Berbagai Persiapan Fisik Sebelum Berkendara Jarak Jauh

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/10/2019
Bagikan sekarang

Berkendara jarak jauh membutuhkan stamina yang baik. Banyak orang yang mengalami kecelakaan atau sakit saat berkendara karena persiapan yang buruk. Banyak orang yang menganggap sepele akan hal ini, namun nyatanya berada di dalam kendaraan selama berjam-jam akan sulit dilakukan ketika fisik tidak optimal. Untuk mendapatkan kenyamanan dan keselamatan saat berkendara, mari kita lihat berbagai persiapan berikut ini!

Persiapan yang harus dilakukan saat berkendara

1. Makan dengan sehat

Jika Anda memikirkan makan saat dalam perjalanan pasti yang terlintas di benak Anda adalah fast food. Tapi hal itu tidak harus terjadi. Berikut adalah cara yang dapat dilakukan untuk makan sehat selama berpergian dengan mobil atau bus:

  • Membungkus makanan. Mengemas makanan Anda sendiri adalah cara yang baik untuk dapat makan sehat selama bepergian. “Siapkan makanan ringan dan minuman di mobil,” sahut Heidi Reichenberger Mclndoo, MS, RD, seorang konsultan nutrisi di Boston. “Barang-barang yang baik dibawa termasuk air putih, air yang memiliki rasa (minuman bervitamin), buah kering, buah segar (apel, pisang, dan lain-lain), cheese stick, dan kacang-kacangan.” Pastikan untuk mencuci seluruh produk sebelum Anda berpergian, dan bawa box pendingin untuk menyimpan minuman dan makanan agar tetap segar dan tahan lama.
  • Mengunyah dengan teratur. Tubuh kebanyakan orang sudah terbiasa dengan kegiatan mengunyah setiap empat hingga lima jam, entah itu mengunyah makanan ringan atau berat. Jika Anda bepergian, jangan makan secara berlebihan atau makan makanan yang tidak sehat karena malas turun dari mobil.

2. Memperhatikan kenyamanan

Duduk di dalam mobil selama berjam-jam dapat menyebabkan kekakuan dan nyeri otot, sehingga penting untuk memberikan perhatian ekstra pada kenyamanan di perjalanan. Tips berikut dapat membantu Anda menghindari rasa sakit pada tubuh saat berkendara, yaitu:

  • Memperhatikan postur tubuh. Pastikan bahwa Anda sedang duduk dengan nyaman di belakang kemudi. Setel kursi agar Anda tidak perlu meregangkan badan saat menyentuh kemudi.
  • Memindahkan kursi. Posisikan kursi Anda pada sudut 100 derajat, sehingga Anda tidak membungkuk. Dan pastikan bahwa punggung bagian lumbar Anda didukung. Anda dapat menggunakan bantal kecil atau bahkan handuk yang digulung untuk tujuan ini.
  • Beristirahat. Pastikan Anda berhenti secara teratur (para ahli merekomendasikan setiap 20-30 menit) untuk keluar dari mobil dan meregangkan badan sebelum melanjutkan. Hal ini terutama berlaku untuk seseorang yang memiliki sakit punggung kronis atau masalah lainnya yang dipicu oleh duduk dalam satu posisi terlalu lama. Mengambil waktu untuk beristirahat juga penting untuk mencegah trombosis vena dalam (DVT), yaitu penggumpalan darah di salah satu pembuluh darah yang jauh dari inti tubuh, biasanya terjadi pada kaki, yang dapat muncul jika Anda tidak bergerak dalam waktu yang lama.  

3. Menjaga agar tidak tertidur

Salah satu masalah keamanan yang sering diabaikan di dalam perjalanan adalah bahwa pengemudi mengantuk. Menurut National Sleep Foundation, kebanyakan orang sadar akan bahaya mabuk saat mengemudi, namun kurang menyadari bahwa mengantuk saat mengemudi juga sama bahayanya. Mengantuk dapat menghasilkan waktu reaksi yang sangat lambat dibandingkan dengan pengemudi yang terjaga. Hal ini harus diwaspadai, terutama ketika malam hari. Untuk memerangi kantuk, mari kita lihat caranya di bawah ini:

  • Beristirahat dengan cukup. Pastikan Anda mendapatkan banyak tidur sebelum Anda bepergian. Jika Anda mengemudi, istirahat penting untuk waktu reaksi dan kompetensi Anda secara keseluruhan. Selain itu, pastikan Anda tidur malam dengan baik sebelum mengemudi keesokan harinya.
  • Memperhatikan kondisi jika Anda merasa mengantuk. Rasakan tubuh Anda, dan mulailah menepi jika Anda mulai merasa limbung. Ambil sedikit istirahat atau mengganti pengemudi.

4. Menghindari stres

Ada orang yang merasa bahwa mengemudi itu menyenangkan, tapi ada juga yang tidak. Oleh karena itu, untuk mengurangi stres saat mengemudi Anda dapat melakukan hal seperti berikut:

  • Merencanakannya lebih awal. Dengan merencanakan perjalanan lebih awal, Anda dapat menghindari kemacetan di jam-jam padat.
  • Menggunakan metode santai. Jika Anda terjebak di dalam kemacetan. Cobalah untuk tetap fokus dengan mengambil napas yang dalam dan perlahan.
  • Menyetel musik. Bawa beberapa lagu yang membuat Anda santai ketika berkendara.

Perlu diingat! Anda juga harus memperhatikan kemungkinan yang akan terjadi di perjalanan, seperti apa yang harus dilakukan ketika kendaraan rusak, jalan alternatif apa yang harus diambil ketika macet, memakan waktu berapa lama perjalanan Anda, dan apa yang harus dilakukan ketika terjadi kecelakaan. Agar Anda senantiasa selamat dalam perjalanan, pastikan kendaraan Anda berada dalam kondisi yang baik.

BACA JUGA:

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Sumber

    How to Stay Healthy on a Road Trip http://www.everydayhealth.com/healthy-travel/staying-healthy-on-a-road-trip.aspx. Accessed September 15, 2016.

    Road Safety and Vehicle Maintenance for Long Trips https://www.qld.gov.au/transport/safety/holiday-travel/long-trips/index.html. Accessed September 15, 2016.

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

    Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

    4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

    Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

    Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

    Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020