Siapa Saja yang Butuh Tanam Alat Pacu Jantung? Seperti Apa Prosedurnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Beberapa orang mungkin perlu dipasangkan alat pacu jantung (pacemaker) untuk mengelola fungsi jantung mereka yang sudah tidak sebaik dulu. Alat pacu jantung adalah sebuah perangkat kecil seukuran kotak korek api yang ditanam di bawah kulit dada untuk mengontrol detak jantung. Lantas, siapa saja yang butuh alat tersebut dan seperti apa prosedur pemasangan alat pacu jantung?

Siapa saja yang butuh pasang alat pacu jantung?

Alat pacu jantung adalah sebuah perangkat sistem monitor internal yang dipasang pada jantung untuk mengukur aktivitas listrik, pola denyut, detak jantung, serta temperatur darah yang dipompa oleh jantung. Namun, tidak semua orang butuh dipasangkan alat pacu jantung.

Alat ini biasanya akan dipasangkan pada orang-orang yang memiliki masalah irama detak jantung (aritmia). Aritmia terjadi ketika jantung berdetak entah terlalu cepat (takikardia) atau justru berdetak terlalu lambat (bradikardia). Kondisi aritmia berat dapat berakibat pada kerusakan organ vital lainnya, hingga bahkan kematian.

Pemasangan alat pacu jantung juga mungkin diperlukan bagi orang-orang yang memiliki masalah blok jantung (sinyal listrik melambat atau terganggu).

Bagaimana cara kerja alat pacu jantung?

Jantung seharusnya bekerja tanpa henti untuk memompa darah ke seluruh tubuh dengan bantuan sistem listrik alami yang memberi tahu kapan bilik jantung harus berkontraksi. Ketika terjadi gangguan pada pola denyut atau impuls listrik alaminya, maka jantung tidak dapat berdetak normal.

Alat pacu jantung bekerja meniru aksi impuls listrik alami jantung Anda. Untuk menjalankan fungsi tersebut, pacemaker terbuat dari dua bagian:

  • Generator. Bentuknya adalah kontainer logam kecil yang menyimpan baterai untuk memproduksi sirkuit listrik guna mengatur laju impuls listrik yang dikirim ke jantung Anda.
  • Kabel timah (elektroda) yang terdiri dari satu sampai tiga kabel fleksibel. Masing-masing ditempatkan di bilik-bilik jantung Anda. Fungsinya menyalurkan sinyal elektrik untuk menyesuaikan denyut jantung Anda.

Alat pacu jantung juga memiliki sensor yang mendeteksi gerakan tubuh atau laju pernapasan. Jika alat pacu merasakan jantung Anda berdetak tidak teratur atau terlalu lambat, alat tersebut akan mengirimkan sinyal dengan kecepatan tetap untuk menormalkan denyut Anda. Jika pacemaker merasakan jantung Anda berdetak normal sesuai ritmenya, alat tidak mengirimkan sinyal apa pun.

Pemasangan alat pacu membuat Anda tak perlu sering pergi ke rumah sakit untuk cek kondisi jantung.

Sebelum memutuskan ingin pasang alat pacu jantung…

Keputusan untuk pasang alat pacu jantung tentu harus dengan persetujuan dokter. Sebelum memasangkannya pun, dokter akan memantau kondisi kesehatan Anda dan obat-obatan yang Anda gunakan saat ini, serta riwayat kesehatan Anda. Dokter juga akan lebih dulu menjalani tes fisik dan pemeriksaan jantung Anda secara keseluruhan.

Seperti apa prosedur pemasangan alat pacu jantung?

Prosedur pemasangan pacemaker dapat dilakukan lewat bedah kecil atau pembedahan major. Dalam banyak kasus, bedah minor lebih sering dipilih karena memakan waktu sebentar dan lebih minim risiko.

Pada bedah minor, Anda akan lebih dulu menerima bius lokal di bawah kulit tulang selangka dada sebelah kiri. Area tersebut kemudian disayat agar dokter bisa melubangi pembuluh darah di sana. Melalui pembuluh darah tersebut, kabel timah akan dimasukkan dan terus didorong sampai masuk ke bilik jantung.

Setelah kawat timah berada di dalam jantung, selanjutnya akan diuji untuk memastikan lokasinya sudah tepat dan berfungsi baik. Mungkin ada satu, dua, atau tiga kabel timbal yang akan dimasukkan, tergantung pada jenis perangkat yang dipilih dokter untuk kondisi Anda.

Sementara itu, generator alat pacu akan diselipkan lewat sayatan di bawah kulit tepat di bawah tulang selangka setelah kawat timah terpasang ke generator. Umumnya, generator akan ditempatkan di sisi yang tidak dominan. Jadi apabila Anda tidak kidal, perangkat akan ditempatkan di dada kiri atas. Jika Anda kidal, perangkat akan ditempatkan di dada kanan atas Anda.

Setelah semua perangkat alat pacu sudah terpasang, dokter akan memantau fungsinya lewat ECG. Termasuk memeriksa fungsi baterai pada generator. Setelah dipastikan alat pacu berfungsi baik, dokter akan menutup sayatan kulit dengan jahitan, strip perekat, atau lem khusus. Terakhir, lokasi sayatan akan diperban.

Karena hanya menggunakan bius lokal, Anda akan terbangun sadar selama prosedur ini. Namun, akan sangat penting bagi Anda untuk tetap diam selama prosedur sehingga kateter timah tidak bergerak keluar dari tempatnya dan untuk mencegah kerusakan pada situs penyisipan.

Bedah minor untuk pemasangan pacu jantung biasanya berlangsung sekitar satu jam, atau bisa lebih lama jika situasi dan kondisi tertentu membuat jalannya prosedur jadi lebih rumit.

Kebanyakan orang bisa cepat pulih setelah prosedur ini dalam sehari. Akan tetapi, Anda masih harus berkonsultasi rutin dengan dokter untuk pemeriksaan terjadwal.

Apa saja efek samping yang mungkin terjadi?

Efek samping yang paling mungkin terjadi dan yang paling umum adalah pembengkakan kemerahan dan nyeri di lokasi sayatan. Hal ini bisa terjadi selama beberapa hari hingga berminggu-minggu setelah operasi.

Rasa sakit biasanya ringan dan dapat diredakan dengan obat-obatan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen. Pastikan Anda konsultasi dulu dengan dokter sebelum minum obat penghilang rasa sakit.

Yang harus diperhatikan setelah melakukan prosedur ini

Setelah menjalani operasi tanam alat pacu jantung, maka Anda harus waspada terhadap potensi gangguan sinyal listrik dari benda-benda elektronik, seperti handphone, oven microwave, dan alat pendeteksi metal. Jangan dekat-dekat dengan benda elektronik yang memancarkan radiasi tersebut.

Sebaiknya simpan handphone di kantung celana daripada di kantung kemeja.

Jika Anda harus masuk ke dalam gedung dengan pemeriksaan deteksi metal, misalnya bandara, beri tahu petugas yang berwenang bahwa Anda memiliki implan pacu jantung dan minta cara pemeriksaan lainnya karena alat deteksi metal dapat mengganggu kerja alat pacu jantung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Operasi Bypass Jantung (Coronary Artery Bypass Graft)

Operasi bypass jantung (CABG0 adalah perawatan untuk pasien penyakit jantung koroner. Yuk, pelajari lebih dalam prosedur medis ini pada ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Penyakit Jantung (Penyakit Kardiovaskuler)

Penyakit jantung (kardiovaskuler) adalah berbagai kondisi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah di jantung. Pelajari sakit jantung berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 23 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasi Jantung Berdebar (Palpitasi)

Jantung berdebar (palpitasi) adalah kondisi yang berkaitan dengan detak jantung. Lantas, seperti apa gejala, penyebab, dan pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 23 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengulik Gejala dan Penyebab Terjadinya Penyakit Jantung

Penyakit jantung dapat menyerang wanita dan pria tanpa memandang usia. Lantas, apa saja gejala dan penyebab penyakit jantung? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 22 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
kateterisasi jantung adalah

Kateterisasi Jantung (Angiogram Koroner)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 7 menit
murmur jantung adalah

Murmur (Suara Berdesing) pada Jantung, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 7 menit
transplantasi jantung adalah

Transplantasi Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit