Cara Mengatasi Rasa Haus dan Efek Samping Cuci Darah Lainnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Cuci darah dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya pada pasien penyakit ginjal. Meski membawa manfaat, namun perlu diketahui ada sejumlah efek samping cuci darah yang perlu diwaspadai. Apa saja efek samping cuci darah dan cara mengatasinya?

Efek samping cuci darah yang perlu Anda ketahui

Pada pasien penyakit ginjal kronis tahap akhir atau orang yang kehilangan fungsi ginjal lebih dari 85 persen wajib untuk melakukan cuci darah agar terhindar dari berbagai komplikasi. Termasuk penumpukan racun, zat sisa metabolisme, dan cairan berlebih pada tubuh.

Cuci darah atau dialisis terbagi menjadi dua yaitu hemodialisis dan dialisis peritoneal. Umumnya, efek samping cuci darah adalah rasa lemas yang berkepanjangan dan rasa haus karena pembatasan cairan. Meski demikian, masing-masing cuci darah memiliki efek samping cuci darah yang berbeda.

Pada metode cuci darah hemodialisis, cuci darah hanya dapat dilakukan di rumah sakit dan dapat dilakukan hingga tiga kali dalam seminggu. Seperti yang dilansir dari National Health Service, efek samping dari cuci darah ini meliputi:

1. Tekanan darah menurun

Tekanan darah menurun (hipotensi) merupakan salah satu efek samping tersering dari hemodialisis. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kadar cairan dalam tubuh selama proses dialisis. Tekanan darah yang rendah dapat menyebabkan rasa mual dan pusing.

Cara terbaik untuk meminimalisasi gejala-gejala tersebut adalah tetap menjaga kebutuhan harian asupan cairan yang telah direkomendasikan oleh dokter. Jika gejala masih tetap terjadi, maka sebaiknya segera konsultasikan kepada tim dialisis di rumah sakit setempat karena jumlah cairan selama dialisis dapat segera disesuaikan.

2. Kulit gatal

Adanya penumpukan fosfor akibat hemodialisis bisa menyebabkan kulit menjadi gatal. Kondisi ini memang umum terjadi namun untuk mencegah atau meringankan gejala kulit gatal, Anda mungkin perlu untuk menjalani pola makan khusus dan mengonsumsi pengikat fosfat secara teratur sesuai anjuran dokter.

3. Kram otot

Meskipun penyebabnya tidak jelas, kram otot selama hemodialisis dilakukan biasanya dapat terjadi. Pemanasan atau pemberian kompres hangat di area tersebut, dapat dilakukan untuk membantu melancarkan sirkulasi darah dan meredam kram otot yang dirasakan.

Lantas, bagaimana cara mengatasi rasa haus berlebihan pada pasien penyakit ginjal?

  • Makan buah dan sayur sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan oleh dokter dalam perencanaan diet sehari-hari, karena pada pasien hemodialisis dengan kadar kalium yang cukup tinggi, sayur dan buah juga harus ditakar dan diolah dengan cara tertentu.
  • Lakukan perencanaan dan pembagian cairan yang akan dikonsumsi dalam sehari, misalnya jika dibatasi 1000 ml/hari dapat dibagi dalam 6 kali minum dengan pembagian: sarapan sekitar 150 ml, snack pagi 100 ml, makan siang 250 ml, snack sore 100 ml, makan malam 150 ml, dan snack malam 100 ml. Sisanya sekitar 150 ml didapat dari makanan, baik berupa sayuran, buah-buahan, sup, snack, dan lain sebagainya.
  • Minumlah cairan yang sudah didinginkan atau sudah dimasukkan es agar dapat membantu menimbulkan rasa sejuk di dalam mulut. Namun jumlah es yang dimasukkan tetap harus diperhitungkan sebagai jumlah cairan yang dikonsumsi.
  • Saat minum obat gunakan sedikit air. Sebaiknya obat diminum setelah makan, sehingga jumlah cairan yang sudah direncanakan pada saat makan juga cukup digunakan untuk minum obat.
  • Gunakan gelas yang kecil saat minum.
  • Tanyakan pada dokter yang merawat, apakah obat-obat yang diberikan akan menimbulkan efek samping berupa mulut kering.
  • Untuk mengurangi rasa kering di mulut, sikatlah gigi, kumur-kumur (menggunakan botol yang berisi air dingin yang sudah dicampur dengan daun mint dan diberikan secara spray, dimana banyaknya cairan yang digunakan tetap diperhitungkan dalam jumlah cairan yang dikonsumsi), menghisap permen dengan rasa lemon (lemon dapat merangsang pengeluaran air liur sehingga membantu mengatasi kekeringan mulut).
  • Usahakan untuk selalu berada di tempat yang cukup sejuk, tidak berlama-lama di tempat yang udaranya panas.
  • Saling bertukar pengalaman dengan pasien lain agar mendapat cara lain bagaimana mengatasi rasa haus, saling mendukung dan membantu meningkatkan kedisiplinan saat rasa haus timbul.
  • Perhatikan beberapa makanan yang tetap harus diperhitungkan dalam jumlah cairan yang dikonsumsi (pada dasarnya semua makanan yang bentuknya cair pada suhu ruang) seperti: kopi, teh, gelatin, es batu, es krim, jus, soda, susu, sorbet, sup, sayur dan buah, dengan kandungan air yang banyak (seperti semangka, melon, labu, tomat, pear, apel, wortel, nanas, timun, dan lain-lain).
  • Contoh sayuran dan buah-buahan yang kandungan airnya dapat diabaikan seperti: kol, kembang kol, brokoli, ceri, bluberi, plum, terong, lettuce, seledri, dan lain sebagainya.

Efek samping cuci darah terbilang beragam pada setiap orang. Meski demikian, tindakan ini dinilai penting dijalani pada pasien penyakit ginjal, untuk membantu menggantikan fungsi ginjal sehingga bisa menjalankan metabolisme dengan baik. Konsultasi ke dokter secara berkala untuk menjaga kesehatan tubuh selama menjalani cuci darah serta mendapatkan penanganan efek samping cuci darah yang tepat dan efektif.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Tidak sembarang orang bisa mendonorkan ginjalnya untuk yang membutuhkan. Apa saja syarat donor ginjal dan bolehkah seorang perokok melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Beberapa Gejala Infeksi Ginjal yang Perlu Anda Ketahui

infeksi ginjal pielonefritis disebabkan oleh bakteri atau virus yang mulanya menyerang kandung kemih. Lantas, apa saja gejala infeksi ginjal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat dan Penanganan untuk Mengatasi Ginjal Bengkak

Pilihan obat untuk ginjal bengkak bervariasi sesuai dengan penyebab dan keparahannya. Pada kasus tertentu, dokter mungkin menyarankan Anda perlu operasi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah kelainan yang dapat mengakibatkan frekuensi buang air kecil bertambah dan rasa haus yang berlebihan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Penyebab dan pemicu penyakit psoriasis

Penyebab Psoriasis dan Faktor-Faktor Risiko yang Perlu Dihindari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hemodialisis

Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
penyakit ginjal adalah

Penyakit Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 12 menit
transplantasi ginjal

Transplantasi Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit