Yuk, Jauhi Penyakit Dengan 5 Langkah Melancarkan Peredaran Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sistem peredaran darah berfungsi untuk mengedarkan oksigen dan zat gizi menuju seluruh jaringan tubuh. Semua organ dan jaringan Anda terhubung dengan pembuluh darah kecil hingga pembuluh darah utama. Inilah sebabnya gangguan pada sistem peredaran darah akan turut memengaruhi fungsi tubuh yang lain. Meski begitu, ada beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk melancarkan peredaran darah dan mencegah timbulnya gangguan kesehatan.

Beragam cara ampuh melancarkan peredaran darah

Berikut adalah beragam kiat yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas sirkulasi darah.

1. Mengonsumsi makanan yang memperlancar peredaran darah

Makanan dapat memengaruhi sistem peredaran darah Anda dengan beberapa cara. Buah delima, cabai, dan sayuran berdaun hijau mengandung nitrit oksida yang dapat melebarkan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih efektif. Produksi nitrit oksida dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi bit, kacang kenari, dan kunyit.

Untuk menunjang kesehatan pembuluh darah dan mencegah penyumbatan oleh kolesterol, Anda dapat mengonsumsi ikan yang kaya asam lemak omega-3. Jangan lupa mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti bawang bombay, buah-buahan sitrus, serta berbagai jenis buah beri untuk melindungi pembuluh darah dari radikal bebas.

2. Menghindari kebiasaan merokok

Menghindari kebiasaan merokok adalah salah satu kunci melancarkan peredaran darah. Rokok mengandung berbagai bahan aktif yang berbahaya, dan salah satunya adalah nikotin. Bahan ini terdapat dalam semua jenis rokok, baik rokok tradisional, rokok elektrik, hingga rokok tanpa asap. Paparan nikotin pada tubuh Anda dapat merusak pembuluh darah dan mengentalkan darah sehingga sirkulasinya menjadi terganggu.

3. Menjaga berat badan ideal

Berat badan yang ideal akan melindungi Anda dari risiko obesitas. Obesitas tidak hanya menghambat sistem peredaran darah, tapi juga memicu penumpukan plak pada pembuluh arteri. Akibatnya, Anda berisiko lebih tinggi mengalami serangan jantung, stroke, dan penyakit jantung koroner. Agar bisa memperoleh berat badan ideal, Anda perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan menghindari jenis makanan yang meningkatkan kolesterol jahat pada tubuh.

4. Olahraga rutin

Tubuh membutuhkan lebih banyak pasokan oksigen agar fungsinya tetap optimal selama berolahraga. Maka dari itu, jantung memberikan respons dengan memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh sehingga melancarkan peredaran darah. Olahraga secara rutin juga dapat meningkatkan kemampuan pembuluh darah untuk melebar dan bekerja dengan lebih efektif.

5. Mengelola stresĀ 

Saat tubuh Anda mengalami stres, pembuluh darah akan mengalami penyempitan sehingga sirkulasi darah menjadi terganggu. Stres memang tidak dapat dihindari, tetapi Anda dapat melakukan beberapa cara untuk mengelolanya agar tidak menjadi berlarut-larut. Selain cara populer seperti meditasi dan teknik pernapasan, Anda bisa melakukan beragam hal yang disukai, misalnya mendengarkan musik, minum teh hangat, melakukan yoga, menghubungi teman, dan sebagainya.

Faktor-faktor yang berperan penting untuk melancarkan peredaran darah sebenarnya berasal dari gaya hidup sehat dan pola makan yang tepat. Nah, apakah Anda sudah menjalani paling tidak satu di antara lima cara di atas?

Tidak ada kata terlambat untuk memulai gaya hidup sehat selama Anda memiliki komitmen untuk menjalaninya. Yuk, mulai perbaiki gaya hidup Anda guna melancarkan peredaran darah dan menghindari risiko berbagai penyakitnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan memang bukan tugas mudah. Jangan khawatir, simak panduannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Gagal jantung terbagi dua berdasarkan progresnya, yaitu gagal jantung akut dan gagal jantung kronik. Apa yang dimaksud gagal jantung akut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 1 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Endokarditis

Endokarditis adalah infeksi bakteri yang menyerang endokardium, bagian dari organ jantung. Ketahui lebih lanjut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30 Juni 2020 . Waktu baca 11 menit

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah aritmia jantung bisa sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kuning telur untuk jantung

Manfaat Kuning Telur untuk Kesehatan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit
makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit