5 Kiat Ampuh Cegah Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 09/12/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Dikutip dari Medical Daily, 1 dari 5 wanita mengalami infeksi saluran kencing setidaknya satu kali selama hidupnya. Ketika Anda mengalaminya, biasanya perut akan terasa nyeri, sakit dan perih saat buang air kecil, hingga muncul hasrat ingin buang air kecil terus-terusan. Meskipun sudah sembuh, penyakit ini bisa datang lagi dan kambuh sewaktu-waktu, lho. Lantas, bagaimana cara mencegah infeksi saluran kencing pada wanita? Baca terus ulasan berikut ini.

Cara mencegah infeksi saluran kencing pada wanita

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah infeksi saluran kencing pada wanita.

1. Banyak minum air putih

tips banyak minum air putih

Minum banyak air putih adalah salah satu cara mencegah infeksi saluran kencing pada wanita yang paling mudah, murah, dan efektif. Bukan cuma mencegah dehidrasi, minum air putih dapat membantu membersihkan bakteri di kandung kemih dan membuangnya lewat urine.

Seorang peneliti dari University of Miami Miller School of Medicine, Dr. Thomas M. Hooton, mengungkapkan bahwa minum air putih sangat penting dilakukan oleh wanita yang sering terkena infeksi saluran kencing berulang kali. Nah, untuk mencegah infeksinya datang lagi, lindungi diri Anda dengan minum minimal 8 gelas air putih setiap hari, ya.

Kalau kandung kemih mulai terasa penuh dan muncul hasrat ingin buang air kecil, segera ke kamar mandi. Ingat, jangan sekali-kali menahan buang air kecil, karena ini justru dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri hingga dua kali lipat dalam saluran kemih.

2. Jaga kebersihan organ intim

mencukur rambut kemaluan

Coba lihat lagi, sudahkah Anda menjaga kebersihan organ intim semaksimal mungkin? Ini tidak hanya soal cara menjaga area kewanitaan tetap kering dan bersih, tapi juga mengenai cara Anda membersihkannya, lho.

Pada dasarnya, vagina punya kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri dan menangkal bakteri secara alami. Ini artinya, Anda sebetulnya tidak perlu melakukan douching vagina, yaitu metode membersihkan vagina dengan cairan yang terdiri dari berbagai bahan kimia.

Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh para ahli asal Kanada, wanita yang menggunakan gel, tisu, atau bahan douching lainnya justru berisiko 2 kali lebih besar terkena infeksi saluran kencing. Pasalnya, cara ini tak hanya membunuh bakteri jahat di vagina, tapi juga membilas bakteri baik yang seharusnya dibiarkan tumbuh secara alami.

Selain itu, perhatikan arah saat Anda membersihkan vagina. Jika selama ini Anda sering membersihkan vagina dari arah belakang (bokong) ke depan (vagina), mulai sekarang ubah kebiasaan ini. Lakukan sebaliknya, yaitu mengusapnya dari depan ke belakang.

Mengeringkan vagina dari belakang sama saja memindahkan berbagai kuman dan bakteri jahat dari dubur menuju bukaan vagina. Terlebih jika Anda tidak mengusapnya hingga benar-benar kering, maka infeksi saluran kencing pada wanita bisa semakin besar.

3. Pilih alat kontrasepsi yang tepat

mengganti alat kontrasepsi

Beberapa jenis alat kontrasepsi dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri di vagina, salah satunya spermisida. Tak hanya itu, spermisida juga dapat mengganggu keseimbangan pH vagina dan malah membuat bakteri tumbuh subur.

Diafragma, kondom, atau pelumas yang mengandung spermisida juga memberikan dampak yang sama, yaitu meningkatkan risiko infeksi saluran kencing pada wanita. Maka itu, diskusikan dengan dokter mengenai alat kontrasepsi yang cocok untuk kondisi kesehatan Anda.

4. Buang air kecil sebelum dan sesudah bercinta

buang air kecil setelah berhubungan intim

Sebelum mulai berhubungan seks, jangan lupa untuk buang air kecil dulu sebelum naik ranjang. Lagi-lagi, ini bertujuan untuk membilas kuman dan bakteri yang bersemayam dalam kandung kemih. Alhasil, risiko infeksi saluran kencing pada wanita pun bisa dihindari dengan baik.

Belum cukup sampai di situ, jangan lupa juga untuk kembali buang air kecil setelah berhubungan intim, ya. Pasalnya selama berhubungan seks, penetrasi penis dapat mendorong bakteri baru dari luar vagina ke dalam saluran kencing wanita.

Tanpa buang air kecil, bakteri yang baru masuk tadi dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi saluran kemih. Terlebih lagi, jarak antara lubang vagina dan uretra (saluran kencing) sangat dekat sehingga bakteri akan lebih mudah masuk dan menginfeksi saluran kencing.

5. Pakai celana dalam yang longgar

manfaat tidak memakai celana dalam

Jika celana dalam yang Anda pakai terasa sudah kekecilan atau terlalu ketat, segera ganti dengan yang lebih longgar. Penggunaan celana dalam yang terlalu ketat atau kekecilan dapat menangkap udara dan membuat area organ intim jadi lebih lembap.

Ingat, kondisi vagina dan pantat yang lembap merupakan lingkungan favorit bagi jamur untuk berkembang biak dan memicu iritasi. Maka itu, gunakan celana dalam dengan bahan yang adem berpori dan menyerap keringat, seperti katun. Bukan cuma terasa lebih nyaman, celana dalam berbahan katun cenderung lebih lembut, ringan, dan jarang menyebabkan alergi di kulit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit