Apakah Tembakau Dapat Membuat Kecanduan?

Oleh

Kecanduan atau ketagihan ditandai dengan pengulangan, kompulsif, pencarian, atau penggunaan suatu zat walaupun efek dan konsekuensinya tidak diinginkan. Ketagihan adalah ketergantungan mental atau emosional terhadap suatu zat. Nikotin dikenal sebagai zat adiktif pada tembakau, dan para ahli sedang meneliti zat lainnya yang berkontribusi pada ketergantungan tembakau.

Pemakaian rutin produk tembakau menyebabkan ketagihan pada banyak penggunanya. Nikotin adalah zat yang terdapat pada tembakau, dan efek adiktifnya sama seperti heroin dan kokain.

  • Saat digunakan dengan kadar yang sedikit, nikotin memberikan perasaan menyenangkan yang membuat perokok ingin terus merokok. Nikotin bekerja pada zat kimia otak dan sistem saraf pusat, mempengaruhi mood perokok. Nikotin bekerja seperti obat-obatan adiktif lainnya, dengan membanjiri reward circuit otak dengan dopamin. Nikotin juga memicu adrenalin, mempercepat detak jantung dan meningkatkan tekanan darah.
  • Nikotin mencapai otak dalam beberapa detik setelah mengisap, dan efeknya mulai menghilang dalam beberapa menit. Inilah penyebab mengapa perokok menyalakan rokoknya lagi. Jika perokok tidak segera merokok lagi, gejala “sakau” akan muncul dan memburuk seiringnya waktu.
  • Perokok umumnya mengisap 10 kali dari 1 batang rokok. Seorang perokok yang menghabiskan 1 bungkus per hari mengalami 200 “hits” nikotin per hari.
  • Perokok biasanya menjadi ketergantungan pada nikotin dan menderita gejala “sakau” (fisik dan emosional) saat berhenti merokok. Gejala meliputi mudah marah, gelisah, sakit kepala, dan sulit tidur. Tanda dari ketergantungan adalah di mana seseorang tetap merokok walau ia mengetahui bahwa merokok buruk bagi kesehatan, mempengaruhi hidup, kesehatan, dan keluarganya. Faktanya, kebanyakan perokok sebenarnya ingin berhenti. Jika Anda ingin berhenti namun tak juga melakukannya, mungkin artinya Anda sudah kecanduan.

Para ahli juga sedang meneliti zat kimia pada tembakau yang membuat merokok sulit dihentikan. Pada otak hewan, asap tembakau menyebabkan perubahan kimia yang tidak dapat dijelaskan dengan efek nikotin.

Pada 1 batang rokok, rata-rata kadar nikotin yang diisap perokok berkisar sekitar 1 – 2 mg. Namun rokok sendiri mengandung lebih banyak nikotin. Kadar nikotin yang diisap tergantung pada bagaimana cara merokok, berapa isapan, seberapa dalam mengisap dan faktor lainnya.

Semua bentuk tembakau memiliki nikotin dan zat kimia lainnya yang mudah diserap oleh paru-paru dengan merokok dan melalui mulut dengan tembakau kunyah. Nikotin dengan cepat akan menyebar ke seluruh tubuh.

Seberapa kuat ketagihan nikotin?

Sekitar 70% perokok ingin berhenti dan sekitar setengahnya berusaha untuk berhenti tiap tahunnya, namun hanya 4 – 7 persen yang berhasil berhenti total tanpa bantuan. Hal ini disebabkan perokok tidak hanya tergantung secara fisik terhadap nikotin, namun juga ketergantungan emosional yang menyebabkan kumat setelah berhenti.

Perokok mungkin mengaitkan merokok dengan aktivitas sosial dan lainnya. Perokok mungkin juga menggunakan tembakau untuk mengatasi perasaan tidak menyenangkan, yang dapat mempersulit beberapa perokok untuk berhenti. Faktor-faktor tersebut membuat merokok semakin sulit dihentikan.

Faktanya, kemungkinan lebih sulit untuk berhenti merokok dibanding dengan berhenti menggunakan kokain atau opiate seperti heroin. Para ahli telah meneliti 28 penelitian yang berbeda terhadap orang yang berusaha berhenti menggunakan zat yang membuatnya ketagihan. (Banyak dari orang-orang memiliki dukungan lain seperti terapi perilaku, sehingga angka keberhasilan lebih tinggi dibandingkan tanpa bantuan sama sekali.) Sekitar 18% berhasil berhenti mengonsumsi alkohol, dan lebih dari 40% berhasil berhenti menggunakan opiat atau kokain, namun hanya 8% yang berhasil berhenti merokok.

Apa pengaruh nikotin pada tubuh?

Nikotin adalah racun, dan dosis tinggi nikotin dapat membunuh dengan menghentikan otot yang digunakan manusia untuk bernapas. Namun perokok biasanya mengisap kadar nikotin yang sedikit sehingga tubuh dapat memprosesnya dengan cepat. Dosis pertama nikotin dapat membuat seseorang merasa segar, dan dosis selanjutnya membuat perasaan tenang dan santai.

Nikotin dapat menyebabkan perokok baru dan perokok rutin yang terlalu banyak merokok, merasa pusing dan mual. Detak jantung normal untuk perokok muda meningkat 2 sampai 3 detak per menit. Nikotin juga menurunkan suhu kulit dan menurunkan aliran darah pada kaki. Nikotin berperan dalam meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, namun zat lainnya pada asap rokok memiliki peran yang lebih besar.

Banyak orang salah paham bahwa nikotin adalah zat pada tembakau yang menyebabkan kanker. Hal ini menyebabkan beberapa orang menghindari penggunaan terapi pengganti nikotin untuk berhenti merokok. Padahal, nikotin adalah zat yang membuat ketagihan tembakau, namun bukan yang menyebabkan kanker.

Penelitian menunjukkan bahwa nikotin mempengaruhi aktivitas beberapa sel normal dan sel kanker. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa nikotin mendukung pertumbuhan dan penyebaran tumor, namun apakah hal ini terjadi pada manusia belum diketahui secara pasti, dan dibutuhkan riset lebih.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca