Cara Mengobati Hiponatremia, Saat Tubuh Kekurangan Natrium

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/05/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mineral sangat penting bagi tubuh, termasuk natrium. Kekurangan natrium bisa menyebabkan seseorang mengalami hiponatremia. Kondisi ini terjadi ketika kadar natrium dalam darah lebih rendah dari batas normal (135-145 mmol/L). Mengatasi kekurangan natrium tidak bisa dilakukan sembarangan, perlu cara tepat agar tak menimbulkan komplikasi yang membahayakan nyawa. 

Sebelum mengobati, kenali dulu penyebab hiponatremia

tanya dokter

Terlalu banyak cairan dalam tubuh bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami kekurangan natrium alias hiponatremia.

Tak hanya itu, hiponatremia juga dapat disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan. Beberapa di antaranya adalah penggunaan obat diuretik, gangguan kelenjar, serta gagal jantung kongestif.

Jika Anda pernah mengalami gejala kekurangan natrium, diskusikanlah bersama dokter Anda untuk mengetahui penyebabnya.

Selain itu, berkonsultasi dengan dokter juga bisa dilakukan untuk mengetahui cara mengatasi kekurangan natrium. Mengetahui cara mengatasi kekurangan natrium bukan berarti Anda bisa mengobatinya tanpa arahan dari dokter.

Meski tampak ringan, hiponatremia tetap berisiko menimbulkan komplikasi yang berdampak besar bagi kesehatan jika tak ditangani secara tepat.

Cara mengatasi kekurangan natrium (hiponatremia)

tangan diinfus

Mengutip laman American Family Physician, cara mengatasi kekurangan natrium alias hiponatremia dapat dibagi ke dalam dua langkah.

Langkah pertama adalah menentukan apakah pasien memerlukan penanganan segera. Biasanya, hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan jenis hiponatremia yang dialami, yakni akut atau kronis.

Langkah kedua yaitu menentukan tindak penanganan yang tepat. Berdasarkan kondisi pasien, dokter perlu mempertimbangkan banyaknya infus natrium yang diberikan serta penanganan lain apabila diperlukan.

Berikut ada cara mengatasi kekurangan natrium berdasarkan jenis hipnatremia yang dialami.

1. Hiponatremia akut

Hiponatremia akut ditandai dengan penurunan kadar natrium yang terjadi dalam waktu cepat, yakni antara 24 hingga 48 jam.

Kondisi ini perlu ditangani dengan segera karena pasien biasanya mengalami kejang dan berisiko terkena pembengkakan otak.

Kadar natrium pada hiponatremia akut akan menurun hingga 125 mmol per liter. Pasien perlu mendapatkan infus agar jumlah natriumnya naik sebanyak 4-6 mmol per liter guna mencegah kerusakan pada saraf dan otak.

Cara yang disarankan untuk mengatasi kekurangan natrium akibat mengobati hiponatremia akut, yaitu:

  • Gejala parah: infus berisikan 100 mL natrium klorida (NaCl) 3% selama 10 menit atau sesuai kebutuhan.
  • Gejala ringan hingga sedang, dengan risiko lebih kecil terhadap pembengkakan otak: infus berisikan NaCl 3% sebanyak 0,5-2 mL per kilogram berat badan setiap jam.

2. Hiponatremia kronis

infus adalah

Hiponatremia disebut kronis jika terjadi selama lebih dari 48 jam. Cara mengobati gangguan ini pun berbeda dengan hiponatremia akut. Dokter perlu mengetahui penyebabnya terlebih dulu sebelum bisa mengatasinya.

Kebanyakan kasus hiponatremia kronis diatasi berdasarkan penyebabnya. Misalnya dengan mengubah pola makan, mengurangi asupan air agar tidak melebihi 1-1,5 liter per hari, atau mengonsumsi obat diuretik untuk mengeluarkan cairan tubuh berlebih.

Terkadang, tindakan infus natrium diperlukan untuk memperbaiki kadar natrium dalam darah. Namun, pemberian natrium sebaiknya tidak dilakukan dalam waktu cepat.

Pasalnya, hal tersebut bisa berisiko menyebabkan kerusakan pada selaput mielin yang menyelimuti sel saraf. Ketika hal itu terjadi, maka pasien disebut mengalami sindrom demielinisasi osmotik (ODS).

Dengan mempertimbangkan risiko ODS, berikut adalah cara mengatasi kekurangan natrium dengan pemberian cairan infus untuk mengobati hiponatremia kronis:

  • Risiko ODS tinggi: pemberian serum natrium sebanyak 4-8 mmol per liter setiap hari. Batas maksimum peningkatan natrium yang disarankan adalah 8 mmol per liter dalam jangka waktu 24 jam.
  • Risiko ODS normal: pemberian serum natrium sebanyak 10-12 mmol per liter dalam jangka waktu 24 jam; atau 18 mmol per liter dalam jangka waktu 48 jam.

Dokter biasanya memberikan natrium melalui infus untuk mengobati hiponatremia sehingga kadarnya kembali normal.

Namun, perlu diingat bahwa metode tersebut hanya bisa mengatasi kekurangan natrium atau gangguan elektrolit, tapi tidak menghilangkan faktor penyebabnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata Berbahaya, Ini Gejala Gangguan Elektrolit yang Tak Boleh Diabaikan

Gangguan elektrolit yang tidak diatasi dapat membahayakan kesehatan. Inilah ragam gejala gangguan elektrolit yang tidak boleh Anda abaikan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 09/04/2019 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibatnya Kalau Tubuh Mengalami Gangguan Elektrolit?

Orang yang baru selesai olahraga rentan terkena gangguan elektrolit kalau tidak segera minum atau istirahat. Apa itu gangguan elektrolit dan apa gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 10/01/2019 . Waktu baca 3 menit

Mata Kedutan Itu Normal Atau Harus Diperiksakan ke Dokter?

Mata berkedut memang tidak nyaman, tapi apakah sampai harus dicek ke dokter mata? Atau kedutan mata itu wajar? Yuk, simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/05/2018 . Waktu baca 4 menit

Sudah Coba Minum Air Kelapa di Pagi Hari? Ini Manfaatnya Bagi Tubuh

Minum air kelapa umumnya dikonsumsi pada siang hari saat cuaca panas. Lantas, bagaimana jika dikonsumsi pada pagi hari dan apa manfaat yang diberikan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/04/2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

refeeding syndrome

Mengenal Refeeding Syndrome, Kondisi Fatal yang Mengintai Pasien Kurang Gizi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29/10/2019 . Waktu baca 4 menit
penyebab gangguan elektrolit

3 Penyebab Tidak Seimbangnya Elektrolit dalam Tubuh Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/10/2019 . Waktu baca 4 menit
gangguan keseimbangan cairan elektrolit

Gangguan Elektrolit Bisa Berakibat Fatal, Ini 5 Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/07/2019 . Waktu baca 4 menit
efek sering minum air kelapa

Air Kelapa Memang Sehat, Tapi Bahaya Jika Diminum Terlalu Banyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2019 . Waktu baca 5 menit