home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tips Tata Ruang Kantor untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Tips Tata Ruang Kantor untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Tata ruang kantor ternyata dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental Anda. Tak hanya tampak unik dan estetik, ini juga berdampak pada kenyamanan dan produktivitas kerja. Eits, tunggu dulu, seperti apa desain yang baik untuk kesehatan? Dan apa saja yang perlu diperhatikan saat menata kantor? Simak jawabannya di sini.

Apa saja yang harus diperhatikan saat menata kantor?

tata ruang kantor

Menurut studi yang diterbitkan oleh jurnal Healthcare Papers, karyawan purna waktu menghabiskan sekitar 33% waktunya di kantor.

Agar Anda bisa lebih nyaman bekerja dan terhindar dari masalah kesehatan, tips-tips tata ruang kantor berikut semoga bisa membantu.

1. Hindari ruangan yang terlalu padat

Belakangan ini, tren bekerja di coworking space semakin sering dilakukan oleh sejumlah perusahaan.

Biayanya memang cenderung lebih murah, tetapi di sisi lain, Anda perlu berbagi dengan orang-orang dari beberapa perusahaan yang berbeda.

Nah, untuk mengakalinya, sebisa mungkin pilihlah lokasi tempat kerja yang tidak terlalu padat.

Tujuannya agar privasi Anda lebih terjaga dan tidak perlu mengantri lama saat menggunakan fasilitas umum.

Dengan begitu, Anda jadi menjadi lebih nyaman bekerja.

2. Sediakan ruangan yang lebih privat

Memang ada kalanya Anda perlu berinteraksi dengan rekan setim di kantor, tetapi terkadang Anda juga perlu menyendiri agar lebih fokus bekerja.

Nah, saat mendesain tata ruang kantor, di samping menyediakan ruang terbuka untuk meeting bersama, sediakan pula ruang yang lebih privasi.

3. Hindari gangguan dari layar komputer Anda

Saat Anda harus bekerja di hadapan monitor, pastikan Anda mengatur posisinya sedemikian rupa agar tidak menghalangi pandangan Anda.

Terutama bila Anda harus bekerja sambil menyimak orang lain, misalnya saat rapat, menghadapi pelanggan, atau berbicara dengan atasan Anda.

Pastikan, posisi monitor tidak menghalangi dan tidak mengganggu fokus Anda. Bila memungkinkan, letakkan monitor komputer di bagian sudut atau pilihlah yang bisa disesuaikan posisinya.

4. Perhatikan pencahayaan

Pencahayaan di ruang kantor sangat berpengaruh terhadap mood dan konsentrasi pekerja.

Bahkan masalah pencahayaan di ruang kerja dapat mengganggu kesehatan mata dan menyebabkan sakit kepala.

Oleh sebab itu, saat mendesain tata ruang kantor, pastikan ruangan kerja Anda memiliki pencahayaan yang cukup, tidak terlalu gelap tapi juga tidak terlalu terang.

Perhatikan pula penempatan lampu kantor agar Anda tidak membelakangi cahaya sehingga menyulitkan untuk melihat.

Namun, pastikan juga Anda tidak menghadap cahaya langsung agar mata tidak silau.

5. Usahakan memperoleh pencahayaan alami

Cahaya alami dari matahari dapat membantu menyeimbangkan ritme sirkadian Anda, misalnya cahaya matahari pagi membantu Anda agar lebih bersemangat untuk bekerja.

Sementara cahaya sore menandakan bahwa ini sudah saatnya Anda merampungkan pekerjaan hari ini dan bersiap untuk istirahat.

Ruangan yang tidak memperoleh akses sinar matahari dapat mengganggu jam biologis Anda.

Alhasil, tubuh akan kesulitan membedakan antara pagi dan malam hari. Hal ini berisiko mengacaukan pola tidur Anda.

tata ruang kantor

6. Ciptakan suasana tenang

Melansir studi yang diterbitkan oleh International Journal of Environmental Research and Public Health, suara berisik dapat menurunkan kesehatan mental para pekerja

Ini karena kebisingan atau suasana yang ribut dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah stres. Untuk mengatasi hal ini, rancanglah tata ruang kantor sebisa mungkin agar lebih tenang.

Tempatkan ruang kerja berjauhan dari pusat kebisingan. Anda juga bisa menggunakan pembatas yang mampu meredam suara seperti dinding kaca atau busa peredam suara.

7. Hindari tempat yang terisolasi

Meskipun Anda mungkin perlu berkonsentrasi saat bekerja dan memilih untuk menyendiri, tetapi bukan berarti Anda harus memilih ruang kerja yang terisolasi.

Pastikan ruangan Anda tetap memudahkan untuk membaur dengan rekan kerja lain dan berinteraksi secara langsung.

Meskipun di jaman sekarang komunikasi sudah dapat dilakukan dengan media digital, bagaimanapun Anda tetap membutuhkan interaksi tatap muka.

Mengutip Journal of Affective Disorders, interaksi secara langsung dapat menurunkan risiko depresi dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Manfaat ini tidak bisa diperoleh dari interaksi digital.

8. Sediakan tanaman hidup

Penelitian dari jurnal Health and Place menemukan bahwa lingkungan alami dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup.

Oleh sebab itu, saat mendesain tata ruang kantor, sediakan area untuk menaruh tanaman, seperti bunga atau dedaunan.

Dengan begitu, Anda dapat lebih rileks saat bekerja.

Selain itu, tanaman bisa membuat udara menjadi lebih bersih, sejuk, dan menyegarkan.

9. Pastikan ruangan kerja Anda rapi

Ruang kerja yang berantakan dan tidak teratur dapat membuat Anda menjadi lebih mudah stres saat bekerja.

Ini karena perhatian Anda terganggu oleh barang-barang yang berserakan.

Untuk mencegah hal ini, sediakanlah kabinet atau rak khusus untuk menata peralatan kantor agar lebih rapi.

Tata ruang kantor yang rapi juga dapat memudahkan Anda saat mencari barang yang dibutuhkan.

Jadi, Anda bisa bebas dari stres saat harus mencari-cari barang ke sana kemari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The surprising toll open-plan offices have on our mental health. (2021). Retrieved 19 November 2021, from https://www.weforum.org/agenda/2021/07/open-plan-office-noise-stress-mental-health-mood-work-employment-employees-welfare/

Sander, E., Marques, C., Birt, J., Stead, M., & Baumann, O. (2021). Open-plan office noise is stressful: multimodal stress detection in a simulated work environment. Journal Of Management & Organization, 1-17. doi: 10.1017/jmo.2021.17

Veitch, J. (2011). Workplace Design Contributions to Mental Health and Well-Being. Healthcarepapers, 11(sp), 38-46. doi: 10.12927/hcpap.2011.22409

Hammersen, F., Niemann, H., & Hoebel, J. (2016). Environmental Noise Annoyance and Mental Health in Adults: Findings from the Cross-Sectional German Health Update (GEDA) Study 2012. International Journal Of Environmental Research And Public Health, 13(10), 954. doi: 10.3390/ijerph13100954

White, M., Pahl, S., Wheeler, B., Depledge, M., & Fleming, L. (2017). Natural environments and subjective wellbeing: Different types of exposure are associated with different aspects of wellbeing. Health & Place, 45, 77-84. doi: 10.1016/j.healthplace.2017.03.008

Teo, A., Chan, B., Saha, S., & Nicolaidis, C. (2019). Frequency of social contact in-person vs. on Facebook: An examination of associations with psychiatric symptoms in military veterans. Journal Of Affective Disorders, 243, 375-380. doi: 10.1016/j.jad.2018.09.043

HSE – Noise: How do I reduce noise?. Retrieved 19 November 2021, from https://www.hse.gov.uk/noise/reducenoise.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto