di salon yang digunakan untuk tanning (proses pencokelatan kulit).

Apa tanda-tanda sunburn pada kulit?

Tanda-tanda sunburn pada setiap individu berbeda, karena hal itu tergantung dari phototype kulit dan lama paparan sinar UV pada kulit. Bagi orang berkulit putih pucat, 15 menit terkena sinar matahari yang terik dapat menyebabkan kulit terbakar, sedangkan orang berkulit cokelat dapat menolerir cahaya selama berjam-jam.

Untuk lebih lengkapnya, mari kita lihat tingkat phototype kulit  terhadap sinar UV berdasarkan warnanya:

  1. Kulit putih pucat: antara 15-30 menit akan terbakar tetapi tidak akan berubah warna menjadi cokelat.
  2. Kulit putih: antara 25-40 menit akan terbakar dan akan sedikit kecokelatan.
  3. Kulit putih agak gelap: antara 30-50 menit akan berwarna kecokelatan pada awal terbakar.
  4. Kulit kuning langsat: antara 40-60 menit akan kecokelatan tetapi sulit terbakar.
  5. Kulit sawo matang: antara 60-90 menit akan kecokelatan tetapi jarang terbakar,
  6. Kulit coklat atau hitam: antara 90-150 menit akan berwarna kebih gelap tapi tidak akan terbakar.

Tanda-tanda sunburn biasanya terjadi setelah 2-6 jam terkena sinar UV dan puncaknya adalah pada 12-24 jam setelahnya. Tanda-tanda yang muncul yaitu:

  • Kemerahan
  • Pembengkakan
  • Iritasi
  • Kulit terasa panas
  • Rasa perih
  • Melepuh (bagi kasus berat)
  • Menggigil (bagi kasus berat)

Bagi kasus yang parah, sinar matahari dapat menyebabkan luka bakar tingkat 2, dehidrasi, elektrolit tidak seimbang, infeksi, syok, bahkan kematian.



Cara mengatasi sunburn

1. Kompres air dingin

Jika Anda berada di dekat kolam renang atau laut, dinginkan tubuh Anda dengan merendam tubuh selama beberapa detik saja. Lalu, gunakan kain untuk menutupi tubuh Anda dari sinar matahari dan berlindung ke tempat yang bebas dari terik matahari. Lanjutkan dengan mengompres luka bakar dengan air dingin atau es, namun jangan menempelkan es langsung dengan kulit. Anda juga bisa mandi dengan air dingin. Jangan menggunakan produk sabun yang keras untuk meghindari iritasi semakin parah.

2. Gunakan pelembap

Pakai pelembap yang mengandung lidah buaya atau kedelai untuk membantu meredakan luka bakar. Jika ada beberapa daerah yang terasa perih, Anda dapat membeli krim hidrokortison tanpa resep dokter. Hindari produk yang mengandung bahan berakhiran -caine, seperti benzocaine, dll., karena bahan tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi kulit.

3. Minum banyak air putih

Luka bakar akan menarik cairan ke permukaan kulit, sehingga tubuh kekurangan cairan. Air putih dapat mengisi cairan yang diperlukan oleh kulit sehingga kulit tidak mengalami dehidrasi.

4. Mengurangi peradangan

Memakai obat anti-peradangan seperti ibuprofen, naproxen, atau aspirin dapat mengurangi rasa sakit dan inflamasi, seperti yang dikatakan oleh Dr. Brackeen, di Skin Cancer Institute Texas. Anda dapat menggunakan obat tersebut hingga sunburn membaik.

5. Jangan memencet kulit yang melepuh

Jika muncul lepuhan, jangan memencetnya, karena lenting ini mengandung cairan tubuh alami Anda (serum) dan lapisan pelindung. Memencet lepuhan juga dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi. Jika diperlukan, tutuplah dengan kasa steril. Jika lepuhan pecah, bersihkan area dengan sabun, usap perlahan, lalu bilas dengan air. Setelah itu oleskan krim anti-bakteri dan tutup dengan kasa basah.

6. Kelupas kulit dengan lembut

Dalam beberapa hari, daerah yang terbakar mungkin akan mengelupas. Ini adalah proses penyingkiran kulit yang rusak oleh tubuh. Selama kulit mengelupas, gunakanlah pelembap.

7. Lindungi kulit dalam masa pemulihan

Gunakan baju yang dapat menutupi kulit Anda ketika melakukan kegiatan di luar ruangan. Gunakan bahan yang tidak dapat menembus cahaya.

8. Pergi ke dokter kalau perlu

Anda harus mencari bantuan medis jika kulit yang terbakar lebih dari sebagian tubuh, mengalami demam dan menggigil, serta pusing. Jangan menggaruk kulit yang terkena luka bakar karena akan mengakibatkan infeksi. Tanda-tanda kulit Anda infeksi adalah terdapat nanah dan garis-garis merah pada kulit.

Meskipun sunburn pada kulit akan dapat menghilang, namun terlalu banyak terkena sinar UV dapat menyebabkan kerusakan pada kulit yang bersifat tahan lama. Kerusakan ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker kulit, sehingga penting untuk kita menjaga kulit dari paparan sinar matahari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit